Buletin PILLAR
  • Transkrip
  • Alkitab & Theologi
  • Iman Kristen & Pekerjaan
  • Kehidupan Kristen
  • Renungan
  • Isu Terkini
  • Seni & Budaya
  • 3P
  • Seputar GRII
  • Resensi
Kehidupan Kristen
Ascension Day

Down and Up: Ascension Day

15 Mei 2026 | Ezra Yoanes Setiasabda 9 min read

Di Indonesia, Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus atau Ascension Day adalah hari libur nasional. Umat Kristen di negeri ini memiliki empat hari raya utama yang menjadi hari libur nasional: Natal, Jumat Agung, Paskah, dan Kenaikan Tuhan Yesus. Namun, dibandingkan dengan tiga perayaan lainnya, Kenaikan Tuhan Yesus sering kali kurang mendapat perhatian. Perayaan ini selalu jatuh pada hari Kamis dan biasanya diikuti dengan cuti bersama pada hari Jumat.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya kesempatan untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau bepergian. Namun sebagai gereja Tuhan, kita diundang untuk berhenti sejenak dan merenungkan makna rohani yang dalam dari peristiwa ini. Kenaikan Tuhan Yesus bukan sekadar penutup dari kisah kebangkitan, ataupun cerita tambahan dari peristiwa besar karya keselamatan Kristus. Hari Kenaikan adalah bagian penting dari karya keselamatan Allah yang penuh makna, penuh kuasa, dan penuh pengharapan bagi umat-Nya.

Tidak Ada yang Naik ke Sorga Selain Yesus

Dalam Yohanes 3:13 tertulis:

“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.”

Perkataan ini sederhana, tetapi sangat mendalam. Yesus menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat naik ke sorga selain dari Anak Manusia, yaitu Yesus sendiri. Ya, Alkitab memang mencatat bahwa Henokh dan Elia juga diangkat ke sorga. Namun mereka diangkat ke sorga tidaklah sama dengan kenaikan seperti yang dialami Kristus. Mereka tidak naik sebagai Raja yang menang, tidak duduk di sebelah kanan Allah, dan tidak menerima segala otoritas atas sorga dan bumi. Hanya Yesus yang benar-benar naik sebagai Tuhan yang menang atas dosa, maut, dan Iblis. Yesus berbeda dari semua manusia, karena Dia bukan hanya manusia. Dia adalah Anak Allah yang telah turun dari sorga.

Ada pola indah yang dapat kita perhatikan di sini: down and up. Yesus turun dari sorga untuk menyelamatkan kita dan menuntaskan pekerjaan yang Bapa kehendaki, lalu Dia naik kembali ke sorga setelah menyelesaikan karya yang teragung ini. Hal ini mengajarkan bahwa keselamatan dimulai dari Allah yang turun kepada kita di dalam Kristus.

Dalam perayaan Hari Kenaikan tahun ini, ada tiga kebenaran yang dapat kita renungkan bersama sebagai anak-anak Tuhan.

Pertama, Jesus the Savior Reigns (Yesus Juruselamat Memerintah)!

Dalam 1 Petrus 3:22, kita membaca bahwa Yesus telah naik ke sorga, berada di sebelah kanan Allah, dan kepada-Nya telah ditaklukkan segala malaikat, kuasa, dan kekuatan. Sering kali kita lebih akrab dengan gambaran Yesus yang lembut, yang mengasihi anak-anak, yang menyembuhkan orang sakit, yang menangis bersama mereka yang berduka. Semua itu benar dan indah. Tetapi Hari Kenaikan mengingatkan kita akan satu dimensi lain dari Kristus: Dia adalah Raja yang bertakhta! Kenaikan bukanlah perpisahan yang menyedihkan antara Yesus dan murid-murid-Nya. Kenaikan adalah enthronement (penobatan). Jika kebangkitan menandai bahwa karya keselamatan-Nya di bumi telah selesai, maka kenaikan menandai dimulainya pelayanan-Nya sebagai Raja.

Mari kita renungkan Yesus sebagai Raja untuk sejenak. Di dunia yang penuh ketidakpastian, apalagi dengan krisis ekonomi, konflik, penyakit, perang, ataupun ketidakadilan, kita sering kali merasa kecil dan tidak berdaya. Berita demi berita membuat manusia hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Banyak orang bertanya: Siapa sebenarnya yang memegang kendali atas dunia ini? Namun Hari Kenaikan memberikan jawaban yang jelas: Kristuslah yang memerintah. Takhta Allah tidak pernah kosong. Yesus yang telah bangkit kini duduk di sebelah kanan Bapa, memerintah atas segala sesuatu. Segala malaikat, kuasa, dan kekuatan ada di bawah otoritas-Nya (Mat. 28:18).

Kebenaran ini memberikan penghiburan besar bagi orang percaya. Kita mungkin tidak memahami seluruh jalan hidup kita. Ada doa yang belum terjawab, rencana yang berubah, ataupun penderitaan yang tidak kita mengerti. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita tahu bahwa hidup kita berada di tangan Raja yang baik dan berdaulat. Tidak ada satu pun peristiwa dalam hidup kita yang berada di luar kendali-Nya. Bahkan hal-hal yang tampaknya kacau sekalipun tetap berada dalam pemerintahan Kristus.

Ingatlah hal ini, Kristus memerintah bukan sebagai Raja yang jauh dan dingin. Dia adalah Raja yang pernah turun ke dunia, memikul salib, dan mati bagi umat-Nya. Raja kita memahami penderitaan umat-Nya karena Dia sendiri pernah menderita. Itulah sebabnya pemerintahan Kristus menjadi sumber pengharapan. Kita tidak diperintah oleh kuasa yang kejam, tetapi oleh Juruselamat yang penuh kasih karunia. Karena Kristus memerintah, gereja Tuhan tidak perlu hidup dalam ketakutan. Dunia boleh berubah, kerajaan manusia dapat runtuh, tetapi Kerajaan Kristus tetap berdiri untuk selama-lamanya.

Hari Kenaikan mengajak kita mengangkat mata dari keadaan dunia yang sementara kepada Kristus yang bertakhta di sorga. Ketika hati kita dipenuhi kecemasan, kita diingatkan bahwa Raja kita hidup dan memerintah. Ketika kita merasa lemah, kita diingatkan bahwa kuasa Kristus jauh lebih besar daripada segala kekuatan dunia ini. Dan ketika kita menghadapi masa depan yang tidak pasti, kita boleh berjalan dengan iman, sebab Raja yang memegang masa depan itu adalah Juruselamat kita sendiri.

Kedua, Jesus the Savior Reconnects Heaven and Earth (Yesus Menghubungkan Kembali Sorga dan Bumi)!

Satu Timotius 2:5 mencatat: “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Dosa telah menciptakan jurang yang dalam antara manusia dan Allah. Tidak ada usaha moral, tidak ada ritual keagamaan, tidak ada kebaikan manusia yang dapat menjembatani jurang itu. Hanya ada satu Pengantara, yaitu Kristus Yesus.

Melalui inkarnasi, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya, Yesus menyambungkan kembali sorga dan bumi. Dia membuka jalan yang sebelumnya tertutup, menghubungkan hubungan yang sebelumnya putus. Ketika Kristus datang ke dunia, Allah sendiri turun menghampiri manusia berdosa. Dan ketika Kristus naik ke sorga, Dia membawa natur manusia ke hadapan Allah. Di dalam Kristus, hubungan yang telah rusak itu dipulihkan kembali. Karena itu, Hari Kenaikan bukan hanya berbicara tentang Yesus yang pergi ke sorga, tetapi tentang jalan menuju hadirat Allah yang kini terbuka bagi umat-Nya.

Namun ada satu kebenaran yang perlu kita pahami dengan saksama dan rendah hati: hanya satu Pribadi yang benar-benar mampu naik ke sorga, yaitu Kristus sendiri. Jika kita ingin ikut serta, kita harus berada in Christ, “di dalam Dia.” Tidak ada manusia yang dapat datang kepada Allah dengan kekuatannya sendiri. Keselamatan bukan hasil usaha manusia menaiki tangga menuju sorga. Sebaliknya, keselamatan adalah Kristus yang turun mencari dan membawa kita naik bersama-Nya.

Hal ini sangat menguatkan sekaligus merendahkan hati. Kita bukanlah pengemudi perjalanan menuju sorga. Kita hanyalah penumpang. Kristuslah kendaraan keselamatan itu. Kita dipersatukan dengan Dia oleh Roh Kudus, menjadi anggota tubuh-Nya. Artinya, pengharapan kita bukan pada kekuatan iman kita, tetapi pada Pribadi yang kepada-Nya iman itu diarahkan. Kita diselamatkan bukan karena kita cukup—cukup baik, cukup rohani, atau cukup kuat—tetapi karena kita dipersatukan dengan Kristus yang sempurna. Bersatu dengan Kristus berarti ikut ambil bagian dalam kemenangan, kehidupan, dan kenaikan-Nya.

Kebenaran ini juga memberi penghiburan besar bagi kehidupan sehari-hari kita. Banyak orang hidup dengan rasa bersalah, rasa malu, atau ketakutan bahwa mereka tidak cukup layak di hadapan Allah. Namun Injil mengingatkan kita bahwa akses kepada Allah tidak bergantung pada usaha kita, melainkan pada Kristus Sang Pengantara. Karena Kristus telah membuka jalan itu, kita sekarang dapat datang kepada Allah sebagai anak-anak-Nya. Kita dapat berdoa, menyembah, dan hidup dalam pengharapan karena hubungan dengan Allah telah dipulihkan melalui Yesus Kristus.

Ada satu lagu Sekolah Minggu yang menggambarkan hal ini dengan sangat indah:

Aduh senangnya naik kereta
Kereta besar buatan Tuhan
Sopirnya Yesus
Jalannya lurus
Siapa mau ikut pergi ke sorga

Sederhana sekali, tetapi sangat dalam maknanya. Lagu itu mengingatkan bahwa keselamatan bukan tentang kemampuan kita mencapai sorga, melainkan tentang Kristus yang membawa umat-Nya pulang kepada Bapa.

Ketiga dan yang terakhir, Jesus the Savior Remembers (Yesus Imam Besar yang Mengingat Kita)!

Ibrani 4:14-16 mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung yang telah melintasi langit, dan bahwa Yesus bukanlah Imam Besar yang tidak memahami kelemahan kita. Sebaliknya, Dia pernah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, tetapi tanpa dosa. Karena itu, firman Tuhan mengundang kita untuk datang dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan pertolongan pada waktunya.

Sering kali ketika kita mendengar tentang kenaikan Yesus ke sorga, kita dapat merasa seolah-olah Yesus sekarang jauh dari kehidupan kita. Seakan-akan setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia, Dia pergi meninggalkan umat-Nya. Namun Alkitab justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Kenaikan Kristus bukan berarti ketidakhadiran Kristus, melainkan awal dari pelayanan-Nya sebagai Imam Besar yang terus bekerja bagi umat-Nya. Dia hidup untuk menjadi Pengantara bagi kita (Ibr. 7:25). Di hadapan takhta Bapa, Kristus terus membawa umat-Nya dalam kasih dan syafaat-Nya. He remembers!

Betapa menghiburkan kebenaran ini bagi kita yang hidup di dunia yang penuh pergumulan. Ada saat-saat ketika kita merasa tidak dipahami oleh siapa pun. Ada doa-doa yang dipanjatkan sambil menangis dalam kesendirian. Ada pergumulan keluarga, tekanan pekerjaan, kecemasan tentang masa depan, pergumulan melawan dosa, sakit penyakit, kehilangan orang yang dikasihi, bahkan kelelahan rohani yang sulit dijelaskan kepada orang lain. Dalam semua itu, Yesus tahu bagaimana rasanya ditolak, dikhianati, difitnah, lapar, lelah, menangis, dan menderita. Karena itu, ketika kita datang kepada-Nya, kita datang kepada Juruselamat yang memahami dengan sempurna.

Yesus memang tidak hadir secara fisik di tengah-tengah kita saat ini, tetapi Dia tidak pernah melupakan umat-Nya. Dunia mungkin melupakan kita. Manusia bisa mengecewakan kita. Bahkan kita sendiri terkadang merasa gagal dan tidak layak. Namun Kristus tetap setia. Nama umat-Nya terukir di tangan-Nya. Dia memegang hidup kita, menopang iman kita, dan memimpin kita sampai akhir. Kenaikan Kristus menjadi jaminan bahwa kita memiliki Pembela di sorga, Imam Besar yang senantiasa mengingat dan memperhatikan anak-anak-Nya.

Sebagai penutup, malaikat berkata kepada murid-murid dalam Kisah Para Rasul 1:11 bahwa Yesus yang terangkat ke sorga itu akan datang kembali dengan cara yang sama seperti mereka melihat Dia naik ke sorga. Artinya, kenaikan Kristus juga mengarahkan pandangan kita kepada kedatangan Kristus yang kedua kali. Suatu hari nanti, Raja yang naik ke sorga itu akan datang kembali dalam kemuliaan. Pada hari itu, segala penderitaan akan berakhir. Tidak akan ada lagi air mata, dukacita, kematian, atau dosa. Kristus sendiri akan menyambut umat-Nya masuk ke dalam sukacita kekal bersama-Nya. Karena itu, Hari Kenaikan bukan hanya berbicara tentang Yesus yang naik ke sorga, tetapi juga tentang pengharapan umat Tuhan yang sedang berjalan menuju rumah kekal. Kita hidup hari ini dengan mata yang tertuju ke atas, kepada Kristus yang bertakhta (reigns), yang menjadi Pengantara kita (reconnects), dan yang terus mengingat kita semua (remembers)!

Ezra Yoanes Setiasabda Tjung

Jemaat PR San Francisco

Tag: Ascension Day, Imam Besar Agung, Pengantara Allah dan Manusia, Pengharapan

Langganan nawala Buletin PILLAR

Berlangganan untuk mendapatkan e-mail ketika edisi PILLAR terbaru telah meluncur serta renungan harian bagi Anda.

Periksa kotak masuk (inbox) atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan Anda. Terima kasih.

logo grii
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili Indonesia

Membawa pemuda untuk menghidupkan signifikansi gerakan Reformed Injili di dalam segala bidang; berperan sebagai wadah edukasi & informasi yang menjawab kebutuhan pemuda.

Temukan Kami di

  facebook   instagram

  • Home
  • GRII
  • Tentang PILLAR
  • Hubungi kami
  • PDF
  • Donasi

© 2010 - 2025 GRII