Mungkin ada beberapa dari kita yang sudah menonton film “Cinderella”. Cerita diawali
dengan ibu Cinderella yang memberikan pesan terakhirnya kepada Cinderella yang masih
kecil, yaitu “Have courage and be kind.” Pesan ini terus diingat dan dilakukan oleh
Cinderella sampai ia dewasa, bahkan dalam keadaan yang sulit. Pesan yang terus menyertai
hidupnya sampai akhirnya ia lepas dari segala penderitaan akibat ibu tirinya dan menikah
dengan putra mahkota dan hidup bahagia selamanya. Pesan cerita ini cukuplah baik, yaitu
mengajarkan kepada penonton agar “Have courage and be kind.”
Kitab Amsal 3:3-4 mengatakan, “Do not let kindness and truth leave you; bind them around
your neck, write them on the tablet of your heart. So you will find favor and good repute in
the sight of God and man” atau dalam bahasa Indonesia “Janganlah kiranya kasih dan setia
meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka
engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.” Raja
Salomo memberikan pesan, “Be kind and true.”
Kebaikan harus dijaga oleh kebenaran, dan kebenaran harus dijalankan di dalam kebaikan.
Kebaikan tanpa kebenaran dapat menjerumuskan, keberanian tanpa kebenaran dapat
berbahaya, kebenaran tanpa kebaikan bisa menjadi kejam. Hanya Allah yang baik, dan hanya
Yesuslah kebenaran. Hanya satu cara untuk memperoleh perkenan Tuhan yaitu kebaikan kita
harus berada di dalam kebaikan Allah, dan kebenaran yang kita kerjakan harus berada di
dalam kebenaran Yesus. Tidak ada yang baik dan benar di dalam diri manusia. Apa yang
dianggap kebaikan dan kebenaran oleh manusia sangatlah lemah dan rapuh. Oleh karena itu,
“kalungkanlah” pesan Raja Salomo dan “ukirlah di dalam hati”, “Be kind and true” di dalam
Tuhan dan kita akan memperoleh penghargaan dari Tuhan maupun manusia.
Seperti Cinderella yang terus mengingat dan melakukan pesan ibunya, marilah kita terus
mengingat dan melakukan pesan Raja Salomo, orang paling bijak yang pernah ada di muka
bumi. “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau,” “Be kind and true.”