Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Bekerjalah Selama Masih Siang!

Bekerjalah selama masih siang karena akan datang malam di mana seseorang tidak dapat bekerja. (Yoh. 9:4)

Minggu, 4 Agustus 2019 kemarin, sebagian besar Pulau Jawa mengalami mati listrik. Mati listrik ini merupakan mati listrik yang cukup panjang dan berskala masif sehingga lingkungan sekitar menjadi gelap gulita tanpa penerangan sama sekali. Minggu senja menuju malam, ketika hari beranjak gelap, kami harus cepat-cepat memasak makanan kami karena kulkas mati dan makanan bisa rusak, pesan ojek online juga kesulitan transaksi karena padamnya listrik dan sinyal. 

Peristiwa gelap dan kelam ini tentunya sudah jarang dialami oleh warga perkotaan dan akan makin sedikit dialami orang-orang zaman sekarang yang makin banyak hidup di perkotaan dengan koneksi internet yang cepat. Tetapi ketika listrik mati tersebut, kami harus mengejar waktu sebelum malam gelap dan perasaan menjadi tenang, waktu seolah berjalan secara paradoks. Ada ketenangan di dalamnya, tidak pusing oleh hiruk pikuk sinyal WhatsApp dan lampu HP karena memang tidak bisa digunakan, tanpa sinyal. Pada saat yang sama, paradoks antara mengejar waktu sebelum gelap dan juga waktu yang berjalan tenang dan lambat terputus dari media, saya menjadi sadar, dan berusaha membayangkan spiritualitas Abad Pertengahan dan bahkan orang-orang sebelum zaman itu. 

Zaman Tuhan Yesus, zaman rasul Paulus, zaman di mana orang-orang hidup melewati gelap hanya dengan cahaya lilin, membawa jiwa dan perasaan menuju kepada perenungan tentang makna yang mendalam, lebih dari sekadar update informasi terbaru yang dalam waktu sebentar saja akan menjadi sampah. Hidup itu bermakna mendalam dan harus dipikirkan dan dihayati. Hidup itu memiliki makna ketika kita mengerjakan pekerjaan Dia selama masih siang; karena akan datang malam di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja (Yoh. 9:4).

Melalui peristiwa mati listrik ini, kita dibawa keluar sejenak dari kerutinan hidup, untuk melihat makna dan pekerjaan Allah yang harus dinyatakan di dalam diri Anda dan saya, yaitu menjadi terang dunia mengikuti Tuhan Yesus, untuk terus berkarya selagi ada kesempatan sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali. Mari kita lebih giat mengabarkan Injil, bertumbuh dalam pengharapan, dan mengejar kesempurnaan dalam kasih. Soli Deo gloria.

Vik. Lukas Yuan Utomo
Redaksi Bahasa PILLAR

Lukas Yuan Utomo

Agustus 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲