Desember 2016

Salam Pembaca PILLAR yang setia,

Christmas is coming! Dunia menyambutnya dengan diskon besar-besaran, hiasan megah berkerlap-kerlip di mana-mana. Gereja tidak kalah sibuk menyambutnya dengan kegiatan menghias pohon Natal, latihan koor dengan lagu-lagu Natal, dan lain sebagainya. Keduanya sama-sama sibuk, bukan berarti kita tidak boleh sibuk, namun sibuk karena apa, sibuk untuk apa? Itulah yang ingin diajak oleh semua penulis artikel di PILLAR edisi khusus Natal ini: merenungkan terlebih dahulu di awal bulan Desember ini tentang makna Natal sesungguhnya sebelum menjelang datangnya hari-hari sibuk di mana tidak sempat lagi ada perenungan yang mendalam.

Kalau kita jeli melihatnya, maka artikel demi artikel tentang Natal dalam edisi ini terus membicarakan tentang makna inkarnasi, kasih, dan pengorbanan. Bahkan seri “Reformed Theology and Economics” pun tidak mau ketinggalan ikut dalam suasana Natal dengan menyajikan bahan tentang sharing of God’s gift. Lalu seluruh rangkaian ditutup dengan biografi dari David Brainerd, seorang misionaris yang benar-benar menjalani spirit inkarnasi, kasih, dan pengorbanan kepada kaum suku Indian yang dilayaninya. Siapkah kita menyambut Natal dengan sikap dan spirit yang demikian?