Dalam hidup berliku-liku, penuh keluh dan kesah… Itu adalah judul lagu yang sering
diberikan ketika seseorang bergumul untuk menjadi saluran berkat di tengah dunia berdosa
ini. Ketika kita menjadi saluran berkat, ada hambatan, ada tantangan, bahkan sering ada
penolakan. Hati kita susah, karena keinginan baik kita terhambat. Pada saat demikian, biarlah
kita memohon kepada Tuhan hati yang rela dan senantiasa berpegang kepada Tuhan.
Di dalam kehidupan ini, banyak orang yang hidup bagaikan di atas panggung sandiwara.
Anak-anak kecil tertipu oleh indahnya momen yang ada di dalam lagu yang riang, gambar,
dan video yang indah. Kebahagiaan semu terus digapai, sejak kecil hingga kita menyadari
jalan kita sedang menuju satu tujuan yang pasti, selangkah demi selangkah menuju kepada
kuburan. Di dalam Kristus, di kuburan itulah keluh kesah kita akan berhenti, dan
sesungguhnya kita diterima di dalam peraduan yang kekal, itulah kebahagiaan sejati yang kita
sesungguhnya rindukan. Setiap Langkahku biarlah Tuhan yang memimpin. Di setiap langkah
yang diambil, ada mawar berduri. Tetapi sesudah kita sampai di tujuan, di sana tidak ada lagi
air mata dan ratap tangis. Berbahagialah yang dipanggil pada perjamuan kawin Anak Domba.
Biarlah renungan singkat ini menjadi kekuatan bagi kita semua untuk mengatur ulang
perspektif kita kepada pengharapan yang kekal dan abadi. Kematian bukanlah pintu menuju
kematian kekal lagi, sesungguhnya kematian sudah menjadi pintu menuju kehidupan yang
kekal. Amin.