Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengapa Engkau Memanggil-Ku Tuhan?

Bukanlah kebetulan jika Lukas menempatkan khotbah Yesus tentang dua macam dasar setelah pohon dan buahnya (Luk. 6). Kedua khotbah tersebut menyoroti kesatuan antara jati diri dengan perbuatan. Namun, secara permukaan kedua khotbah tersebut tampak bertolak belakang. Pada khotbah yang pertama, tampaknya tidak ada ruang untuk perbedaan antara buah dan pohon, atau antara kata-kata dan perbendaharaan hati, tetapi khotbah kedua mempertanyakan seruan “Tuhan” kepada Yesus, dengan asumsi orang yang tidak menganggap-Nya Tuhan juga dapat memanggil-Nya demikian.

Lengkapnya, Yesus bertanya, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk. 6:46). Ini adalah pertanyaan yang tentunya mengagetkan pendengar-Nya karena pertanyaan ini membuat setiap orang yang mendengarnya memikirkan kembali seluruh hubungan mereka dengan Yesus. Ini seperti suami bertanya kepada istrinya, “Mengapa kamu menyebut aku suamimu?” Atau ayah kepada anaknya, “Mengapa kamu memanggil saya papa?” Panggilan “Tuhan” (kurios) menunjukkan hubungan antara hamba dan tuan, atau umat dan Tuhan, yang hanya dapat dibuktikan dengan satu hal: menjalankan perintah.

Setelah pertanyaan kejutan tersebut, Yesus melanjutkan dengan mengatakan orang yang mendengarkan dan menjalankan perkataan-Nya adalah seperti orang yang membangun rumah di dasar batu yang kokoh. Pada saat rumah tersebut diterjang arus banjir, rumah itu tidak roboh. Sementara itu, orang yang hanya mendengarkan dan tidak menjalankan perkataan-Nya bagaikan orang yang mendirikan rumah tidak hanya di atas tanah, tetapi juga tanpa fondasi, sehingga hebatlah kehancurannya setelah dilanda arus banjir. Perbuatan menunjukkan fondasi jati diri kita.

Khotbah Yesus tentang buah dan pohon tidaklah bertentangan dengan khotbah-Nya tentang rumah dan fondasi. Khotbah yang kedua adalah untuk mempertajam pesan dari khotbah yang pertama. Buah yang sesungguhnya dari seseorang adalah ketaatannya pada perintah Tuhan yang tercermin dari tindakannya, bukan pengakuan verbal saja.

Marilah kita renungkan kembali seluruh hubungan kita dengan Kristus. Apakah kita sudah melakukan perintah-Nya? Tuhan tidak menghendaki agar kita menjadi pendengar khotbah yang baik saja, tetapi lebih daripada itu, juga menjadi pelaku firman yang setia.

Erwan

Oktober 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk kondisi masyarakat pada masa pandemi COVID-19 ini, di dalam masa sulit ini kiranya Tuhan berbelaskasihan dan memberikan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan baik dalam masalah ekonomi, kesehatan, sosial, dan lainnya. Kiranya gereja diberikan kepekaan untuk dapat melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan penghiburan dan pertolongan dalam masa sulit ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲