,

Joy of the World atau Joy to the World?

Sudah pasti semua orang mau bahagia dan mencari bahagia. Demi memperoleh apa
yang menurut mereka adalah bahagia, mereka rela bekerja keras, susah, sakit, bahkan
mengorbankan apa saja. Tidak dapat dipungkiri, banyak hal yang bisa membuat manusia
bahagia. Ada yang bahagia ketika makan makanan enak, ketika memiliki barang-barang yang
indah, ketika bermain dengan hewan peliharaannya, ketika mendaki gunung tinggi, ketika
mengamati macam-macam bentuk dan warna bunga, dan sebagainya.

Allah menciptakan manusia di hari terakhir dalam urutan penciptaan langit dan bumi
dan segala isinya. Allah menyiapkan bumi, membentuknya dari keadaan yang belum
berbentuk, mengisinya dari keadaan kosong untuk ciptaan terakhir-Nya, yaitu manusia.
Allah memberikan hasil terbaik dari bumi untuk manusia yaitu buah, sedangkan ciptaan
lainnya hanya diberikan tanaman hijau. Tetapi bagi manusia diberikan buah yang beraneka
warna, bentuk, rasa, aroma, kenikmatan yang sangat beraneka ragam. Allah ingin manusia
terpelihara dan bahagia.

Allah pun memberikan manusia kebebasan! Bahagia sejati adalah bahagia dalam kebebasan,
walaupun ada resiko di dalamnya. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk
memberikan nama kepada semua ciptaan Tuhan, untuk makan buah (yang berbiji) apa saja,
bahkan untuk taat kepada-Nya atau melawan-Nya. Ketika manusia suatu saat melawan-Nya
dan akibat-Nya adalah hukuman kekal, Allah tetap ingin manusia terpelihara dan bahagia.
Ia memberikan obat penangkalnya, Ia menyediakan jalan keselamatan yaitu diri-Nya sendiri
sebagai pengganti penerima murka Allah. Oh, betapa Allah sangat mencintai manusia.

Itulah yang dikatakan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, “Semuanya itu Kukatakan
kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh.
15:11). Sukacita adalah mengetahui bahwa Allah Bapa telah mengasihi Allah Anak, Allah
Anak telah mengasihi manusia dan mengajak kita untuk tinggal di dalam kasih-Nya. Seperti
Allah Anak menuruti perintah Allah Bapa dan tinggal di dalam kasih-Nya, maka kita
diberitahu untuk menuruti perintah Allah Anak dan tinggal di dalam kasih-Nya. Perintah-
Nya adalah supaya kita saling mengasihi seperti Allah Anak telah mengasihi kita. Bukti Allah
Anak mengasihi manusia ciptaan-Nya adalah Allah tidak memanggil manusia sebagai hamba,
melainkan sahabat. Ciptaan menjadi sahabat sang Pencipta! Ciptaan bisa berelasi secara intim
dengan Pencipta, ciptaan bisa berkenan kepada Pencipta, ciptaan diampuni oleh Pencipta,
ciptaan dibawa untuk hidup bersama dengan Pencipta.

Sukacita penuh adalah: ketika kita tinggal di dalam kasih Allah, berelasi dengan Allah, taat
kepada perintah-Nya; dan ketika melihat sesama kita tinggal di dalam kasih Allah, berelasi
dengan Allah, taat kepada perintah-Nya. Allah ingin kita semua terpelihara dan bahagia.