Kehendak Siapa yang Jadi?

Kita mengucapkan “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” ketika menaikkan Doa
Bapa Kami. Sesungguhnya kehendak siapakah yang jadi setiap hari? Tuhan memuji Daud
sebagai orang “yang melakukan segala kehendak-Ku” (Kis. 13:22). Maria berkata, “Jadilah
padaku menurut perkataanmu itu” (Luk.1:38). Yakobus berkata, “Jika Tuhan
menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” (Yak. 4:15). Yesus di taman
Getsemani berkata, “Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk.
22:42).

Yakobus dan Yohanes berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api
turun dari langit untuk membinasakan mereka?”, tetapi Yesus menegur mereka (Luk. 9:54-
55). Yesus berkata kepada Petrus, “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,
sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan
manusia” (Mat. 16:23). Tetapi kepada Yudas Iskariot, Yesus berkata, “Apa yang hendak
kauperbuat, perbuatlah dengan segera” (Yoh. 13:27).

Hati yang dikuasai kemarahan tidak dapat menjadikan kehendak Tuhan. Yesus datang ke
dunia bukan untuk menghakimi manusia melainkan menyelamatkan mereka. Petrus tidak
menghendaki Yesus menderita, tetapi Yesus tahu bahwa itu adalah kehendak Bapa bagi diri-
Nya. Ketika kita tidak sedang menjadikan kehendak Tuhan, maka besar kemungkinan kita
sedang menjadi alat setan untuk melawan Tuhan. Iblis membisikkan rencana dalam hati
Yudas Iskariot untuk mengkhianati Yesus, dan Yudas kerasukan Iblis. Yudas Iskariot mati
dengan cara yang terhina (Kis. 1:18).

Bersyukurlah ketika Tuhan masih melarang dan menegur kita dari kehendak kita yang salah,
Namun celakalah orang yang dibiarkan melakukan kehendak hatinya yang jahat.

Minyak yang dingin tidak bisa digunakan untuk memasak, dan minyak yang terlalu panas
dapat menggosongkan makanan. Demikian juga hati yang dingin (tidak ber-compassion)
ataupun terlalu panas (dikuasai kemarahan) tidak dapat menjadikan kehendak Tuhan. Marilah
at the start of the day, berdoa minta Tuhan mengontrol hati kita agar kehendak Tuhan
dapat terjadi melalui diri kita; at the end of the day, berdoa mengucap syukur karena
kita telah menikmati fortaste of heaven.