Kelud

Kemelut yang diletuskan oleh Kelud minggu lalu menorehkan impresi ke benak sebagian
orang. Gunung yang sangat lincah ini meletus berkali-kali hanya di dalam satu abad saja.
Ratusan ribu warga di dalam radius 10 km dari Kelud harus meninggalkan rumah dan
pekerjaannya dan jutaan manusia lainnya di pulau Jawa tidak terhindar dari hujan abu.
Sebagian bangkrut, sebagian sakit, dan jutaan rugi karena transportasi lumpuh, aktivitas
ekonomi mati karena dampak dari Kelud.

Ketika terkena dampak bencana Kelud dan menjadi sakit, ada bagian Alkitab yang menarik
perhatian saya yaitu: Confirm to your servant your promise, that you may be feared (Ps.
119:38 – ESV). Terjemahan ini bernuansa berbeda dengan versi bahasa Indonesia (TB).
Respons natural manusia terhadap tergenapinya janji Tuhan adalah kelegaan kita dari
pergumulan. Tetapi di bagian ini pemazmur mencatat: rasa takut kepada-Nya.

Saya bersyukur karena pembacaan ayat ini membawa saya mengenal firman lebih dalam
lagi. Apakah sesungguhnya selama ini saya salah berespons terhadap janji Tuhan atau salah
menanti jawaban dari janji Tuhan hanya demi kelegaan pribadi saja? Dalam menanti janji
Tuhan atau jawaban doa, sering kali kita tidak sabar atau membayangkan hal-hal indah
sesudah janji itu genap. Tapi melalui ayat ini, saya sadar bahwa janji Tuhan itu sendiri
merupakan firman-Nya yang patut kita takuti. Janji-Nya itu adalah firman dari hati dan
mulut-Nya sendiri yang berarti memiliki kualifikasi yang cukup untuk kita takuti. Dan jika
janji-Nya itu tergenapi, maka kita memiliki alasan lebih untuk takut kepada-Nya. Perasaan
takut kepada Allah inilah yang merupakan kesalehan dan ibadah seorang Kristen yang
berkenan kepada Tuhan menurut penulis Ibrani. Perasaan takut yang mengandung rasa
hormat dan sukacita bukan kebencian atau tertekan. Ibadah dengan takut kepada Allah itu
sesungguhnya memuliakan nama Tuhan.

Kiranya di tengah penantian dan kesulitan apa pun untuk menanti kelegaan, kita boleh
dikuatkan untuk sabar, tekun, dan stabil karena janji-Nya adalah sukacita kita, yang
membawa kita semakin takut kepada-Nya dan memuliakan-Nya.