Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Renungan

Pelajaran Kedua Tentang Iman

28 Mei 2012 | Erwan 2 min read

Setelah kesepuluh pengintai menyebabkan orang Israel bersungut-sungut dan memberontak
melawan Allah, para pengintai dihukum mati oleh Allah dan semua orang Israel yang berumur
dua puluh tahun ke atas, tanpa kecuali, tidak boleh memasuki tanah perjanjian. Setelah mereka
mendengarkan apa yang disampaikan oleh Musa, mereka berkabung, menyesali kekurangan iman
mereka.

Karena itu, keesokan harinya mereka memutuskan untuk tidak takut lagi dan angkat senjata
menyerang tanah yang dijanjikan oleh Tuhan itu. Sekarang, iman mereka tidak akan digoyahkan lagi
oleh kesaksian kesepuluh pengintai. Mereka tidak takut lagi kepada kekuatan bangsa-bangsa yang
akan mereka hadapi. Iman mereka sudah sampai kepada tingkat yang paling penuh. Dengan iman
sebesar ini, kita berpikir bahwa Musa akan senang dan orang Israel akan memenangkan peperangan
ini. Kenyataan ternyata tidak demikian. Musa berteriak kepada mereka, “Mengapakah kamu hendak
melanggar titah TUHAN? Hal itu tidak akan berhasil. Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di
tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu, sebab orang Amalek dan orang
Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik
membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu” (Bil. 14:41-43).

Orang Israel sekali lagi tidak mendengarkan Musa dan maju dengan iman mereka. Akhirnya, mereka
kalah melawan orang Amalek itu dan tercerai-berai sampai ke Horma.

Ada pelajaran yang harus kita perhatikan dalam cerita ini. Di banyak kalangan orang Kristen zaman
sekarang, iman sangat ditekankan. “Tidak sembuh dari sakit? Kamu kurang beriman. Tidak kaya?
Kamu agak ragu dalam doamu. Dengan iman kamu harus tegaskan di hadapan Tuhan semua
permintaanmu.” Namun, kegagalan Israel di atas tidak dikarenakan mereka kurang beriman, tetapi
mereka telah beriman kepada kekosongan. Iman mereka tidak didasari oleh janji Tuhan, tetapi
keinginan mereka sendiri yang ilusif karena mereka ingin mendapatkan tanah Kanaan yang tidak lagi
diberikan kepada mereka.

Jikalau minggu lalu kita merenungkan bahwa kekurangan iman dapat menyebabkan perlawanan
terhadap Tuhan, kini kita belajar bahwa beriman untuk hal yang tidak dijanjikan oleh Tuhan juga
dapat menyebabkan perlawanan.

Apa yang kita imani dalam hidup ini? Kita harus mempelajari firman Tuhan dengan sungguh-sungguh
supaya kita mengetahui apakah iman kita berlandaskan kehendak Tuhan atau kehendak diri kita
sendiri yang berdosa. Jikalau dasar iman kita adalah diri kita, bukankah kita sedang hidup dalam ilusi
iman kita, seperti halnya orang Israel yang dihukum?

Tag: iman

Baca ini juga yuk

Kristus Paradoks Terbesar

Pdt. Stephen Tong pernah mengatakan jika kita mengerti paradoks, hidup kita akan lebih bahagia. Paradoks adalah satu kata yang sering kita dengar lewat khotbah-khotbah di gereja kita ...

Alkitab & Theologi - Yenty Rahardjo Apandi 11 min read

Pelajaran Pertama tentang Iman

Kita mengetahui cerita tentang dua belas pengintai. Dua belas pengintai diutus Musa, atas titah Allah, untuk mengintai tanah Kanaan. Keduabelas orang itu berangkat pada waktu yang sama, ...

Renungan - Erwan 2 min read

Di Antara Iman dan Penglihatan

Cerita tentang orang yang buta sejak lahir di Yohanes 9 belum habis kita renungkan. Dia adalah model lahiriah dari orang berdosa yang diselamatkan. Orang berdosa adalah seperti ...

Renungan - Erwan 3 min read

SILENCE BY SHUSAKU ENDO

“Pada akhirnya, pertanyaan yang utama adalah sanggupkah manusia mempertahankan keyakinannya di tengah-tengah masa penuh penganiayaan? Dan benarkah Tuhan hanya diam membisu berpangku tangan melihat penderitaan?” Sinopsis Cerita ...

Resensi Buku - Ernike Ginting Babo 7 min read

Childlike Faith: Sebuah Perspektif Iman dari Markus 10:13-16

Pada masa ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, anak kecil dipandang tidak memiliki relevansi sosial dan status apa-apa di dalam masyarakat. Tidak jarang anak kecil diperlakukan ...

Alkitab & Theologi - Belly Partomuan 10 min read

Takjub vs Bosan

Pada acara SPIK yang bertemakan Gereja 2: Peran Pemuda dan Fungsi Gereja, ada satu pertanyaan yang ditanyakan kepada salah satu Pembicara, Pdt. Johanis Putratama Kamuri. Pertanyaannya adalah ...

Renungan - Fitri Herlin Dato 4 min read

Allah Setia Menjawab Doa

Injil Matius 7:7-11 menyatakan janji Tuhan Yesus yang penuh dengan pengharapan tentang doa. Ia berkata,“Mintalah, carilah, ketuklah.” Ini merupakan sebuah undangan Tuhan agar kita memiliki relasi yang ...

Renungan - Rohytlian Yomris Edi 4 min read

Tuhan, Mengapa Engkau Diam?

Renungan Markus 4:35-41 Pendahuluan Hari sudah petang ketika Yesus mengajak murid-murid-Nya menyeberangi Danau Galilea. Mereka baru saja bersama-Nya sepanjang hari, mendengarkan pengajaran dan menyaksikan kuasa-Nya. Tetapi saat ...

Renungan - Wulanda Agustika 3 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII