Doa di Hadapan Allah yang Hidup

Ibadat
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan napas hidup untuk memuliakan Allah. Manusia
memuliakan Allah di dalam wujud hidup yang beribadah kepada-Nya. Keseluruhan totalitas
kehidupan manusia adalah suatu ibadat di hadapan Tuhan. Ibadat untuk sabar meneliti,
memperhatikan, mengamati firman Tuhan, dan menghidupinya dengan saksama. Dan di
dalam perjalanan hidup manusia di dalam ibadatnya menyenangkan hati Tuhan, manusia
memerlukan firman Tuhan dan doa untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan bertumbuh. Di
dalam membaca dan mendengarkan firman Tuhan, manusia mengerti kehendak Allah, dan di
dalam doa, manusia belajar untuk diubah makin sesuai dengan kehendak Allah. Lantas di
manakah kehendak kita?

Doa
Ketika kita mau mempelajari doa lebih lanjut, kita ingin mengetahui apakah itu doa?
Seorang theolog Puritan bernama William Ames (1576-1633) mendefinisikan doa sebagai:
1. Pernyataan agamawi dari kehendak kita di hadapan Allah
Ini artinya mengungkapkan kehendak kita secara beribadah kepada Allah
2. Tindakan agamawi yang karena naturnya beribadah, maka:
Kita memberikan diri kepada Tuhan oleh karena kecukupan dan kesanggupan
pengetahuan, kuasa, dan kebaikan Allah yang memang ada pada Diri-Nya.

Doa-Iman-Firman
Karena itu, doa pertama-tama timbul dari iman kepada Allah yang hidup dan yang benar. Jika
doa kepada allah yang salah, itu artinya penyembahan berhala, menyatakan kehendak kita
kepada allah yang salah, dan memberikan diri kita kepada allah yang salah. Dari mana kita
tahu dan dapat membedakan Allah yang benar dan allah yang salah? Dari firman Tuhan. Jadi,
doa timbul dari iman yang benar kepada Allah yang benar (Rm. 10:14), dan iman timbul dari
pendengaran akan firman yang benar, yaitu firman Kristus (Rm. 10:17).

Allah yang Hidup
Allah macam apakah yang kita sembah, yang menggerakkan hati kita, yang membuat kita
bersukacita utk memberikan diri kita kepada-Nya?
1. Allah kita adalah Allah yang Mahatahu
&nbsp&nbsp&nbsp&nbspDia mengetahui afeksi batin dan gerakan hati kita, karena esensi doa terdiri
dari dua hal ini.
2. Allah kita adalah Allah yang Mahakuasa
&nbsp&nbsp&nbsp&nbspDia dapat melakukan apa yang Dia kehendaki di dalam memenuhi keinginan kita.
3. Allah kita adalah Allah yang Mahabaik
&nbsp&nbsp&nbsp&nbspDia adalah Sumber dan Pemberi segala yang baik.
4. Allah kita adalah Allah yang Maha-mendengar
&nbsp&nbsp&nbsp&nbspDia mengizinkan dan menerima doa kita melalui Kristus.

Kita mengucap syukur memiliki Allah yang Mahatahu, Mahakuasa, Mahabaik, dan Maha-mendengar.
Kita tahu Allah kita adalah Allah yang hidup dan memberikan kita hidup yang
kekal. Lantas, apa relevansinya di dalam kehidupan doa kita? 

Karena Dia hidup, doa kita sedalam lubuk hati diketahui seperti bayi yang baru lahir dalam
perenungan batin kita. Di dalam kemahatahuan-Nya, Dia peduli dengan setiap pergumulan
doa kita.

Karena Dia hidup, doa kita sesulit apa pun dalam pergumulan jiwa kita, di dalam
kemahakuasaan-Nya, Dia mampu menjawab setiap pergumulan doa kita sehingga kita
memiliki alasan yang kuat untuk berharap. Bahkan saat kita tidak memiliki dasar berharap,
Dia yang “hidup dan yang bangkitlah” akan tetap menjadi dasar kita!

Karena Dia hidup, doa kita setidak layak dan serusak apa pun dapat diterima oleh Dia,
karena kemahabaik-Nya. Dia rela, menikmati, bersukacita, dan bersukaria di dalam melayakkan,
meluruskan, dan mengaruniakan jawaban-jawaban di dalam permohonan doa kita.

Karena Dia hidup, saat kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, Roh Kudus membantu kita
berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan, dan Allah mau menyelidiki dan ingin
mengetahui nurani dan batin kita, karena Dia Maha-mendengar. Kita mengucap syukur
karena Roh Kudus dikaruniakan oleh kesempurnaan kematian-kebangkitan-kenaikan Tuhan
Yesus Kristus, sehingga doa kita dapat didengar oleh Allah Bapa di dalam nama Tuhan
Yesus.

Doa-Allah yang Hidup-Kristus-Iman
Dan terakhir, oleh karena itu, semua doa kita panjatkan kepada Tuhan di dalam nama dan
perantaraan Kristus, oleh kuasa iman yang membenarkan (Yoh.14:13-14; 16:23). Oleh karena
itu, kita berdoa kepada Allah yang hidup itu hanya di dalam Kristus dan melalui iman dan
pengenalan yang benar. Sudahkah kita mengingat lagi kuasa kehidupan dan kemahaan-Nya?