Dia Bangkit!

Lazarus sakit… Marta dan Maria sudah menyampaikan berita ini kepada Tuhan Yesus dan meminta
pertolongan-Nya. Tetapi Tuhan Yesus tidak segera menuju ke Betania untuk menyembuhkan
Lazarus. Dia sengaja membiarkan Lazarus. Marta percaya bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan
Lazarus jika Dia ada sebelum Lazarus mati. Tetapi sekarang Lazarus sudah mati. Tuhan Yesus
mengatakan bahwa Lazarus akan bangkit. Ini diucapkan Tuhan Yesus bukan untuk menghibur
Martha, bahwa “orang-orang bangkit pada akhir zaman”. Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah
kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan
setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh. 11:25-
26) Martha mengatakan bahwa dia percaya tetapi ketika Tuhan Yesus menyuruh agar batu yang
menutup kubur diangkat, Martha menunjukkan ketidakmengertiannya dan ketidakpercayaannya,
“Tuhan, … sudah empat hari ia mati.” Tuhan Yesus menegur Martha, “Bukankah sudah Kukatakan
kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Kemudian Tuhan Yesus
berseru, “Lazarus, marilah keluar!” lalu Lazarus, orang mati itu bangkit, hidup, dan ke luar.

Semua manusia sudah mati di dalam dosa, mereka terpisah dari Allah, Sumber Hidup. Tetapi mereka
yang mati ini jika percaya kepada Tuhan Yesus (karena mendengar suara-Nya) akan dibangkitkan
dan diberikan hidup. Hidup yang diberikan adalah hidup yang kekal. Tidak ada lagi kematian karena
mereka telah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana, yaitu firman Allah. Walaupun tubuh
boleh mati, tetapi secara rohaniah mereka senantiasa diperbaharui.

Tuhan Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Dia telah mati di kayu salib, tetapi Dia telah bangkit
dan naik ke sorga, Dia hidup untuk selama-lamanya. Dia akan datang kembali dan membawa umat-
Nya untuk bersama-sama dengan-Nya dalam hidup kekal. Maut telah dikalahkan, kita adalah umat
pemenang karena Yesus Kristus. Berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah dalam pekerjaan Tuhan
karena semuanya itu tidak pernah sia-sia. (1Kor 15:54-58)

Dia bangkit!