Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kasih Setia: Mengalirkan Kepercayaan dan Shalom #3

Pada seri sebelumnya dari artikel ini, kita sudah membahas mengenai “Shalom: Kesejahteraan Kota bagi Semua” dari refleksi film Zootopia. Kita akan melanjutkan seri renungan ini tetapi sebelumnya kita akan me-review terlebih dahulu apa yang telah kita pelajari sejauh ini:

Benar, Berani, Setia
Kita sudah mempelajari mengenai syarat pemimpin yang berkenan di hati Tuhan, yaitu pemimpin yang memiliki “Kebenaran, Keberanian, dan Kesetiaan”.
- www.buletinpillar.org/renungan/keberanian (Lion King)
- www.buletinpillar.org/renungan/kesetiaan (Setia dan Benar)
- www.buletinpillar.org/renungan/kelemahlembutan-kasih-yang-mengubahkan (Beauty and the Beast)
- https://www.buletinpillar.org/renungan/kasih-setia-mengalirkan-kepercayaan-dan-shalom-1 (Zootopia)
- https://www.buletinpillar.org/renungan/kasih-setia-mengalirkan-kepercayaan-dan-shalom-2 (Zootopia)

Kepercayaan dan Kasih Setia: Menuju Shalom
Kota urban pada zaman bangsa Israel mencapai puncaknya pada masa Raja Salomo. Sesuai dengan namanya, Salomo menjadi wakil Tuhan untuk membawa shalom dan kesejahteraan kepada kota besar Yerusalem dan juga kepada negara-negara sekitarnya pada waktu itu. Dan diharapkan menyatakan kemuliaan Allah ke seluruh dunia. Sayang sekali, Salomo di akhir hidupnya memperlakukan pekerja-pekerjanya dengan penindasan dan Salomo terjatuh kepada penyembahan berhala. Karena itu, kesalehan yang diharapkan mengalir keluar dari penyembahan yang benar justru digantikan oleh kekerasan.

Selain itu, kisah Ester juga terletak di pusat Kerajaan Persia, kota metropolis di mana Haman waktu itu melakukan penindasan, kekerasan, penghinaan, rasialisme, dan hendak melakukan genosida. Tetapi Tuhan mencegahnya melalui Ester. Dan diperlukan pengorbanan, perendahan diri, dan berdoa syafaat, serta puasa untuk melewati kesulitan seperti Ester.

Sedangkan kisah Yusuf di tengah-tengah kelaparan, di puncak kebudayaan dan kota metropolis Mesir pada waktu itu, sedikit berbeda. Karena ada musibah kelaparan terjadi, sama seperti di zaman sekarang ada pandemi Covid-19, bagaimana Yusuf dipercaya menjadi wakil Tuhan bagi dunia. Yusuf tidak melakukan kekerasan tetapi justru menghadirkan hikmat untuk mengatur. Tentu saja semua ini memerlukan ketekunan dan ketabahan untuk melewati kesulitan seperti Yusuf.

Menghadapi siklus kekerasan dan kecurigaan ini, sangatlah diperlukan membangun rasa saling percaya atau trust. Francis Fukuyama mengatakan bahwa trust is the social capital. Tetapi bagaimana membangun trust di dalam masyarakat yang penuh dengan tekanan dan kekerasan? Diperlukan hesed (kasih setia) yang digerakkan, diubahkan, dan diproses oleh Tuhan dalam kehidupan seseorang. Hesed Tuhan itu lebih dari hidup (Mzm. 63) dan hesed merupakan kasih setia di dalam perjanjian. Tentu saja diperlukan nabi yang menegur dosa kekerasan dan kecurigaan untuk mengarahkan masyarakat dengan firman Tuhan. Bila kita tidak dipercayakan sampai di suatu cakupan kota besar, bagaimana kita memulai di dalam lingkungan kita? Menjadi lingkungan percontohan yang menyatakan kemuliaan Tuhan dan kasih keadilan Kristus? Sikap yang terus mempelajari hukum Musa terhadap minoritas, pendatang, yang miskin itu juga menjadi salah satu prinsip yang mesti dipegang oleh pemimpin yang berani, benar, dan setia, agar terhindar dari kekerasan dan masyarakat menjadi berkembang mekar harum.

Bagaimana kita belajar membangun tali persaudaraan, rasa saling percaya, dan kasih setia di konteks di mana kita ditempatkan? Dimulai dari kehidupan keluarga, bergereja, bermasyarakat, berbangsa, dan Negara, tentunya. Sekaligus menyadari bagaimana ketika masuk di dalam konteks perkotaan besar kita adalah musafir dan minoritas (bangsa asing dan hanya sekadar menumpang). Namun, semua ini tidak dapat meniadakan kesadaran akan bagaimanakah kita dapat menjadi berkat dan membawa shalom. Kiranya Tuhan menyertai dan memampukan kita semua. Amin.

Lukas Yuan Utomo

Agustus 2021

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk SPIK bagi Generasi Baru dengan tema Roh Kudus VI yang akan diadakan pada tanggal 18 September 2021. Berdoa kiranya setiap kita digerakkan oleh Tuhan untuk membawa banyak orang untuk dapat mengikuti acara ini dan mengerti akan pekerjaan Roh Kudus yang sejati di dalam kehidupan orang percaya. Berdoa kiranya Tuhan menggerakkan hati banyak orang. Berdoa untuk setiap hamba Tuhan yang akan membawakan sesi-sesi dalam SPIK ini, kiranya Roh Kudus mengurapi mereka dan memberikan kuasa kepada mereka untuk memberikan pengertian bagi setiap jemaat dan menguatkan iman serta pengenalan akan karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2021 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲