Resensi

Ujian, Pencobaan dan Kemenangan

Judul: Ujian, Pencobaan dan Kemenangan
Penulis: Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit: Lembaga Reformed Injili Indonesia
Tebal: 96 halaman

Allah adalah Kasih! Pengertian ini membuat banyak dari kita yang beranggapan bahwa jika kita ikut Tuhan maka kita akan lepas dari segala penderitaan dan kesulitan. Allah kita Mahakuasa! Dengan pengertian ini kita sering menyalahkan Tuhan untuk setiap hal buruk yang kita alami. Setelah bertahun-tahun menjadi orang Kristen, bagaimanakah pengertian kita akan ujian, pencobaan, dan kemenangan?

Mengapa manusia, khususnya orang Kristen, harus berada di bawah ujian dan pencobaan? Mengapa Allah menguji kita? Mengapa orang Kristen diperbolehkan oleh Allah untuk dicobai setan? Dan bagaimana orang Kristen bisa hidup penuh kemenangan?

Melalui buku ini, Pdt. Dr. Stephen Tong mengajak kita untuk memikirkan dengan serius mengapa manusia menderita, mengalami ujian, dan dicobai oleh setan. Kita juga diajar untuk membedakan antara ujian dan pencobaan, serta bagaimana kedua hal itu dapat membawa kita kepada tujuan yang sudah Allah tetapkan bagi orang Kristen, yaitu mencapai kemenangan.

Pdt. Dr. Stephen Tong memulai dengan manusia sebagai makhluk ciptaan yang krusial, dilanjutkan dengan asal mula dosa dan kaitannya dengan manusia. Dengan demikian, kita diajak untuk memikirkan keadaan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. “Jikalau manusia tidak jatuh, manusia dicipta di dalam status yang khusus, unik, istimewa, dan tidak ada bandingannya.” Lima keunikan manusia, yaitu krusial dalam sifat, dalam urutan, dalam ordo kejatuhan, dalam kepribadian, dan dalam efek kebebasan dibahas secara mendetail. Dari sinilah kita belajar bahwa status manusia yang begitu unik dan krusial mengakibatkan manusia harus mengalami ujian dan pencobaan. Melalui pembahasan ini, kita boleh belajar mengerti status dan tujuan kita yang tepat sebagai seorang manusia sejati.

Pada Bab Kedua, Pdt. Dr. Stephen Tong membicarakan tentang status krusial manusia. Di manakah Allah menciptakan manusia? Allah mencipta manusia di tengah-tengah Allah dan setan, Allah dan alam, roh dan materi, baik dan jahat, serta antara Firman Allah dan interpretasi yang salah. “…kita dicipta supaya kita bisa menjadi wakil (representatif) Tuhan yang memihak Allah dan tidak memihak setan.” Melalui pembahasan ini kita ditantang untuk menjadi manusia yang benar-benar berada di dalam status yang ditetapkan Allah.

Bab Ketiga adalah pembahasan tentang ujian dan pencobaan. Bab ini diawali dengan jawaban dan penjelasan Pdt. Dr. Stephen Tong atas pertanyaan-pertanyaan sulit yang sering muncul berkenaan dengan ujian dan pencobaan, seperti: “Mengapa di taman Eden harus ada pohon terlarang? Mengapa pintu sorga bisa kebobolan ular? Mengapa Tuhan memberikan kebebasan memilih?” Dengan demikian konsep kita yang salah tentang ujian dan pencobaan diperbaiki dan dibenarkan.

Berikutnya, Pdt. Dr. Stephen Tong membahas tentang keharusan adanya ujian dan pencobaan. Beliau mengaitkan topik ini dengan kedaulatan Tuhan dan maksud Tuhan bagi kita. Apakah yang menjadi maksud Tuhan di balik ujian dan pencobaan? Untuk mencapai kemenangan dan penyempurnaan! “Kemenangan baru bisa dikatakan menang setelah adanya pencobaan dan ujian.” “Allah justru memberikan ujian kepada manusia supaya manusia bisa menang, membiarkan adanya pencobaan supaya manusia bisa mengalahkan setan. Tuhan memberikan kebebasan supaya iman kita kepada Allah diambil melalui satu kerelaan dan bukan karena pemaksaan. Maka keberadaan ujian dan pencobaan merupakan status keharusan (absolute necessity) agar kita menang.”

Selain untuk mencapai kemenangan, Tuhan juga bermaksud supaya manusia mengalami penyempurnaan melalui ujian dan pencobaan. “Meskipun ketika dicipta kita sudah sempurna, namun ujian dan pencobaan akan membawa kita kepada kesempurnaan yang lain lagi.” Pdt. Dr. Stephen Tong menekankan bahwa kesempurnaan konfirmasi (yang telah genap) melampaui kesempurnaan natural dan untuk mencapainya diperlukan proses. Kita memerlukan ujian dan pencobaan sebagai proses yang kita harus lalui untuk mencapai kesempurnaan konfirmasi tersebut.

Dan terakhir, Pdt. Dr. Stephen Tong mengajarkan tentang Kristus, Sang Teladan, yang telah mengalami ujian dan pencobaan, menderita dan taat, dan mencapai kemenangan-Nya. “Kita perlu kembali pada prinsip bahwa melalui penderitaan kita belajar ketaatan, melalui ketaatan kita mencapai kesempurnaan.” Kita diajak untuk merenungkan bagaimana Ia bisa menang dan bagaimana pencobaan itu menerpa Dia. Dalam bab terakhir ini, beliau menguraikan tiga pencobaan yang Tuhan Yesus alami di padang gurun dan rahasia kemenangan-Nya. Buku ini diakhiri dengan beberapa langkah untuk mengikuti jejak kaki Tuhan Yesus yang dapat kita aplikasikan untuk dapat memenangkan ujian dan pencobaan.

Keseluruhan isi buku ini menjawab banyak pergumulan orang Kristen mengenai ujian dan pencobaan. “Saudara adalah manusia yang dicipta untuk diuji dan dicobai. Roh Kudus, tangan Tuhan sendiri, akan memimpin Saudara untuk melewati ujian dan pencobaan.” Biarlah setelah membaca buku ini, kita berdoa agar Tuhan memperbaiki konsep dan sikap hidup kita yang salah tentang ujian dan pencobaan. Dan agar Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengalahkan setiap kesulitan, ujian, dan pencobaan sehingga mencapai kemenangan dan penyempurnaan yang Tuhan maksudkan bagi kita. “Biarlah Saudara belajar seperti Yesus Kristus, dari penderitaan belajar taat, dan dari taat menjadi sempurna. Amin!”

 

Melinda

Pemudi GRII Singapura

Melinda

September 2009

2 tanggapan.

1. Luky elgeano lanny dari Purbalingga-Jawa Tengah berkata pada 13 August 2012:

ujian dan pencobaan merupakan 2 hal yang kelihatannya mudah namun terkadang sangat sukar untuk diaplikasikan. Siapkanlah diri untuk menghadapinya. Dengan tetap bersandar kepada Tuhan.

2. Sandi Pratama dari Samarinda berkata pada 14 December 2013:

Syalom buletin pilar,,

Saya mau menanyakan tentang buku ini khususnya bab 1 (Kejadian 1-3). Ada beberapa hal yang dalam perenungan, saya masih belum mengerti :

Pertama, Apakah tujuan Allah saat itu menempatkan Adam dan Hawa satu lokasi dengan pohon kebenaran dan pohon kehidupan?

Kedua, bagaimana taman Eden bisa 'ditembus' oleh ular / iblis?

Tiga, Di pasal 3 ayat 22,23 dijelaskan bahwa Allah terkesan 'takut' jika manusia akan memakan pohon lainnya yaitu pohon kehidupan sehingga Allah mengusir mereka. Apakah ini 'kesalahan' Allah menempatkan manusia dan 2 pohon penting dalam satu lokasi? Jika kedua pohon itu sangatlah penting dan krusial, mengapa Allah menempatkan satu lokasi dengan manusia?

Terimakasih.

Salam Sandi

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk KIN bagi Guru Sekolah Minggu dan Guru Pendidikan Agama Kristen yang telah diadakan pada tanggal 11-16 November 2014. Bersyukur untuk lebih dari 3.000 peserta yang telah menghadiri acara ini, kiranya api penginjilan yang telah dikobarkan terus membara.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Ditengah suasana Natal kita diingatkan untuk melihat dan mengingat dengan pasti pada kedatanganNya yang Pertama...

Selengkapnya...

Struktur dan pembagian al-quran. al-quran terdiri ats 114 bagian yg dikenal dgn nama suroh ( surat ) dan 6666...

Selengkapnya...

Samson memang memiliki karakter yang tidak taat, ketika ia menjadi hakim bagi bangsa Israel, dia juga mengambil...

Selengkapnya...

Terimakasih buat renungannya yang sangat memberkati saya sebagai bahan reference untuk share di big group nanti...

Selengkapnya...

samson dapat menjadi simbol iman ketaatan dan keberanian

Selengkapnya...

© 2010, 2014 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲