Keberanian

Keberanian adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Keberanian menjadi faktor esensial di dalam transisi estafet sejarah antargenerasi.
Keberanianlah yang akan membawa seorang pemimpin dan satu umat masuk ke dalam zaman
baru. Kita dapat mempelajari hal ini dari firman Tuhan sendiri melalui mulut hamba-Nya,
Musa. Musa mengatakan baik kepada Yosua maupun kepada bangsa Israel agar mereka
menjadi kuat dan berani menghadapi musuh yang ada di depan. Dan yang perlu saya ulangi
sekali lagi adalah bahwa Musa tidak hanya mengatakan kepada Yosua, tetapi juga kepada
seluruh bangsa Israel pada waktu itu. Musa mengatakan, “Be strong and courageous!” “Be
strong and courageous!” “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!”
(Ul. 31:1-8). 

Karena itu, tidak heran apabila film-film yang paling baik, tokoh-tokoh yang mengubah
sejarah, dan pemimpin-pemimpin yang sukses adalah para pemberani. Di antara semua
produsen film animasi, Walt Disney adalah produsen film animasi yang terbaik dan
terbanyak dengan sejarah yang terpanjang. Dan di antara semua film Disney, Lion King
adalah film terbaik dari Disney. Cerita apa yang sebenarnya diangkat di dalam Lion King?
Keberanian. Simba muda harus menghadapi pamannya sendiri yang iri, jahat, dan berkhianat
terhadap dia. Simba, calon raja hutan tersebut, harus bertahan hidup tanpa backing-an
dari singa senior lain karena ayahnya sendiri sudah lama mati. Dan Simba harus dengan penuh
keberanian dan kemantapan hati menghadapi takdirnya menjadi seorang raja, keluar dari
kenyamanan di antara teman-temannya, untuk menghadapi pamannya sendiri, singa dewasa
yang licik.

Keberanian apakah yang perlu kita pelajari di dalam nasib dan sejarah bangsa kita? Bukankah
kita mau tidak mau harus menghadapi takdir dan nasib bangsa kita di tahun politik ini? Nasib
bangsa di dalam estafet politik sekali lagi akan bergulir. Bangsa kita akan memasuki zaman
baru atau mundur ke zaman sebelumnya berada di tangan kita. Di tangan kita untuk memilih
siapakah pemimpin yang betul-betul berani memperjuangkan nasib rakyatnya untuk menjadi
nahkoda menyetir arah bangsa ini ke babak baru. Antara memilih A atau B atau tidak
memilih merupakan bentuk pemilihan dari kita semua dan kita harus menghadapi nasib dan
takdir bangsa kita. Biarlah kita mempertimbangkan dan bernalar dengan penuh keberanian di
dalam memilih dan kiranya setiap tindakan kita itu berperan aktif mengisi pembangunan
bangsa yang dibubuhi semangat gagah berani untuk memajukan bangsa ini. Kiranya Tuhan
menyertai dan mendengar doa kita semua.

Bulan depan kita akan mempelajari apa yang menjadi rahasia keberanian seorang pemimpin
dan bagaimanakah seorang pemimpin itu diperkenan oleh Tuhan.