Lepaskanlah Kami dari pada yang Jahat

“Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang
jahat.” (Mat. 6:13)

Di dalam kisah penciptaan, Allah menempatkan manusia di taman di Eden dan memberikan
satu perintah, yaitu tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat yang
ada di tengah-tengah taman. Namun, ular mencobai manusia dengan menawarkan potensi
menjadi seperti Allah jika memakan buah tersebut. Iklan yang menyesatkan ini ternyata
cocok dengan keinginan manusia. Akhirnya manusia memberontak dan jatuh ke dalam dosa.

Manusia pertama, Adam dan Hawa, kedua orang tua kita itu, ternyata begitu rentan terhadap
cobaan. Belum jadi manusia berdosa saja, mereka begitu mudah untuk menyerah pada
godaan, apalagi kita yang sudah jatuh dalam dosa. Kenyataan ini bukan untuk membuat kita
putus asa dan marah, tetapi seharusnya menyadari bahwa mengandalkan Tuhan setiap waktu
sepatutnya menjadi cara hidup kita. Tuhan tahu persis hal itu, sehingga Ia mengajarkan agar
kita memohon kepada Bapa, “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi
lepaskanlah kami dari yang jahat.”

Manusia lama kita menyukai bau dosa dan segala macam kesesatannya. Bahkan seringkali
kita tanpa sadar atau bahkan mungkin secara sadar, merelakan diri untuk dijebak masuk ke
dalam cobaan yang mengakibatkan penyesalan yang tiada habisnya. Sudah tahu diri tidak
bisa menahan makan banyak, tetapi masih ke restoran buffet. Sudah tahu diri tidak bisa
tidak belanja jika melihat sale, tetapi masih juga ke mal. Sudah tahu diri tidak tahan
dengan pornografi, tetapi masih juga melihat situs-situs yang menjurus sendirian. Seperti kata
Paulus di dalam Roma 7:18-19 meski diri ini menghendaki yang baik, tetapi justru yang jahat yang
dilakukan, karena memang tidak ada yang baik dalam manusia.

Namun sekali lagi, selalu ada pengharapan bagi orang percaya. Meski daging ini lemah,
tetapi Roh yang ada di dalam kita, mampu menolong kita untuk melepaskan diri dari yang
jahat itu.

Seperti kata seorang hamba Tuhan, kita sendirilah yang membawa diri kita ke dalam
pencobaan. Apa yang mungkin kita perlukan adalah menyadari dan mengakui kelemahan kita
dan berhenti mengandalkan diri. Lalu menengadahkan kedua tangan kepada Tuhan,
memohon belas kasihan dan anugerah-Nya untuk melepaskan kita dari pengaruh dosa agar
hidup kita dapat menguduskan nama-Nya yang mulia.