Salam setia pembaca PILLAR,
Belakangan ini kita membaca berita ekonomi bahwa beberapa toko retail di Indonesia gulung tikar, tutup operasi untuk selamanya. Ada yang menyalahkan pola belanja masyarakat yang berpindah dari “conventional way” ke “digital online way”. Mereka yang tidak bisa menghadapi shifting zaman dan budaya pasti tergeser.
Bagaimanakah Theologi Reformed yang genap berusia 500 tahun ini menghadapi perubahan demi perubahan zaman dan budaya? Bagaimanakah tantangan dari sekularisme di zaman ini dapat dijawab? Lalu apakah iman Kristen dapat merespons pergumulan dari mereka yang bergelut dalam bidang yang spesifik, misalnya algoritme komputer?
Seorang apologis piawai bernama Ravi Zacharias pernah berkata, “Firman Tuhan selalu abadi. Mereka yang pernah mencoba untuk menguburkannya akhirnya disadarkan bahwa Alkitab selalu bangkit lagi dan hidup melampaui dari mereka yang menguburkannya.” Kita mengalami banyak tantangan dan pergumulan dalam memperjuangkan firman Tuhan dalam segala aspek kehidupan? Ingatlah iman Kristen yang kita pegang bukan hanya tidak akan tergeser waktu, namun juga tidak dapat dikubur! Proklamasikan kuasa kebangkitan Kristus di dalam zaman ini!