Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seni Perang Paulus (V): Senjata Terakhir

Selama beberapa minggu kita telah merenungkan perlengkapan-perlengkapan perang yang paling ditakuti oleh Iblis, yaitu ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil, perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang Roh. Dari perlengkapan dan senjata yang dinasihatkan oleh Paulus, kita mengenal ketangguhan musuh kita. Mereka sama sekali tidak dapat diremehkan karena hanya dapat dikalahkan dengan senjata paling baik dari sorga. Dan kini, sampailah Paulus pada puncaknya ketika dia mengeluarkan senjata pamungkas terakhir.

“… Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” (Ef. 6:18).

Doa adalah senjata terakhir dan pamungkas yang harus dibawa oleh orang Kristen ke dalam medan peperangan rohani itu. Tidak ada satu pun perlengkapan atau senjata yang disebutkan sebelumnya yang dapat digunakan dengan efektif jika tidak disertai dengan senjata terakhir ini. Itulah sebabnya Paulus berkata, “Berdoalah setiap waktu.”

Berdoa menunjukkan siapa sesungguhnya yang memenangkan peperangan. Kita harus berdoa setiap saat karena tanpa doa kita tidak akan dapat menggunakan senjata pemberian Allah. Tanpa doa, kita juga akan mempunyai persepsi yang salah terhadap kekuatan diri kita. Kita akan mengira bahwa kita memenangkan peperangan karena kepiawaian diri kita dalam menggunakan semua perlengkapan perang itu dan kemudian kita menjadi sombong.

Tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, kita juga harus berdoa bagi rekan seperjuangan kita. Bukankah barisan yang tercerai-berai adalah tanda bahwa kekalahan sebuah pihak sudah dekat? Saling mendoakan membuat barisan kita terjalin dengan erat dan kehendak Tuhan dinyatakan dan digenapkan melalui kita sebagai sebuah umat yang kolektif. Dan tak ada yang lebih mengerikan bagi lawan kita daripada semua umat Tuhan di dunia serentak taat terhadap komando Tuhan.

Erwan

September 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Sidang Tahunan Sinode (STS) GRII yang diadakan pada tanggal 28-30 Desember 2020. Berdoa kiranya melalui STS ini, setiap cabang GRII dapat mengerti visi dan misi Gerakan Reformed Injili dan dimampukan Tuhan untuk bekerja sama satu dengan yang lainnya demi mencapai visi dan misi tersebut. Berdoa untuk setiap pemimpin Gerakan Reformed Injili, kiranya Roh Kudus mengurapi mereka dalam memimpin dan melayani zaman ini dengan kepekaan dan pengertian akan kehendak dan isi hati Tuhan.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2021 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲