“Dikuduskanlah nama-Mu” (Mat. 6:9b)
Dalam salah satu penglihatannya, Nabi Yesaya melihat para serafim berseru, “Kudus, kudus,
kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes. 6:2). Para
serafim itu bukan saja menyatakan bahwa Allah itu sungguh kudus adanya, tetapi ini adalah
hal yang serius. Sesuatu yang harus diproklamasikan tidak hanya di sorga tetapi juga di
bumi. Jadi apa maksudnya ketika kita mengucapkan “Dikuduskanlah nama-Mu”? Kita tidak
mungkin membuat Allah lebih kudus dari sebelumnya, tidak ada yang dapat ditambahkan
untuk menjadikan-Nya lebih kudus. Apalagi kita adalah manusia berdosa yang dengan
sendirinya sangat jauh dari kekudusan.
Dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian, Tuhan berfirman kepada Musa, “Kuduslah
kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.” Umat Allah di Perjanjian Lama dituntut untuk
hidup di dalam kekudusan, demikian juga kita sebagai umat pilihan Perjanjian Baru. Tidak
ada pilihan lain, kecuali mengejar kekudusan hidup (1Tes. 4:7).
Lalu bagaimana kita menguduskan nama Allah? Yang pasti pertama-tama Paulus menasihati
dengan menjauhi dosa karena dosa akan menghalangi kita mengejar kekudusan di dalam
hidup kita. Sebagai proses sanctification, kita belajar untuk melihat mana yang adalah
dosa, dan mana yang menyenangkan hati Allah. Tentu saja ini semua didasarkan pada kasih. Allah
telah mengasihi kita, sehingga di dalam kasih-Nya, kita melakukan apa yang Allah inginkan
sebagai pernyataan kasih kita kepada Allah. Maka segala yang kita kerjakan didasarkan pada
apakah yang kita lakukan menunjukkan kekudusan Allah sehingga kita makin dekat kepada-
Nya.
Pada akhirnya, baris kedua Doa Bapa Kami ini adalah sebuah ucapan yang menuntut diri kita
semakin mengenal Allah dan menyadari kekudusan-Nya. Terlebih lagi, sebagai gambar dan
rupa Allah yang telah menerima anugerah-Nya, yaitu keselamatan di dalam Yesus Kristus,
sudah seharusnya kita merefleksikan kekudusan-Nya melalui setiap tindakan dan ucapan kita
di dalam hidup ini. Sudahkah Anda dan saya menguduskan nama-Nya? Soli Deo Gloria.