Artikel

Penghiburan dalam Pergumulan Pengikut Kristus

Pernahkah engkau merasa letih dalam perjuanganmu sebagai pengikut Kristus? Engkau melihat guru-guru di sekolahmu (sekolah yang katanya sekolah Kristen) mengajarkan hal-hal yang melawan Firman Allah. Engkau melihat hidup sahabat-sahabatmu yang tidak kudus, dan engkau ditolak oleh mereka ketika engkau mau hidup kudus. Engkau melihat kecurangan di kantormu, tapi engkau merasa tidak bisa berbuat apa-apa karena kecurangan itu telah menjadi sistem. Bahkan engkau melihat dengan jelas dalam dirimu sendiri, bahwa ketika engkau ingin mengikut Kristus, terdapat kekuatan yang menarik engkau untuk berdosa lagi, berdosa lagi, berdosa lagi! Sehingga dalam bebanmu yang berat, engkau berteriak kepada Allah, “Ya Allah, saya letih!”

Wajarkah pergumulan-pergumulan yang demikian? Ya, pergumulan-pergumulan di atas adalah pergumulan-pergumulan yang wajar dialami orang Kristen di dunia ini. Dan sebenarnya pergumulan-pergumulan tersebut adalah tanda kehidupan rohani kita—tanda kehidupan yang menunjukkan adanya ketegangan antara hidup kita yang sudah dihidupkan dengan dunia berdosa yang mati, antara diri kita yang sudah ditebus dengan kehidupan lama kita yang masih bercokol.

Di Yoh. 17:14-16 Tuhan Yesus mengatakan bahwa pengikut-Nya bukan berasal dari dunia, tapi mereka berada di dalam dunia. Kita telah diberikan hidup yang baru, kesadaran yang baru, hati yang baru oleh Allah. Hidup yang baru ini betul-betul bertolak belakang dengan hidup lama yang dari dunia. Inilah penyebab pergumulan dan konflik kita dengan dunia yang kita hidupi saat ini. Jika kita masih dapat merasakan sakit, tandanya kita masih hidup. Orang mati tidak merasa sakit, tapi orang hidup merasa sakit jika ada sesuatu yang merusak tubuhnya. Begitu juga dengan hidup rohani kita. Kita perlu bersyukur jika kita mengalami pergumulan, karena justru orang yang mati rohani yang tidak mungkin bergumul karena ketegangan antara hidup baru dan dunia yang mati tidak ada.

Jika demikian, apakah penghiburan kita ketika kita bergumul melawan dosa, baik di dalam maupun di luar diri kita? Terpujilah Allah, yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Allah sejati, untuk menjadi manusia seperti kita. Anak Allah bukanlah Allah yang jauh, melainkan Immanuel, Allah yang dekat dengan kita. Anak Allah rela menjadi manusia, rela dibatasi, untuk menjadi Imam Besar yang dapat menaruh belas kasihan kepada kita. Ia mengalami pergumulan-pergumulan yang kita alami, bahkan dalam takaran yang jauh lebih berat daripada yang kita alami.

Sebelum Yesus menyerahkan Diri-Nya sebagai tebusan bagi kita, Ia telah mengalami pencobaan, penghinaan, dan ketersendirian; segala pergumulan yang kita alami, Ia mengalaminya, karena Ia adalah manusia sejati. Tuhan Yesus memiliki tubuh sama seperti kita memiliki tubuh. Ia memiliki perut yang bisa lapar ketika tidak makan selama 40 hari, Ia memiliki kulit kepala yang bisa luka ketika tertusuk-tusuk mahkota duri, Ia memiliki tubuh yang bisa letih ketika Ia membawa kayu besar 'terkutuk' di atas pundak-Nya. He is the man of sorrow and acquainted with grief. Anak Allah tidaklah berpura-pura, karena Ia adalah Kebenaran. Tuhan Yesus adalah manusia sejati yang sungguh dapat mengalami kesakitan seperti kita, karena Ia tidak mungkin berbohong!

Ajaran sesat yang mengajarkan bahwa Yesus bukan betul-betul manusia bersumber dari filsafat Yunani Gnosticism. Orang-orang yang percaya ajaran sesat inilah yang disebut antikristus oleh Rasul Yohanes dalam suratnya:

“Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia (KJV: Jesus Christ is come in the flesh), berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus ...” (1 Yoh. 4:2-3).

Ajaran Gnosticism secara umum mengajarkan bahwa jiwa/roh itu suci, sedangkan materi itu jahat. Maka berdasarkan asumsi sesat itu, mereka mengatakan bahwa tidaklah mungkin Allah sejati menjadi manusia sejati. Manusia sejati mempunyai tubuh yang berupa materi, dan materi itu pada dasarnya jahat. Maka ajaran sesat kekristenan yang dipengaruhi Gnosticism mengajarkan bahwa Tuhan Yesus bukan betul-betul Allah menjadi manusia. Ada dua macam ajaran sesat Kristen yang dipengaruhi Gnosticism:

  1. Docetism

Docetism berasal dari bahasa Yunani dokeo, yang artinya 'kelihatannya.' Ajaran ini mengajarkan bahwa Tuhan Yesus hanya 'kelihatannya' memiliki tubuh, padahal tidak.

  1. Cerinthianism

Cerinthianism mengajarkan bahwa Kristus yang ilahi bergabung dengan manusia Yesus pada saat peristiwa pembaptisan, dan meninggalkan manusia Yesus sebelum Dia mati. Cerinthianism berasal dari kata Cerinthus, yang merupakan pengajar utama dari ajaran sesat ini.

Berbeda mutlak dengan ajaran Gnosticism, Alkitab dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru mengajarkan bahwa segala ciptaan Tuhan itu baik, termasuk materi. Tubuh bukanlah penjara jiwa, seperti diajarkan oleh Gnosticism. Tubuh adalah ciptaan Allah yang indah untuk melaksanakan kehendak Allah. Itulah tujuan Yesus datang ke dunia ini menjadi manusia sejati, yaitu untuk melaksanakan kehendak Allah Bapa. Tubuh mencapai tujuan eksistensinya yang ultimat ketika dipakai untuk menggenapkan kehendak Allah. Tuhan Yesus berkata:

"Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku, ...  untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku" (Ibrani 10:5,7).

Jika kita betul-betul menghayati hal ini, maka kita akan lebih menghargai hidup ini dengan penuh ucapan syukur. Kita juga lebih mudah mengerti pentingnya mandat budaya jika kita mengerti bahwa materi itu dikehendaki Allah. Orang-orang Kristen yang hanya memikirkan kehidupan di sana (other worldly) tanpa mau bekerja di sini (this worldly) mungkin dipengaruhi Gnosticism atau Platonism. Teknologi, pendidikan, politik, dan lain-lain, adalah aspek-aspek kehidupan yang perlu direbut kembali bagi keTuhanan Kristus, bukan hanya jiwa/roh manusia saja.

Kita baru bisa mendapat penghiburan yang sejati dalam menjalani kehidupan Kristen kita jika mengerti bahwa Yesus Kristus juga adalah manusia sejati, yang bertubuh materi dalam menjalankan dan menggenapi kehendak Bapa di sorga, serta yang mengalami pergumulan dan kesakitan yang kita alami. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa Anak Allah menjadi manusia adalah suatu keharusan, “supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.” Tuhan Yesus menaruh belas kasihan terhadap kita. Ia mengerti pergumulan kita dalam usaha kita menjalankan kehendak Bapa, karena Ia telah mengalami pergumulan-pergumulan di dunia di dalam keberadaan-Nya sebagai manusia seperti kita.

Apakah pergumulanmu seberat pergumulan Kristus? Adakah kesedihan yang lebih besar dari kesedihan Pencipta yang ditolak oleh kepunyaan-Nya sendiri? Adakah pergumulan yang lebih besar dari pergumulan yang Maha Kudus untuk hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan dosa dan kejijikan? Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah! Pandanglah kepada Kristus dalam waktu-waktu pergumulanmu; di sanalah letak penghiburanmu. Pandanglah salib Kristus, di mana tubuh-Nya dipaku sebagai tebusan dosa kita; di sanalah letak kekuatan imanmu. Pandanglah kubur Kristus, di mana Yesus dibangkitkan dengan tubuh yang baru; di sanalah letak pengharapanmu.

Dan terlebih lagi sekarang, Tuhan kita yang sudah bangkit sedang berdoa dan terus bedoa bagi kita di sorga. Tuhan Yesus terus-menerus menjadi satu-satunya Pengantara kita kepada Allah Bapa, Ia terus-menerus bersyafaat bagi kita. Apakah yang kurang dari sukacita hidup orang Kristen? Tidaklah mungkin kita mengerti apa artinya sukacita berjalan bersama dengan Tuhan tanpa kita mengerti apa artinya bergumul di dalam pimpinan Tuhan.

Dalam letihnya perjuangan kita, ada penghiburan yang teguh: We do not struggle alone, the LORD Himself became man and struggled like us. The LORD understands our struggle and now He is watching and praying for us. What a wonderful Savior the LORD is!

I have a Savior, He's pleading in glory,

A dear, loving Savior though earth friends be few;

And now He is watching in tenderness over me;

And oh, that my Savior is your Savior, too.

“For you I am praying, for you I am praying,

For you I am praying, I'm praying for you.”

To fellow-workers in Christ,

Andi Soemarli Rasak

Pemuda GRII Singapura

Andi Soemarli Rasak

Januari 2008

1 tanggapan.

1. Elsi Juniaty dari Mamuju Sulawesi Barat berkata pada 27 June 2016:

Artikel/renungan memberkati dan menjadi penyemangat dalam pergumulan

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menu Share article jika terlalu panjang akan terpotong, apa tdk sebaiknya pakai link saja spy jg semakin banyak yg...

Selengkapnya...

Yang menjadi pertanyaan saya...memang kita harus tunduk kpd Allah dalam menafsirkan Alkitab, tetapi kenapa dalam...

Selengkapnya...

itu adalah benar bahwa kebenaran ada 2 (Dua) mutlak dan relatip ; yg Mutlak adalah ALLAH itu sendiri sedangkan...

Selengkapnya...

Kalau pakai apps, gambarnya tidak keluar.

Selengkapnya...

Saya suka artikelnya, bolehkah saya berlangganan untuk itu ?

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲