Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

God and Ice Cream

Ada ibu yang ketika sedang stres, ia akan masak banyak makanan. Namun juga ada ibu yang justru kalau stres, tidak bisa memasak. Ada yang mengatasi stres dengan makan, berbelanja, menonton TV, olahraga, tidur, dan lain sebagainya. Kita berusaha mengurangi atau kalau bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman dengan berbagai kegiatan.

Akan tetapi, apakah semua yang kita lakukan sungguh-sungguh menghilangkan perasaan tidak nyaman kita dengan tuntas? Mungkin ketika kegiatan tersebut berakhir, perasaan tidak nyaman itu pun kembali. Sama seperti ketika menikmati ice cream kesukaan kita, kita menikmati setiap suap atau jilatan, merasakan sensasi rasa ice cream yang manis dan dingin yang menyegarkan, apalagi di tengah teriknya siang hari. Kita ingin perasaan nikmat itu terus kita rasakan, tetapi ice cream di gelas atau cone seberapa banyak pun pasti akan habis.

Tuhan menciptakan semua yang ada dengan kemegahan, membungkusnya dengan keindahan, dan mengisinya dengan kemurnian. Di setiap waktu, tempat, dan berbagai cara, Dia memperlihatkan kemuliaan-Nya. Luasnya langit, dalamnya laut, tingginya gunung, lincahnya binatang, indahnya bunga, bahkan misterinya virus, mengharuskan kita untuk berhenti sejenak dari berbagai kesibukan kita, merenungkan arti yang ada di bumi ini, lalu memuliakan Dia. Dunia bukan diciptakan untuk manusia, bukan untuk melayani manusia, bukan untuk kesenangan manusia. Dunia diciptakan untuk memuliakan Tuhan, termasuk manusia yang diciptakan untuk memuliakan Tuhan. Bukan untuk memuliakan dirinya sendiri. Dunia kita saat ini, melalui berbagai media, kesempatan, dan tempat menyusupi hati dan pikiran kita dengan filsafat “How I feel good about myself”. Yang paling penting adalah saya dan bagaimana saya merasa bahagia di dunia ini saat ini.

Tuhan ingin kita menikmati Dia dan memuliakan Dia. Bagaimana mungkin kita bisa menikmati Tuhan jika kita tidak mengenal Dia. Bagaimana mungkin manusia bisa mengenal Tuhan kalau bukan Tuhan yang memperkenalkan Diri-Nya? Bagaimana mungkin manusia berdosa yang sudah kehilangan kemuliaan Allah, bisa memuliakan Tuhan? Dua hal ini adalah mission super impossible! Tidak ada satu manusia pun yang bisa melakukannya. Tetapi Mazmur 34:8 mengatakan, “O taste and see that the LORD is good; How blessed is the man who takes refuge in Him!” Yesus Kristus pernah datang di dalam sejarah manusia, Dia memperkenalkan kepada kita, siapakah Allah Bapa. Alkitab mencatat hidup dan karya Yesus Kristus. Roh Kudus membimbing kita untuk menjadi murid Yesus Kristus. Motto yang benar adalah “How I feel good about God”. Bagaimana saya mengenal Allah, merasakan kehadiran-Nya, menikmati kebaikan-Nya, menyelami rencana-Nya, menaati perintah-Nya, mencintai Dia di dalam dunia berdosa yang tanpa belas kasihan-Nya tidak mungkin bisa melihat-Nya. Akhirnya, di dalam belas kasihan-Nya kita bisa mengatakan saya menikmati Dia dan memuliakan Dia hari ini, dan saya merasa bahagia. Kiranya, setiap kali kita merasa tidak nyaman, ingatlah kita hidup bukan untuk “feel good about myself” tetapi “feel good about God”.

Yana Valentina

Mei 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲