Hidup tidak sama dengan mati. Hidup berarti bergerak, seorang yang berbaring diam, jantungnya tetap bergerak. Mati berarti diam total, mayat tidak akan berespons ketika diajak bicara. Hidup harus bergerak, berespons, dan bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu, hidup lebih sulit daripada mati. Ketika seseorang merasa tidak mampu lagi untuk hidup karena ia melihat seluruh jalannya gelap, ia mungkin mengambil jalan terakhir.
Hidup berarti memiliki keinginan, sebagian dapat diperoleh, sebagian lagi tidak. Seorang anak remaja bersemangat untuk bekerja, karena dengan demikian ia memperoleh upah dan bisa membeli apa pun yang dia inginkan. Ada juga yang ingin menikmati hidup dengan staycation di hotel mewah setelah setahun bekerja keras. Kita bahagia ketika mendapatkan apa yang kita inginkan, sebaliknya kecewa ketika tidak mendapatkannya. Bahkan perasaan cinta dan benci keluar secara natural dari hati dan kita mengikutinya, follow your heart.
Hidup tidak mungkin terlepas dari orang lain, bahkan orang yang di penjara sekalipun. Ketika kita melihat orang lain dan mengingini apa yang dimilikinya yang tidak kita miliki, kita bergerak mengikutinya, follow your neighbour. ”Dia memiliki rumah mewah. Ah, seandainya aku memiliki rumah seindah dia.” Dia sukses, oleh karena itu kita harus seperti dia. Kita akan kehilangan diri jika terus mengikuti orang lain, karena kita bukan A, B, atau C.
Ada way of life yang dikatakan oleh Yesus Kristus, yaitu follow Him—sangkal diri, pikul salib, ikut Dia.
Siapakah Yesus Kristus? Dia adalah Pribadi yang dirayakan oleh semua orang Kristen di Hari Natal. Natal tak berarti tanpa Yesus di hati. Dia adalah Allah di surga yang turun ke bumi menjadi manusia. Sang Pencipta menjadi sama dengan yang dicipta. Mengapa Dia menjadi manusia? Dia datang untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah yang suci. Semua manusia berdosa (melawan Tuhan) ketika Adam dan Hawa memakan buah terlarang di Taman Eden, dan upah dosa adalah maut. Sebelum mereka diusir dari Taman Eden, Allah berjanji memberikan Juruselamat. Natal adalah hari kelahiran Juruselamat itu. Di dalam Yesus Kristus, manusia yang telah menjadi musuh Allah, diberikan Roh Kudus untuk menjadi anak-anak Allah.
Sangkal diri dan pikul salib, jangan follow your heart or your neighbour. Jangan ikuti keinginan daging, mata, dan keangkuhan hidup kita. Ikut Yesus,arahkan pandangan kepada Yesus, relakan diri untuk taat kepada-Nya.
Pada Natal tahun 2025 ini, mari berdamai dan menjadi pendamai. Berdamai dengan Allah, diri, dan orang lain (suami, anak, orang tua, teman, bos, guru). Mendamaikan orang lain dengan Allah, dirinya, dan orang lain.
Yana Valentina
Jemaat GRII Pusat
