Transkrip

Iman di dalam Kristus

Kita telah belajar mengenai iman berasal dari Allah Bapa. Kini kita melihat aspek kedua, yaitu iman berasal dari Yesus Kristus. Yesus Kristus yang menciptakan iman dan Yesus Kristus yang menyempurnakan iman di dalam sepanjang hidup kita mengikuti Dia. Di dalam Ibrani 12:1-2 dituliskan bagaimana kita memandang kepada Yesus sebagai sumber iman, Yesus yang mengadakan dan menggenapkan iman, dan Dia kemudian menjadi teladan bagi kita. Dia sendiri mengabaikan penghinaan, tekun memikul salib, dan akhirnya menggantinya dengan sukacita yang disediakan bagi Dia, serta sekarang duduk di sebelah kanan Allah. Saya ingin memberikan dua butir berkenaan dengan tema ini.

1. Memandang pada Yesus

Memandang Tuhan Yesus karena Dia adalah yang mengadakan dan yang menggenapkan iman. Di dalam terjemahan lain dituliskan: “He starts, He creates faith and He accomplishes and He guides us until the end. Dia yang menciptakan iman, dan Dia yang memimpin kita serta menggenapi iman itu dalam diri kita. Ia yang memulai dan Ia juga yang mengakhiri. Dia yang mengadakan dan menyempurnakan, Dia yang menciptakan dan yang menggenapi. Iman berasal dari mana? Ayat yang kita baca menyatakan bahwa iman berasal dari Kristus. Ada orang belum percaya yang diberitahu bahwa jika ia percaya akan sembuh, maka ia pasti sembuh. Lalu ia mengatakan, “Ya, saya percaya.” Ia berharap segera sembuh. Percaya ini berasal dari mana? Kalau percaya ini sekedar dari dirinya sendiri, dan ia sendiri yang mau percaya, maka itu pasti bukan iman Kristen. Iman yang pertama-tama harus berasal dari Bapa, dan kemudian kita melihat bahwa iman itu harus dimulai dan diakhiri di dalam Kristus. Yang mengadakan iman dan yang menyempurnakan iman adalah Kristus sendiri.

2. Yang menyempurnakan iman

Kristus bukan hanya memulai iman, tetapi Ia juga yang menggenapkan dan menyempurnakan iman. Bukan hanya memandang kepada Kristus sebagai sumber dan awal iman, tetapi juga di dalam Dia kita mengakhiri dan menggenapkan iman kita. Maka tidaklah salah jika para murid Kristus meminta kepada Kristus untuk menambahkan iman kepada mereka, karena mereka kurang iman. Iman bukan disempurnakan oleh diri kita sendiri, apalagi melalui semua yang kita kerjakan menjadi jasa iman. Memohon kepada Kristus untuk ditambahkan iman, atau sesuai dengan tema kita, yaitu agar iman kita boleh disempurnakan, adalah doa yang benar. Tidak ada seorang pun yang sempurna imannya. Di dalam hidup, terkadang saya merasa begitu sulit bekerja dengan orang yang tidak beriman. Semua terlihat begitu negatif, semua menjadi tidak mungkin, semua sulit dikerjakan, semua seolah-olah sia-sia. Saya telah menjadi yatim sejak usia tiga tahun dan hingga saat ini saya sangat jarang mengatakan sesuatu itu sulit, sesuatu tidak bisa dikerjakan, atau tidak mungkin. Saya selalu mencoba belajar bersandar pada Tuhan dan mohon Tuhan memberikan kekuatan dan pencerahan untuk menolong saya melakukan itu. Bukan berarti saya mengabaikan kesulitan yang ada. Saya sangat menyadari banyak hal sangat sulit. Namun, kita harus belajar bisa mengalahkan kesulitan dengan kekuatan yang Tuhan berikan kepada kita. Ini yang disebut iman. Jika kita adalah orang Kristen, maka kita harus belajar beriman dengan benar. Sayang kalau kita mengaku sebagai orang Kristen tetapi setiap hari hidupnya tidak beriman, lalu menertawakan orang yang beriman.

Iman bukan nekat, tetapi iman juga bukan pengecut. Di dalam banyaknya kesulitan kita bisa belajar menerobos keluar. Menyelesaikan dan melewati setiap kesulitan, betapapun besarnya, adalah iman. Kita sering kali menyanyikan bahwa iman memberikan kemenangan, tetapi kehidupan kita sendiri penuh dengan kekalahan. Benarkah kita percaya pada Kristus? Benarkah iman kita di dalam Kristus adalah iman yang menyempurnakan? Iman yang memberikan kemenangan? Jika kita percaya bahwa iman kita memberikan kemenangan, kita bisa menerobos kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Itu berarti kita percaya kepada Allah yang betul-betul memberikan kekuatan kepada kita.

Ada orang yang mengatakan pada saya beberapa tahun lalu bahwa GRII tidak mungkin mendapatkan izin bangunan. Saat itu saya diam saja, hanya berdoa kepada Tuhan. Sekarang terbukti siapa yang benar siapa yang salah. Yang benar adalah Tuhan, yang salah adalah orang yang tidak percaya. Kita yang bersandar pada Tuhan, kita akan melihat kebenaran itu. Saya ingin menjadi pemimpin suatu gerakan yang beriman, tetapi itu tidak mudah. Iman bukan berasal dan bersumber dari manusia, tetapi dari Tuhan. Dan iman yang diberikan kepada seseorang selalu dianggap sebagai suatu mimpi yang tidak mungkin dilakukan. Kita perlu belajar dari Abraham, ketika diberitahu, ia setia dengan apa yang Tuhan katakan. Setiap kali diberitahu satu kalimat, ia segera memegang satu kalimat itu. Inilah iman yang sejati. Abraham sangat berbeda dengan istrinya. Istrinya mencurigai kebenaran perkataan Tuhan. Ia menertawakan firman Tuhan. Ia menganggap apa yang dikatakan Allah tidak mungkin, karena tidak sesuai dengan pikiran dan pengalaman manusia. Mana mungkin Abraham tahun depan akan bisa memiliki anak jika Sara sudah tidak mengalami ‘datang bulan’ lagi? Itu sesuatu yang tidak mungkin. Apa yang Tuhan katakan adalah sesuatu yang tidak mungkin. Maka istri Abraham menertawakan apa yang Allah katakan. Tetapi ketika Allah menegur, ia menyangkal dan tidak mau mengakui. Ini sikap yang tidak benar. Sudah tidak mau percaya, tidak beriman, masih menyangkal. Mungkin dalam beberapa aspek, kita bisa juga bersikap seperti Sara. Bukan hanya tidak percaya apa yang Allah katakan, tetapi juga menertawakannya, dan sekaligus menyangkal ketika Tuhan menegur kita. Mungkinkah di dalam sebuah negara yang mayoritas masyarakatnya bukan Kristen bisa mendapatkan izin untuk mendirikan sebuah gereja yang besar? Mungkin dalam pikiran banyak orang, itu adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi bagi Tuhan itu mungkin. Orang beriman akan berkata: mungkin! Bilakah waktunya? Memang kita semua tidak tahu, tetapi itu tetap mungkin. (Kini kita tahu bahwa gedung ini sudah terealisasi dan berdiri dengan megah, didedikasikan kepada Tuhan dalam Kebaktian Dedikasi pada tanggal 20 September 2008 yang lalu, di Jl. Industri, Kemayoran, Jakarta, red.). Iman memiliki banyak sekali varian dan aspek. Ada iman yang menyelamatkan, iman bahwa Tuhan memelihara kita, atau iman di dalam menghadapi kesulitan, dan lain-lain.

Seorang Inggris, George Müller memelihara anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh bapak dan ibu mereka, atau anak dari pelacur yang tidak mau memelihara mereka, atau anak orang yang terlalu miskin sehingga tidak sanggup lagi memelihara mereka. Anak-anak terbuang ini ia terima dan pelihara. Dalam kondisi yang paling berat, ia pernah memelihara 1.000 anak yatim piatu. Ia harus memberi makan seluruh anak-anak itu. Ia sendiri bukan seorang yang kaya raya. Terkadang ia tidak tahu dari mana ia memperoleh roti untuk memberi makan anak-anak tersebut. Tetapi ia sungguh beriman kepada Tuhan. Ia hanya berlutut dan memohon kepada Tuhan agar Tuhan masih berkenan memberi makan anak-anak ini. Kita terkadang memelihara dua anak saja sudah sulit luar biasa. Bisa kita bayangkan betapa susah dan sulitnya George Müller ketika harus mengasuh dan memelihara 1.000 orang anak setiap hari. Suatu hari petugas dapurnya memberitahukan kepadanya bahwa sudah tidak ada makanan sama sekali. Ia tidak tahu bagaimana memberi makan anak-anak untuk makan siang mereka. Jika pukul 12 siang bel dibunyikan dan anak-anak berlarian ke ruang makan, apa yang akan diberikan kepada mereka? George Müller ketika mendengar hal itu, ia masuk ke kamarnya, berlutut dan berdoa kepada Tuhan: “Tuhan berikanlah makanan kepada anak-anak ini, aku beriman kepada-Mu.” Tetapi bagaimana? Jika diberikan tepung, saat itu sudah pukul 10 pagi, tidak mungkin ada waktu untuk membuat roti. Tetapi ia tetap beriman. Ia keluar dari kamar, dan memerintahkan untuk tetap membunyikan bel tepat pukul 12 siang. Ketika pegawainya bertanya, apa yang akan diberikan nanti ketika anak-anak sudah di ruang makan, maka George Müller menjawab: “Tuhan akan menyediakan.” Mungkin pegawai itu akan keluar dan berkata kepada teman-temannya, “Wah, orang tua itu susah diajak bicara. Mustahil kita membunyikan bel makan pukul 12 siang sementara kita tahu persis bahwa sama sekali tidak ada makanan yang bisa kita suguhkan. Tapi memang kita tidak bisa bicara dengan orang tua itu.” Ketika pukul 12 siang, pegawai itu benar-benar membunyikan bel dan ia ingin melihat bagaimana caranya George Müller akan menghadapi anak-anak yang kelaparan sambil tidak ada makanan sama sekali. George Müller masuk ke ruang makan, anak-anak juga sudah masuk ke ruang makan, dan mereka dengan tertib lalu berdoa. Namun, mereka heran karena tidak ada makanan yang tersuguh di meja makan. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Beberapa kereta membawa roti berhenti di depan rumah itu. Orang yang menghantar menanyakan apa benar ini rumah George Müller dan betul-betul merupakan rumah panti asuhan. Setelah dikonfirmasikan, maka ia memberitahukan bahwa ia diminta seorang kaya untuk mengantar roti itu tepat pukul 12 siang ke rumah itu. Maka seluruh anak itu bisa makan sampai kenyang. George Müller berlutut dan berdoa: “Tuhan, Engkau adalah Allah yang hidup!” Jangan ikut-ikut cara George Müller jika saudara bukan orang yang beriman sungguh ke dalam Kristus, nanti engkau akan mengalami hal yang menakutkan. Engkau harus memupuk imanmu berpuluh-puluh tahun di hadapan Tuhan sampai kekuatan yang sedemikian dahsyat bisa mengalahkan semua godaan setan, dan hidup sepenuhnya untuk kemuliaan Tuhan dan tidak mempermalukan Tuhan. Allah adalah Allah yang lebih tinggi dari setan. Ketika George Müller tua dan orang bertanya kepadanya tentang rahasia kekuatan imannya dan bagaimana ia bisa percaya kepada Tuhan dengan begitu riil, ia menjawab: “Saya tidak mempunyai rahasia apa-apa. Yang saya tahu hanya percaya kepada-Nya sepenuhnya di dalam doa saya. Saya membaca Firman-Nya lebih dari 100 kali dari awal sampai akhir. Saya mengetahui bahwa Firman dan janji Tuhan itu sungguh dan dengan itu aku tidak membutuhkan rahasia apapun, kecuali berlutut dan berbicara kepada Bapaku.” Iman itu sungguh, iman itu riil. Jikalau saudara dibesarkan dalam kondisi tidak beriman, saya rindu generasi ini menjadi generasi yang beriman.

Indonesia ini negara apa? Indonesia ini mau ke mana? Jika anak-anak muda lebih suka berkelahi dan tawuran, yang tua lebih suka korupsi dan berbuat curang; theologi yang baik tidak dimengerti, musik yang bermutu tidak dimengerti, iman yang benar tidak dimengerti, firman Tuhan tidak dimengerti, seni yang baik tidak dimengerti, lalu seluruh bangsa ini mau menjadi apa? Saya rindu menggarap suatu generasi yang betul-betul mau beriman, yang mau theologi yang baik, yang mau mengerti musik yang baik, hidup yang baik. Untuk itu saya tidak mengenal lelah, saya tidak mau menyerah, dan saya tidak mau berkompromi. Saya tidak akan mundur ketika saya harus berhadapan dengan kesulitan. Saya mau beriman dan bersandar kepada pimpinan Allah, taat pada Firman-Nya, dan terus maju sampai hari ini. Siapa di antara Anda sekalian yang mau beriman? Siapa yang tidak bersandar pada uang, atau tidak menggarap ambisi pribadi, melainkan mau beriman dan taat kepada Tuhan? Kiranya kita boleh selalu bergumul dan beriman untuk mau menggenapkan rencana Tuhan Allah yang telah direncanakan di dalam sorga, agar boleh digenapkan di bumi ini, karena ada orang-orang yang bersandar dan beriman kepada-Nya. Amin.

Pdt. Dr. Stephen Tong

November 2008

7 tanggapan.

1. Lucky dari Tangerang selatan berkata pada 12 November 2012:

Saya ada pertanyaan mengenai iman. Saat ini saya sudah melepas agama yang selama ini saya anut dari kecil (katolik). Tetapi saya percaya hanya kepada Yesus sebagai Tuhan. Dan saat ini saya memutuskan saya tidak memiliki agama dan apabila saya memiliki agama baik itu kristen,katolik,islam,budha,hindu atau apapun saya tidak akan pernah meninggalkan yesus sedetikpun dan akan selalu memuliakan Dia sebagai Tuhan.

Karena menurut saya, agama yang ada tidaklah membawa keselamatan. Tetapi malah menyesatkan dalam beberapa arti. Dan hanya Yesuslah satu2nya keselamatan. Krn itu saya memutuskan untuk menanggalkan agama. Dan saya akan memilih agama berdasar kpd calon istri saya kelak. Apapun itu dan saya berjanji kpd Yesus saya tidak akan meninggalkan Dia sbg Tuhan sedetikpun.

Bagaimana menurut anda? Apakah yg saya lakukan ini termasuk iman yg dapat dibenarkan atau tidak? Jujur, saya percaya penuh kepada Yesus. Apapun agama saya kelak. Bgmn anda menanggapi pertanyaan saya? Apabila saya salah, tolong katakan dmn salah saya. Trims

2. Kudeng Sallata dari Makassar berkata pada 14 November 2012:

Yth Bp Lucky di Tangerang

Visinya sudah baik yaitu beriman penuh kepada Tuhan Yesus namun cara menjalaninya (misi) perlu anugerah lagi yaitu bagaimana bersekutu, melayani dan bersaksi tentang Yesus. Setia melaksanakan tiga pillar tersebut adalah ciri telah mendapat iman yang bertumbuh.

Mohon maaf apabila tidak berkenan terima kasih

Tuhan memberkati

3. PJC dari jakarta berkata pada 15 November 2012:

hallo Lucky,

Iman Kristen bukanlah sekedar percaya & tahu bahwa Yesus adalah Tuhan, karena setan2 pun mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan & Anak Allah. tapi setan2 tidak berdiri memihak kepada Kristus, tapi mereka berada di luar Kristus, sebab tidak mau tunduk kepada Kristus.

---------- 2 Yohanes 1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

----------- Lukas 11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

----------- Lukas 12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

------------ Ibrani 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

---------

coba Lucky kritisi pikiran sendiri: jika Lucky berkata agama tidak ada yang benar, mengapa anda harus mengikuti agama calon istri yang tidak benar? TIDAK BENAR itu sama dengan MENENTANG KEBENARAN ATAU MELAWAN KRISTUS.

setiap agama mempunyai dasar iman kepercayaan. di dunia ini hanya ada 2 jalan/aliran: Kristus dan Anti-Kristus. setiap yang melangkah keluar dari Kristus, maka dia adalah anti-kristus. maka bisa dikatakan selain agama Kristen (artinya pengikut Kristus), maka semua itu adalah anti-kristus. bagaimana Lucky bisa berkata percaya Kristus adalah Tuhan tapi mengikuti agama yang anti-Tuhan Yesus? ini malah lebih parah daripada orang2 yang sama sekali tidak percaya, ini seperti PENGKHIANATAN!!!!!! mohon dipertimbangkan lagi keputusan & pikiran Lucky itu. karena menikah hanyalah masalah sementara di dunia, paling lama 50tahun saja mungkin. tapi keselamatan adalah berlaku selama2nya. apalagi kita tidak tahu umur kita, jika anda baru saja mengucapkan syahdat agama lain, lalu malamnya mati, wah betapa menyesal & malunya saat bertemu Tuhan Yesus nanti.

---------------

Tuhan Yesus memanggil kita untuk KELUAR dari dunia & dikuduskan/dikhususkan hanya bagi Dia, seperti Israel harus keluar & melupakan Mesir. Ada 2 percaya: 1.percaya karena memilih berdasarkan hati atau pengetahuan. 2.percaya karena dorongan iman dari Roh Kudus, yaitu dipilih Allah.

sifat percaya yang pertama adalah 'percaya sementara'. semua orang yang berkata percaya, pasti awalnya sangat yakin bahwa dia akan setia & tidak akan meragukan kepercayaannya. tapi jika hanya karena pilihan hati, maka dia akan meninggalkan Kristus setelah mencintai seseorang. Karena Yesus berkata: kamu tidak bisa menghamba kepada 2 tuan, kamu akan mengasihi yang satu & membenci yang lain.

sifat percaya yang kedua adalah 'percaya yang tak bisa menyangkal lagi' atau 'dari iman kepada iman'. orang beriman ini tidak akan puas dengan hanya percaya kepada Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat saja, tapi oleh Roh Kudus, dia akan terdorong untuk senang datang ke rumah Tuhan, haus firman Tuhan, menggali Alkitab seperti mencari harta karun, lama kelamaan dia akan 'meninggalkan' apapun & hanya memandang & hidup bagi Kristus setiap detiknya.

----

salam kasih Kristus. GBU.

4. Johan dari Jakarta berkata pada 27 September 2013:

Saya punya pertanyaan mengenai IMAN, saya Percaya Kasih Yesus yg memelihara Hidup saya, begitupun dengan Iman seorang Adik yg saya Kasihi, namun suatu ketika adik saya divonis Kanker stadium 3 Dan itu semakin membuat dia lebih mendekatkan diri Kepada Yesus, setelah didoakan oleh seorang Hamba Tuhan yg Terkenal, dia pun berangkat ke Malaka untuk operasi, dan operasi Itu berlangsung sukses, adik saya berangsur sembuh Dan dia bersaksi tentang kebaikan2 Tuhan Yesus, empat bulan kemudian, Perut adik saya kembali membesar serta kaki nya membengkak dan beberapa Hamba Tuhan datang berdoa baginya Dengan IMAN Adik saya Percaya Tuhan Yesus akan mengurapi dia Namun penyakit yg datang semakin berat, sehingga adik saya Sukar berafas, disaat terakhir saya bertemu dengan dia dalam keadaan pucat dan lelah, saya mendengar kesaksian dari hamba Tuhan Bahwa segala roh serta kekuatan jahat telah dipatahkan oleh Kuasa kristus dan sayapun meyakin kan Adik saya bahwa segala kekuatan jahat tidak akan berdaya dengan kekuatan yg dari Yesus Karena sayapun percaya Adik saya sdh di Jamah Tuhan dan pasti Sembuh, namun keesokan hari (pagi sekali), saya mendapatkan Berita adik saya sudah tidak ada lagi, saya sangat kecewa! karena dia adik yg paling saya sayangi, saya kecewa karena sebelumnya hamba Tuhan itu mengatakan adik saya sdh Sembuh! dan dengan Iman yg sama saya pun berkata "kamu pasti sembuh Kini saya bimbang menentukan arah iman saya! mohon petujuk Kemana saya hrs MENENTUKAN IMAN saya, trims sebelumya

5. Kudeng Sallata dari Makassar berkata pada 30 September 2013:

Sdr Johan yang terkasih dalam Kritus Yesus. Apa yang dialami dan dirasakan merupakan sebuah perjalanan hidup sebagai manusia berdosa di dunia dan berlaku kepada semua manusia termasuk saya. Keputusasaan, kekuatiran,rasa kehilangan sangat dalam akibat meninggalnya seseorang yang sangat kita kasihi seperti yang anda alami terbuka bagi semua manusia termasuk saya bahkan banyak orang menjadi "gila" apabila tidak terkendali. Bagi kita orang Kristen alat pengendali adalah IMAN yang telah bertumbuh menuju sempurna dalam diri kita. IMAN tersebut adalah IMAN ALKITABIAH (sesuai janji Firman dalam Alkitab) yang mengerti KEDAULATAN TUHAN sebagai pencipta dan manusia sebagai ciptaan menerima IMAN daripadaNYA menurut kehendakNYA (Ef.1:4-12) yang diterapkan bagi kita oleh Roh Kudus dalam peristiwa dilahirkan kembali kata Tuhan Yesus (Yoh.3:3). Iman Alkitabiah lebih mengutamakan kehidupan kekal yang telah disiapkan oleh Tuhan Yesus melalui peristiwa kematian, penyaliban dan kebangkitan kembali mengalahkan maut. Paulus mengingatkan kepada orang-orang beriman di Korintus (1 Kor.15:17-20) bahwa binasalah orang-orang meskipun telah tergolong orang Kristen dan percaya serta mati dalam Kristus apabila HANYA menaruh pengharapan dalam hidup sementara di dunia ini. Doa adalah bagian dari usaha manusia sekalipun Yakobus menyebut bahwa Doa orang-orang benar besar kuasanya tapi ingat Tuhan yang berdaulat menentukan jawabannya menurut kehendakNya. Marilah menaruh pengarapan pada Janji Tuhan yaitu KEHIDUPAN KEKAL setelah kedatangan kembali Oleh Yesus sebagai hakim untuk menghakimi orang mati dan yang masih hidup dan pasti bagi kita yang beriman secara benar akan dianugerahi kehidupan kekal bersama DIA di Surga. Itulah iman percaya kita dan mohon maaf apabila ada yang tidak pada tempatnya, Tuhan memberkati.

Shaloom.

6. Bersedia Belajar dari Jakarta berkata pada 10 December 2013:

Shalom, salam kenal, sy sdg blogwalking ktemu di blog ini, artikel2nya menarik, menginspirasi dan meneguhkan, ijinkan di sini sy coba memberi tanggapan kepada sdr Johan karena sy pernah melihat kejadian yang serupa di salah satu gereja di mana jemaat dan gembala sidangnya beriman bahwa istrinya yang terkena kanker getah bening disembuhkan, tetapi kenyataanya lain, meninggal beberapa waktu kemudian. Di mana letak kesalahannya? Setiap gereja memiliki doktrinnya, tetapi kita tak terkecuali apapun merk gerejanya perlu mencari jawaban pada Alkitab yang adalah firman Tuhan, firman Tuhan adalah jawaban. Roh Kudus, Pribadi yang adalah penasehat dan penolong setiap orang percaya. Yang perlu dimengerti adalah bahwa Allah tidak pernah berbuat salah. Firman Tuhan itu ya dan amin. Maaf bukan bermaksud menyalahkan dari setiap pribadi yang terlibat dalam kejadian tersebut, bahwa semua kita pemercaya, semua kita:"untuk lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus." (Ibr.2:1), 1). dalam Markus 11:22 percayala kepada Allah, dalam terjmhn yang lain dikatakan artinya milikilah imannya Allah. Sesuatu terjadi seperti yang kita kehendaki, ketika kita memiliki imannya Allah, apakah imannya (rhema) Allah kita terima pada saat kejadian tersebut, atau itu baru imannya (yang masih bersifat logos) kita. 2). Dalam Yakobus mengatakan:"Doa org benar bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya. (Yak.5:16b), dengan yakin, nah kata yakin di situ, menyala-nyala keyakinannya, sangat yakin sekali, keyakinan yang sangat kuat di dalam hati yang berasal dari Roh Tuhan. Apakah dalam kasus di atas memiliki keyakinan seperti itu, jadi bukan keyakinan diri atau ya percaya akan sembuh begitu saja, tetapi keyakinan yang sangat kuat sekali yang dari Roh Tuhan.3).Tuhan Yesus mengajarkan kpd murid2Nya Doa Bapa kami, diantarnya:"Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. Dalam doa di Getsemani, Yuhan Yesus mengatakan: ...jadilah kehendakMu." Mengetahui kehendak Tuhan dengan pasti, apa yang Tuhan kehendaki dari kejadian ini...bukan kehendak kita yang terjadi walaupun secara manusia kita menginginkan kesembuhan untuk mereka yang kita kasihi. Yesus sebagai teladan kita bisa saja menolak untuk menyerahkan diriNya untuk pergi ke salib, Jadi Tuhan tahu yang terbaik untuk setiap hidup kita. Belajar selalu untuk memiliki hati yang berserah, mengasihi Dia sepenuhnya, hati yang selalu melihat Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Maaf mungkin penjelasan saya sangat terbatas, smg dapat memberikan bantuan, salam kasih, Jbu

7. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 December 2013:

Saudara Lucky di Tangerang yang dikasihi Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juruslamat kita.

Ada pertanyaan buat Saudara Lucky.

Apakah Saudara Lucky masih aktif dalam communitas Kristen? Apabila Saudara tidak aktif lagi dalam communitas atau persekutuan orang-orang Kristen, itu berarti bahwa Saudara sudah jauh dari Tuhan Yesus Kristus, walaupun Saudara percaya bahwa Yesus itu Tuhan.

Yang Tuhan mau adalah Saudara harus menjadi saksi Kristus, yaitu untuk memberitakan kelahiran, kematian dan kebangkitan Kristus dari antara orang mati dan telah terangkat ke sorga duduk disebelah Allah Bapa.

Kita harus menyebarkan berita itu, karena itu adalah suatu perintah yang harus kita lakukan (baca Kisah Para Rasul 1:6-11) Yaitu kita harus menjadi saksi Kristus sampai ke ujung dunia untuk menjadikan seluruh bangsa menjadi murid Tuhan Yesus Kristus. Jikalau itu tidak kita lakukan, maka sia-sialah kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Yesus Kristus menekankan kepada kita, supaya kita mengasihi "Dia" dengan cara apabila kita telah melakukan Perintah-Nya (baca Yohanes 14:15-21).

Kita harus dengarkan perintah Tuhan Yesus Kristus. Itulah yang dinubuatkan oleh nabi Musa kepada bangsa Israel dan secara otomatis juga berlaku kepada kita. Baca kitab Ulangan 18:19 yang di catat sebagai berikut: "Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban."

Yang penting ialah, kita harus mendengarkan dan melakukan Perintah Tuhan Yesus Kristus, karena Dia telah di utus ke dunia menjadi Raja bagi kita, orang-orang percaya. Sebab apa? Sebab kepada-Nya telah di berikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Jadi oleh karena itu kita harus taat dan setia kepada-Nya.

Itulah yang dapat saya bagikan kepada Saudara Lucky.

Puji Tuhan yang selalu menyertai kita sampai kepada akhir zaman. Amen!

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk KPIN Filipina yang telah diadakan di Davao, Cebu, dan Manila pada tanggal 23-26 Juli 2014 dan KPIN Malaysia yang diadakan di kota Kinabalu, Kudat, Tawau, dan Sandakan pada tanggal 18–22 Agustus 2014. Bersyukur untuk puluhan ribu jiwa yang telah mendengarkan pemberitaan Injil melalui rangkaian KPIN di kedua negara ini, berdoa kiranya setiap mereka memperoleh pembaruan iman di dalam kehidupan kerohanian mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Benar sekali bahwa Keselamatan Itu adalah Anugrah dari Allah, bukan upaya manusia, karena manusia itu telah berada di...

Selengkapnya...

Aminn..Tuhan Yesus ajar setiap kami utk selalu belajar meneladani kehidupanMu slma d dunia..memuliakan namaMu...

Selengkapnya...

terima kasih banyak...... saya sangat diberkati. TYB!

Selengkapnya...

Teologi yg sudah mulai jarang dikotbahkan.....padahal ini adalah inti kekristenan....selamat dan terima kasih buletin...

Selengkapnya...

Teologi yg sudah mulai jarang dikotbahkan.....padahal ini adalah inti kekristenan....selamat dan terima kasih buletin...

Selengkapnya...

© 2010, 2014 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲