Welcome to this jungle! Kekacauan, pertengkaran, iri hati, egois, dan segala macam
perbuatan jahat tersedia di dalam hutan ini. Siapa yang mau tinggal di dalam hutan ini? Jelas
tidak ada, tetapi kita tinggal di dalamnya bahkan menjadi pemeran utamanya kadang-kadang
(kalau tidak mau dikatakan sering). Kita ikut menciptakan hutan ini, dengan hikmat yang dari
dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yak. 3:15).
Sayangnya kita tidak diciptakan seperti robot yang mudah disetel dengan mengganti chip di
dalamnya. Ketika kita mengatakan, “Mulai sekarang aku menjadi orang Kristen”, seluruh diri
kita tidak langsung berubah menjadi seperti malaikat. Kita masih manusia yang sama, dengan
kebiasaan dan keburukan yang sama. Kita tetap manusia dengan natur berdosa namun dengan
arah yang baru.
Yakobus menulis surat kepada orang Kristen yang bertengkar:
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya
dari hawa nafsumu…? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu
kamu membunuh (kata hiperbola dari membenci); kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai
tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. (Yak. 4:1-2)
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala
macam perbuatan jahat. (Yak. 3:16)
Nasihat Yakobus adalah:
Tunduklah kepada Allah … lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu … mendekatlah
kepada Allah … tahirkanlah tanganmu … sucikanlah hatimu … rendahkanlah dirimu di
hadapan Tuhan … (Yak. 4.7-10)
Berhentilah berjuang untuk memperoleh kemuliaan diri (my glory) dan mulailah berjuang
untuk memuliakan Tuhan (God’s glory). Berhentilah hidup dengan hikmat dari nafsu
manusia dan mulailah hidup dengan hikmat yang dari atas, yang murni, sehingga kita
menjadi pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan perbuatan baik, tidak
memihak dan tidak munafik (Yak. 3:17). Kiranya Tuhan menolong kita!