It’s Not About You!

Banyak orang mengejar apa yang diinginkan hatinya, nama, kuasa, harta, dan sebagainya,
berjerih lelah menggapai impian. Impian yang sementara seperti bunga di padang yang
hari ini ada, tetapi besok tidak ada lagi, seperti yang dikatakan Alkitab. Sejak bayi sampai
balita, remaja, dewasa, tua, yang menjadi pusat adalah “Saya”, saya mau ini, saya kepingin
itu, saya harus punya ini, saya harus bisa itu. Supaya saya punya ini itu, supaya saya bisa
ini itu, maka saya harus melakukan ini itu. Waktu berjalan terus, bertahun-tahun lewat,
tetapi semua yang diperoleh tidak dapat dipertahankan selamanya, ada waktu pensiun, ada
masa sakit, ada waktu berhenti bernafas dan semuanya harus dilepaskan. To live is about
me, the world is for me.
Itulah hidup kebanyakan orang, tidak bernilai kekal. Tapi manusia
diciptakan dengan nilai kekekalan di dalam hatinya. Jadi bagaimana? Itulah frustasi hidup
manusia, terimalah kenyataan yang sia-sia ini, nikmatilah apa yang bisa dinikmati selama
hidup karena setelah itu habis. The end. Benarkah itu?

Alkitab mengatakan, tidak ada the end, manusia memiliki nilai kekekalan. Itulah yang
menakutkan, apa yang terjadi di dalam kekekalan terhadap jiwa manusia? Itu ditentukan
dari bagaimana kita hidup di waktu sekarang.

To live in not about you, the world is not for you! Manusia bukanlah pusat dari segala
sesuatu, manusia hanyalah sesuatu dari segala sesuatu. Manusia bukan yang terutama.
Tuhanlah yang terutama, Dialah yang ada dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Dia
adalah HAKIM yang akan menentukan apa yang akan terjadi pada jiwa manusia di dalam
kekekalan nanti. What will become of me then?

Orang yang paling bijaksana sepanjang masa di dunia mengatakan “Takutlah akan Allah
dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya.” (Pengkhotbah 12:13) It’s about God!
Apakah hari ini aku mencari apa yang menyenangkan diriku atau aku mencari apa yang
menyenangkan Allah?

What is life? It’s about God! It’s not about you!