Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 24: Butir Kedua (18) … turun ke dalam kerajaan maut.

25 Maret 2019 | Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Allah telah menyiapkan sebuah kuburan baru yang belum pernah dipakai untuk menyambut kematian Anak Allah yang tunggal, dan memberi-Nya tempat istirahat terbaik. Seperti telah diungkap sebelumnya, frasa “turun ke dalam kerajaan maut” belum muncul hingga abad ke-7. Umat Kristen memang pernah mendiskusikan tentang Yesus turun ke dalam kerajaan maut, tetapi belum pernah ditemukan sebagai suatu dokumen atau kredo. Barulah pada abad ke-8 dalam Kredo Aquileia yang ditemukan, muncul frasa “turun ke dalam kerajaan maut,” barulah secara harfiah, gereja mulai melihat dan harus memberi respons: Apakah pernyataan iman ini perlu, benar, dan alkitabiah?

Mengapa hingga 700 tahun lamanya orang Kristen belum menegaskan frasa ini secara jelas dan pasti? Saya percaya ada banyak usulan, alasan, dan pemikiran dunia kuno yang ditawarkan, sehingga mereka tidak gegabah untuk segera menuliskan. Kredo Aquileia menghentikan semua kesimpangsiuran dan menjadi dokumen yang sah, meski ini pun tetap diragukan banyak orang. Delapan ratus tahun kemudian, saat Reformasi terjadi pada abad ke-16, para Reformator terpenting dan terbesar (Luther, Calvin, Bullinger, Beza, Melanchthon, dan Zwingli) mengakui frasa ini dalam kredo, barulah dunia mulai tenang dan gereja mulai menerima bahwa Yesus pernah turun ke dalam kerajaan maut sebagai fakta sejarah dan kredo yang harus terus dipelihara.

Namun, pada abad ke-19 dan 20 ada beberapa orang yang tidak mau menerima frasa ini, termasuk ada pendeta yang menganggap Yesus tidak turun ke dalam kerajaan maut. Sebelum Yesus mati, Ia berkata, “Engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di Firdaus.” Bukankah melalui ayat ini Yesus berkata bahwa Ia tidak pergi ke neraka atau kerajaan maut, tetapi ke Firdaus? Bagaimana bisa kita menyangkali ucapan Yesus? Tafsiran “Yesus turun ke dalam kerajaan maut” bukan saja simpang siur, tetapi juga disimpulkan dalam berbagai tafsiran yang berbeda-beda.

Ada pandangan bahwa Yesus masuk dalam kuburan, karena kuburan itulah kerajaan maut, tempat ke mana orang mati pergi, seperti neraka, dan sebagainya. Pertama kali pengertian “akhirat” muncul di Perjanjian Lama keluar dari mulut Yakub, “Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, dalam dunia orang mati!” Berarti ia akan berkabung sampai mati, karena anak yang paling ia cintai, Yusuf, sudah dimakan binatang buas. Tetapi, ayat ini tidak memiliki penjelasan selanjutnya. Penjelasan selanjutnya muncul dalam bait-bait yang ditulis para penyair dan pemazmur. “Sebab dalam maut tidaklah orang ingat pada-Mu; siapakah yang akan bersyukur pada-Mu dalam dunia orang mati?” (Mzm. 6:6). Maka, yang disebut “akhirat” itu adalah tempat orang mati tenang, tidak ada kegiatan jiwa berbakti, memuji, atau bersyukur kepada Tuhan.

Masih ada beberapa ayat penting dalam Kitab Mazmur tentang akhirat. Yang terpenting adalah Mazmur 16 tentang Yesus Sang Kudus dari Allah yang belum inkarnasi ke dunia, “Sebab Engkau tidak menyerahkan Aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan” (Mzm. 16:10). Dua frasa ini berkata: (a) Jiwa-Nya tidak tertinggal di akhirat, yang merupakan tempat ke mana manusia pergi setelah mati. Bukankah ini berarti Ia pernah pergi tetapi tidak tinggal tetap di situ? Seperti kita mengunjungi penjara, lalu keluar lagi. Para napi ditahan di dalam, tetapi kita boleh keluar lagi. Demikian Yesus, sesudah bangkit, jiwa-Nya tidak tertahan di akhirat, tempat orang mati.
(b) Tubuh-Nya tidak mengalami kerusakan, yang merupakan dampak Kristus yang mati menggantikan kita. Selama lebih dari dua hari Ia dikubur dan pada hari ketiga Ia bangkit dari antara orang mati. Selama dikuburkan sampai bangkit dari kematian, tubuh-Nya tidak mengalami kerusakan. Setelah manusia mati selama 10-20 jam, tubuhnya akan mulai rusak, mengeluarkan ulat-ulat dan bau, dan tidak mungkin utuh lagi. Allah tidak mengizinkan Yesus mati lalu jiwa-Nya tertinggal di akhirat dan tubuh-Nya mengalami kerusakan, maka saat dibangkitkan, Ia bangkit dengan tubuh yang utuh dan jiwa-Nya kembali. Ini semua dicatat dari Kejadian sampai Wahyu. Kristus Sang Kudus dari Allah, Firman yang berinkarnasi, Tuhan yang menjadi manusia, Ialah manusia sejati yang berdarah dan berdaging. Kristus tidak tertahan di kerajaan maut, tubuh-Nya tidak rusak dan Ia bangkit.

Menurut urutan waktu, Yesus disalibkan, mati, dikuburkan, dan turun ke dalam kerajaan maut. Yesus turun ke dalam kerajaan maut setelah Ia mengembuskan napas terakhir, menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku,” lalu Ia mati. Setelah itu baru Ia pergi. Jika nyawa-Nya diserahkan kepada Bapa, apakah Bapa yang melemparkan nyawa-Nya ke dalam kerajaan maut? Atau Bapa memelihara-Nya di Firdaus? Kita pikir Ia bersama perampok yang bertobat di Firdaus di pangkuan Allah, berarti Tuhan memelihara Dia. Tetapi, mungkinkah Allah memakai Dia menggantikan kita, menyuruh-Nya turun ke dalam kerajaan maut sebagai Pengganti, agar kita tidak pergi? Pada saat orang kaya dan Lazarus mati, orang kaya itu ingat siapa Lazarus dan tahu kondisinya. Ia masih sadar dan ada dalam api penyiksaan. Ia berkata, “Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus agar mencelupkan jarinya ke air dan menyejukkan lidahku sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.” Ini satu-satunya penjelasan tentang sesudah mati manusia ke mana. Yesus mengerti segala sesuatu karena Ia adalah Allah Sang Pencipta, Ia memberitahukan bahwa setelah mati Ia akan pergi bukan ke satu tempat, tetapi ke satu tempat yang terdiri dari dua bagian. Satu bagian disiksa dan terus menderita bagi mereka yang berbuat jahat, tidak beriman kepada Tuhan, dan tiap kali ada kesempatan berdosa terus. Tetapi satu bagian lagi namanya “pangkuan Abraham” ke mana kaum beriman pergi, yaitu kaum beriman di Perjanjian Lama, yang memilih hidup suci, bajik, adil, dan penuh kasih. Maka kita harus melihat adanya dua tempat, yaitu tempat berapi dan tempat di mana ada pangkuan Abraham.

Tidak ada pengajaran tentang dua tempat ini secara jelas di dalam Perjanjian Baru, sampai Kitab Wahyu memberikan pengertian tentang Yerusalem Baru, tentang neraka yang tidak berhenti-henti dan siapa yang masuk ke dalamnya. Sesudah Yesus mati, Ia turun ke dalam kerajaan maut. Langkah ini berarti tindakan sesudah Ia mati dan dikuburkan. Pemikiran ini telah menjadi konsep ajaran Katolik di dalam menjelaskan seluruh Alkitab, yaitu: Yesus masuk ke tempat di mana Lazarus pergi. Yesus turun ke dalam kerajaan maut, Ia tidak masuk ke tempat orang kaya pergi, karena orang kaya diberi tahu Abraham, “Di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi agar mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.”

Orang Katolik juga berkata, “Yesus sudah mati, turun ke dalam kerajaan maut.” Ia turun ke bagian pangkuan Abraham. Ia pergi sebagai Pemenang, karena Ia adalah Anak Allah, Firman yang menjadi daging, Allah yang menjadi manusia berdarah dan daging, dan akhirnya melalui kematian-Nya Yesus berperang melawan penguasa maut yaitu Iblis. Yesus sengaja mati untuk melepaskan orang yang sudah mati sebelum Dia, yang beriman, dan berbuat bajik, tetapi belum sampai melihat Yesus menang di atas salib. Mereka tertahan di alam maut, sedang menantikan waktu pelepasan karena iman mereka. Pada saat Yesus mati, Ia pergi ke dunia orang mati, kerajaan maut. Menurut Katolik dan Lutheran, Yesus pergi ke pangkuan Abraham. Ia di situ mengumumkan dan memproklamasikan, “Rencana anugerah keselamatan dari Tuhan sudah disiapkan Allah Bapa dan Aku sebagai Anak Allah sudah menggenapinya. Aku sudah menang, Aku sudah menaklukkan setan. Di sini Aku memproklamasikan bahwa pengharapanmu yang telah kau nanti-nantikan tidak sia-sia dan kosong, sekarang sudah terjadi dan tergenapi. Karena itu sekarang Aku memberikan keselamatan kepada kalian semua yang mati di Perjanjian Lama.” Orang Katolik dan Lutheran percaya bahwa di dalam kerajaan maut ada sebagian orang diselamatkan, tetapi Yesus belum datang. Mereka telah menantikan selama ratusan bahkan ribuan tahun. Ketika Yesus datang, mereka baru sadar, “Apa yang kupercayai itu benar, apa yang kuharapkan dari Kristus telah digenapi, dan Kristus Tuhanku telah menang dan menaklukkan kuasa setan.” Maka, mereka berterima kasih dan berseru, “Haleluya!” Sedangkan yang mati tidak beriman, berbuat jahat, tidak mengenal dan berharap kepada Kristus akan berada dalam api selamanya. Di sini terjadi pemisahan.

Ketika Luther membongkar dan merubuhkan kesalahan Katolik, Calvin membangun kembali struktur iman kepercayaan yang sistematis dan lengkap. Calvin memiliki pikiran yang berbeda. Pemikiran Katolik dan Lutheran berbeda di poin ini dengan pemikiran Calvin. Calvin berkata, frasa “turun ke dalam kerajaan maut” bukan kata kerja, tetapi kata sifat. Jadi, Yesus turun bukan secara geografis, tetapi Ia merendahkan diri. Inilah artinya “turun”. Sebagaimana Ia turun dari sorga ke bumi, Ia turun dari derajat Allah menjadi manusia, Pencipta menjadi serupa dengan ciptaan, yang tidak tampak menyatakan diri secara kasat mata, Sang Pencipta langit dan bumi masuk ke dalam dunia ciptaan-Nya. Turun ke dunia, sebagai manusia yang tidak punya hak asasi. Ia direndahkan, diremehkan, diejek, diumpat, difitnah, diadili, dan dipaku di atas salib. Turun terus merendahkan diri menjadi manusia yang paling hina di dunia.

Calvin berkata bahwa Ia bukan saja turun untuk dihina, bahkan sampai menerima sengsara salib dan sengsara neraka, yaitu seperti orang yang berada dalam penghukuman Tuhan. Ia turun dalam sengsara neraka tetapi ditanggung di atas salib. Ada perbedaan dengan urutan: sesudah mati Ia dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Calvin berkata bahwa ketika Kristus di atas kayu salib, sebelum Ia mati, Ia sudah turun sampai ke dalam derajat hukuman neraka yang menakutkan. “Turun ke dalam kerajaan maut,” berarti Ia begitu merendahkan diri sampai menerima kematian seperti di neraka menggantikan kita. Penjelasan yang sama sekali berbeda, maka ajaran kepercayaan kita menurut Pengakuan Iman Rasuli sesuai dengan pengertian Calvin yang menjadi dasar Theologi Reformed.

Kita percaya Yesus mati bagi kita, sungguh menerima sengsara, kepahitan, dan hukuman yang terberat seperti di neraka. Pada saat orang Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan berkata, “Potonglah seekor domba lalu oleskan darahnya itu di atas ambang pintu, agar malaikat yang membawa maut, saat melihat ada darah di ambang pintumu, akan melewatimu.” Istilah pass over (Ind.: dilewati) menjadi Passover yaitu Paskah. Melewati, maka tidak masuk rumahmu, tidak membunuh anak sulungmu. Ia akan pass over, melewati, dan pergi ke tempat lain untuk membunuh anak-anak sulung Mesir. Itu namanya Paskah, melewati. Melewati karena di pintu ada darah domba. Maka anak sulung dalam rumah itu tidak usah mati, karena sudah ada domba yang mewakilinya untuk mati. Saat domba itu mati menggantikan orang yang memotong domba, berarti penggantian adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya. Maka, Injil bersifat substitutif. Ini telah menjadi theologi yang penting baik di seluruh Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Pada waktu Yesus tampil di depan, dinyatakan pada banyak orang, Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang memikul dosa seluruh umat manusia.” Mereka tahu siapa Yesus. Yesus ialah Juruselamat, domba yang disembelih, domba pengganti, seperti yang terjadi pada hari Paskah sesaat sebelum Israel keluar dari Mesir, harus ada domba yang mati menggantikan mereka. Ini semua sudah diatur Allah. Yohanes Pembaptis mengerti dengan jelas bahwa Yesus adalah yang ia layani. Yesus ialah Domba Allah yang disembelih, yang ditetapkan sejak dunia diciptakan, dan Juruselamat yang menggantikan kita.

Musa berkata kepada orang Israel, “Pada saat engkau menyembelih domba itu, darahnya dibubuhkan di atas ambang pintu, dagingnya tidak boleh dimasak dengan air, tetapi harus dipanggang dengan api.” Ketika saya menyelidiki, memikirkan kembali, domba Paskah yang tidak boleh dimasak dengan air tetapi harus dibakar dengan api, artinya Yesus harus melewati api neraka, mengalami penderitaan seperti hukuman di neraka. Yesaya 66:24, menyatakan bangkai mereka yang telah memberontak kepada Tuhan, ulat-ulatnya tidak akan mati dan apinya tidak akan padam. Ini berarti berada di dalam penderitaan kekal. Calvin berkata, “Yesus turun ke dalam kerajaan maut saat di atas salib.” Berarti bukan tubuh-Nya yang sudah mati dan dikuburkan baru turun ke dalam kerajaan maut, tetapi pada saat sebelum mengembuskan napas terakhir, sebelum mati di atas salib, Ia sudah menanggung dosa kita dalam tubuh-Nya di atas salib.

Menurut 1 Petrus 2:24, Yesus dipaku di atas kayu salib dan Yesus menanggung dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas salib. Itu berarti, sebelum Tuhan Yesus mati, Ia sudah menanggung dosa kita, menerima hukuman terberat yang seharusnya masuk dalam neraka karena di situ ada api. Dibakar dengan api, berarti Yesus menanggung penderitaan sengsara sepahit, sekejam, dan sesusah seperti di neraka.

Ia berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku, kenapa Engkau meninggalkan Aku?” Ditinggalkan Allah Bapa itu namanya neraka. Neraka yaitu tempat di mana tidak ada penyertaan Allah, tempat pemisahan untuk selamanya. Allah tidak menggubris, tidak lagi mengasihi, tidak lagi memelihara, dan tidak hadir. Itulah api neraka. Yesus menerima api neraka menggantikan kita. Itu artinya Ia turun ke dalam kerajaan maut.

Jika kita mengikuti ajaran Katolik, Yesus ke situ memberi proklamasi, lalu mengumpulkan kaum suci dan dipindahkan ke sorga. Di dunia roh tidak ada atas-bawah, tetapi melampauinya. Yesus menggantikan dosa kita, turun ke dalam kerajaan maut, menanggung sengsara seperti di neraka saat Ia mati di atas salib.

Ada orang yang memakai butir dari Pengakuan Iman Rasuli ini untuk digabungkan dengan pengertian yang dia anggap benar, yaitu Yesus pergi ke dunia orang mati untuk mengabarkan Injil. Lalu dicari di Alkitab, ada dua kali di surat 1 Petrus. Orang mati ada Injil yang diberitahukan. Dan Yesus pernah melalui Roh itu pergi menginjili pada zaman Nuh kepada orang yang jiwanya tertahan. Kedua kalimat ini tidak boleh diartikan sebagai adanya kesempatan bagi orang mati untuk mendengar Injil dan bertobat. Kedua kalimat itu harus dimengerti, bahwa mereka yang sudah mati dulunya mereka pernah mendengarkan Injil tetapi mereka tolak dan sekarang mereka sudah berada di dunia orang mati. Artinya, pertama, mereka yang sudah meninggal pun pernah menerima pengabaran Injil. Mereka semua pernah punya kesempatan untuk bertobat tetapi tidak mau. Dan kedua, saat Petrus berkata, “Yesus memakai Roh pergi memberitakan kepada mereka yang dibelenggu pada zaman Nuh,” artinya tiap zaman orang-orang menginjili dengan kuasa Roh Kudus.

Tuhan berkata, “Buatlah bahtera, buka pintu untuk orang masuk, di situ ada keselamatan bagi mereka.” Nuh taat kepada Tuhan, langsung mengumpulkan kayu-kayu membuat bahtera yang sangat besar. Segala macam hewan boleh masuk. Nuh mengajak manusia juga masuk. Tidak semua manusia mau masuk, mereka menertawakan, melecehkan, dan menghina Nuh yang membuat bahtera di atas gunung, tetapi Nuh tahu ini kehendak Tuhan. Kapal yang begitu berat tidak bisa dibuat di laut, tetapi dibuat di darat, lalu menunggu sampai hewan-hewan masuk. Ketika hujan turun tidak berhenti 40 hari 40 malam, terjadilah banjir besar hingga kapal itu mengapung. Nuh memanggil orang-orang, “Marilah percaya kepada Tuhan, karena Tuhan berkata bencana akan datang, dunia akan dibasmikan.” Mereka menertawakan Nuh dan tidak mau masuk.

Roh Kudus mendorong Nuh menginjili. Roh Kudus adalah Roh Yesus Kristus. Ketika itu Nuh dengan Roh Kudus dari Yesus memberitakan Injil. Maka, dikatakan Yesus memakai Roh menginjili melalui Nuh kepada orang-orang di zaman itu. Jadi di setiap zaman ada orang-orang yang menginjili. Baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ada orang-orang yang mengasihi sesamanya, membuka tangan dan pintunya, mengajak orang kembali kepada Tuhan dengan sungguh bertobat. Mereka digerakkan Roh yang sama untuk menginjili. Itu berarti, Tuhan Yesus, sebagai Pribadi kedua Allah Tritunggal, pernah menginjili memakai Pribadi ketiga, yaitu Roh Kudus, menggerakkan Nuh untuk memberitakan Injil. Maka kalimat Pengakuan Iman Rasuli ini dan kedua ayat tersebut tidak dapat dipergunakan untuk mendukung penginjilan kepada orang mati. Amin.

Tag: Pengakuan Iman Rasuli, Stephen Tong

Baca ini juga yuk

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 1: Butir Pertama (1)

Pengakuan Iman Rasuli (PIR) merupakan dokumen pertama yang mengubah seluruh konsep alam semesta yang pernah dipikirkan manusia. Sebelum adanya PIR, pemikiran filsafat Yunani memonopoli studi alam semesta ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 2: Butir Pertama (2)

Kalimat pertama Pengakuan Iman Rasuli (PIR) ini: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Di seluruh dunia dan agama, tidak ada doktrin yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 3: Butir Pertama (3)

Pengakuan Iman Rasuli telah membagi sejarah menjadi sebelum dan sesudahnya. Bagaimana sebelumnya manusia hanya memandang alam dan sesudahnya manusia mengerti diri dan alam. Hal ini harus kita ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 4: Butir Pertama (4)

Allah yang jujur dan diri-Nya adalah Kebenaran, memberikan kebenaran dengan setia dan jujur kepada manusia. Allah yang benar memberikan kebenaran dan kesejatian diri-Nya dengan sukarela bagi manusia, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 5: Butir Pertama (5)

Kita telah melihat betapa kegagalan kebudayaan-kebudayaan agung mengerti tentang asalnya dunia ini dan bagaimana Pengakuan Iman Rasuli telah memberikan pengertian yang begitu luar biasa. Kebudayaan Yunani yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 6: Butir Pertama (6)

Iman adalah hal yang paling serius dalam hidup manusia. Tanpa iman kepercayaan, tidak seorang pun diperkenan Allah. Di hadapan Allah bukan kelakuan yang diperhitungkan, karena kelakuan kita ...

Transkrip - Redaksi Pillar 8 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 7: Butir Kedua (1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Iman Kristen ada dalam diri Kristus. Tanpa Kristus tidak ada sasaran dan intisari iman, serta kuasa pelayanan. Kristus yang terutama, terawal, terakhir, dan yang menyempurnakan. Dalam Kristus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 8: Butir Kedua (2) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Saya akan memberi sedikit kesimpulan tentang butir pertama frasa ke-2 (“Bapa yang Mahakuasa”).

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 10: Butir Kedua (4) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus adalah Tuhan sebelum dan sesudah dunia diciptakan. Yesus itu Tuhan dan baru diketahui oleh orang Kristen yang percaya Ia mati dan bangkit. Tuhan Yesus bangkit dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 11: Butir Kedua (5) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Dalam butir kedua Pengakuan Iman Rasuli, ada empat frasa yang perlu kita perhatikan: 1) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal; 2) Tuhan kita; 3) Yang dikandung ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 12: Butir Kedua (6) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Ketika menggabungkan Yesus dengan Kristus, kita telah menyatakan sifat ilahi dan sifat manusiawi ke dalam satu Pribadi yang tidak dapat dipisahkan. Kristus yang diurapi di dalam kekekalan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 13: Butir Kedua (7) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Setiap kali Tuhan campur tangan di dalam sejarah, Ia ingin agar manusia tahu bahwa Dialah Allah. Selain Dia tidak ada ilah lain. Di zaman Musa, Allah berkata ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 10 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 14: Butir Kedua (8) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kristus mewujudkan kehendak Allah Bapa dengan turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia. Karya-Nya begitu banyak, sehingga kita butuh banyak waktu untuk ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 15: Butir Kedua (9) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Iman merupakan suatu hal yang paling mendasar dan universal. Tidak ada agama yang kredonya lebih singkat, tepat, agung, dan sempurna dibandingkan dengan tiga butir tentang Allah di ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 16: Butir Kedua (10) Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa mewakili umat manusia dan telah memberontak kepada Tuhan, maka seluruh umat manusia berada di dalam dosa — dilahirkan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 17: Butir Kedua (11) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus

Butir kedua Pengakuan Iman Rasuli merupakan bagian yang terpanjang dan terpenting dari seluruh Pengakuan Iman Rasuli dan yang membedakan agama Kristen dari agama-agama lainnya, yakni iman kepada ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 18: Butir Kedua (12) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Manusia dicipta Allah menurut peta teladan-Nya, lebih tinggi dari semua makhluk karena manusia memiliki sifat-sifat Allah sendiri. Di dalam dasar hati manusia ada sifat keadilan, kebenaran, dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 19: Butir Kedua (13) Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati…

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya. Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 20: Butir Kedua (14) … mati dan dikuburkan

Yesus Kristus mati dan dikuburkan. Kristus yang muncul dalam sejarah merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Iman Kristen didirikan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di dalam waktu dan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 21: Butir Kedua (15) … mati dan dikuburkan

Setiap manusia yang hidup tidak memiliki pengalaman mati. Maka pembicaraan tentang kematian adalah rahasia yang mustahil dimengerti oleh para filsuf, disadari oleh para rohaniwan, diuraikan oleh para ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 22: Butir Kedua (16) … turun ke dalam kerajaan maut.

Dari seluruh pembahasan tentang Kristus, hal yang paling memperkenan Allah Bapa di sorga adalah pengenalan akan Anak Tunggal Allah, segala rencana dan anugerah-Nya, serta firman tentang Kristus. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 23: Butir Kedua (17) … turun ke dalam kerajaan maut.

Tema “Yesus dikuburkan” senantiasa menggetarkan hati saya, karena seumur hidup Ia tidak pernah memikirkan bagaimana jika Ia mati, siapa yang akan menyediakan kuburan bagi-Nya. Yesus begitu rela ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 25: Butir Kedua (19) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristuslah Juruselamat yang menggantikan kita, mengalahkan kuasa maut, dan bangkit dari antara orang mati. Kalimat ini adalah kalimat yang amat dahsyat dan menggemparkan, karena tak seorang pun ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 26: Butir Kedua (20) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Yesus mati dan dikuburkan. Allah memberi-Nya kuburan di pinggir kota Yerusalem, dekat sebuah taman, sebuah kuburan baru milik seorang kaya, Yusuf Arimatea. Allah di sorga tahu kebutuhan, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 27: Butir Kedua (21) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Kristus turun ke dalam kerajaan maut dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus menjadi perayaan terpenting Abad Pertama, karena merupakan penerobosan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 28: Butir Kedua (22) Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati.

Melalui kebangkitan Kristus yang sulung, kita semua akan menerima tubuh yang baru, tubuh kebangkitan, yang mirip dengan tubuh kebangkitan Yesus yang memiliki lima sifat yang berbeda dari ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 11 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 29: Butir Kedua (23) Naik ke sorga

Pengakuan Iman Rasuli merupakan dokumen terpenting yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi Alkitab menjadi rangkaian kepercayaan Kristen. Dalam bahasa aslinya, bahasa Latin, tiga kali muncul kata credo, ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 30: Butir Kedua (24) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Yesus yang kita percaya bukan hanya manusia yang hidup di dunia 33½ tahun saja, tetapi Ia sudah ada sejak kekekalan, dan di akhir zaman Ia akan datang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 31: Butir Ketiga (1) Aku percaya kepada Roh Kudus

Kini kita memasuki Pengakuan Iman Rasuli bagian ketiga. Bagian pertama tentang Allah Bapa, bagian kedua tentang Allah Anak dan ini yang terpanjang, dan bagian ketiga tentang Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 32: Butir Ketiga (2) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah butir ketiga dari Pengakuan Iman Rasuli. Tidak ada agama yang berbicara adanya Pribadi Kedua dan Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal. Mereka ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 12 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 36: Butir Ketiga (6) Aku percaya kepada Roh Kudus

Di dalam pikiran manusia, perlu ada peranan Roh Kudus untuk memimpin otak, fungsi rasio, dan menguasai seluruh intelektualitas manusia. Inilah yang dilawan oleh mereka yang mengaku penuh ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 38: Butir Ketiga (8) Aku percaya kepada Roh Kudus

Orang Kristen adalah satu-satunya orang di mana Roh Tuhan ada pada dirinya. Allah mengaruniakan Yesus sebagai hadiah terbesar bagi manusia dengan mengaruniakan penebusan kepada orang berdosa yang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 39: Butir Ketiga (9) Aku percaya kepada Roh Kudus

Ketika Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia, ini merupakan pemberian terbesar bagi manusia; ketika Allah mengirimkan Roh Kudus bagi Gereja-Nya, ini merupakan pemberian terbesar bagi Gereja. ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 41: Butir Ketiga (11) Gereja yang Kudus dan Am

Pengakuan Iman Rasuli terbentuk dari tiga kepercayaan, yaitu: Aku percaya kepada Allah, Aku percaya kepada Yesus Kristus, dan Aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah objek iman orang ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 15 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 42: Butir Ketiga (12) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus

Kini kita membahas, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.” Kekristenan banyak dikritik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 14 min read

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 43: Butir Ketiga (13) Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Tubuh, dan Hidup yang Kekal. Amin

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan ...

Transkrip - Pdt. Dr. Stephen Tong 13 min read

Dari Nikea, untuk Gereja yang Akan Diperbarui (Bagian Pertama)

Dewasa ini, banyak orang dan gereja yang menganggap bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanyalah suatu prosesi ritual yang dapat dilakukan dapat tidak, sehingga bukan sesuatu yang terlalu perlu ...

Alkitab & Theologi - Mario A. J. Sirait 7 min read

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII