,

I Know What You Did

Kadang-kadang apa yang pernah kita lakukan di masa lampau bisa tiba-tiba muncul kembali
ke dalam pikiran kita. Hal-hal yang menurut penilaian kita sendiri adalah suatu kegagalan,
hal yang membuat kita merasa buruk, malu, self pity, dan perasaan negatif lainnya. Akibatnya
kita meresponi masa kini dengan buruk, padahal kita bisa dan seharusnya meresponi masa
kini dengan baik. Kita telah dilumpuhkan. Pendeta Stephen Tong pernah mengatakan bahwa
masa lalu adalah milik setan, masa depan adalah milik Tuhan, masa kini adalah milik kita
yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Setan menggunakan masa lalu untuk terus
menuduh kita sehingga kita menjadi lumpuh dalam masa kini. Masa depan ada di tangan
Tuhan, bukan bagian kita untuk mengkhawatirkannya di masa kini.

Salah satu murid pentolan Yesus pernah mengalami kegagalan yang besar, namanya Petrus.
Dia yang dengan sombongnya mengatakan di depan teman-temannya bahwa ia akan tetap
setia kepada Yesus walaupun ia harus mati. Ternyata dengan tiga pertanyaan sederhana, dia
langsung lumpuh. Petrus di tengah kekacauan hatinya, menjadi takut diketahui orang lain
akan hubungannya dengan Yesus. Oleh karena itu dia menyangkal bahwa ia mengenal Yesus,
orang Nazaret, yang sedang diadili oleh Imam Besar. Namun doa Yesus menopangnya
sehingga imannya tidak gugur. Petrus menangis, Petrus malu, dia pergi menyendiri. Tetapi
setelah Yesus bangkit, setelah tiga pertanyaan personal yang ditanyakan Yesus kepadanya,
setelah Roh Kudus dicurahkan, Petrus menjadi berani dan memberitakan Yesus secara
terang-terangan kepada orang banyak, bahkan sekitar tiga ribu orang menjadi percaya.
Petrus menjadi pemimpin gereja. Kegagalan Petrus sempat melumpuhkannya, tetapi kuasa
kebangkitan Yesus membuatnya menjadi pemimpin yang lebih dari seorang pemenang.

Tuhan sanggup membuat garis lurus dari tongkat yang bengkok (God can draw a straight
line with a crooked stick
). Hanya anugerah dan kuasa Allah yang sanggup menggunakan
hidup kita seluruhnya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, bahkan hidup kita bisa
memuliakan nama-Nya! Marilah kita hidup bukan sesuai dengan rencana kita, penilaian
kita, melainkan sesuai dengan rencana Allah, penilaian Allah, sebagai orang-orang yang
mengasihi Allah. Sengat masa lalu tidak dapat melumpuhkan kita lagi, karena Yesus sudah
mendoakan kita. Oleh karena itu iman kita tidak akan gugur. Terpujilah nama Tuhan!