Lumba-Lumba

Sudah jenuh dengan kemacetan perkotaan? Bosan dengan polusi? Kerjaan di depan Anda
menumpuk dan tidak kunjung menemukan solusi? Mari kita merenung sejenak dan
memikirkan mengenai binatang yang dapat kita contoh.

Lumba-lumba adalah binatang yang patut kita teladani, apalagi kita sebagai orang Kristen.
Lumba-lumba menyatakan kasihnya bahkan kepada binatang lain yang bukan grup
binatangnya sendiri. Beberapa lumba-lumba dapat berlatih tindakan kebaikan dengan
menolong para perenang dari kejaran ikan hiu. Dan beberapa lumba-lumba yang lain pernah
ditemukan memberikan petunjuk arah kepada paus yang tersesat. Tetapi lumba-lumba
menyimpan kebaikannya secara khusus untuk mereka yang berasal dari grupnya sendiri,
seperti manusia. Hal ini lumrah karena manusia memang memiliki lingkaran-lingkaran
tanggung jawab yang Tuhan percayakan (Gal. 6:10).

 

Lumba-lumba memang baik dan suka membantu. Demikianlah kita, sebagai orang Kristen,
hendaklah kita tolong-menolong satu sama lain. Jika lumba-lumba yang bukan mahkota
ciptaan merefleksikan kemuliaan Sang Penciptanya begitu rupa, apalagi manusia, sudah
seharusnya manusia saling menolong satu sama lain dengan lebih giat (Gal. 6:2).

 

Jika lumba-lumba yang tidak mengalami penebusan secara personal seperti manusia, dapat
mengasihi sesamanya dan bahkan spesies lain, bukankah manusia harus lebih lagi dipenuhi
cinta kasih karena sudah diubahkan, merasakan, dan mengalami penebusan Kristus?

 

Jika lumba-lumba sudah menjadi bagian dunia ini yang turut menderita akibat dosa, dan
mereka turut merindukan dan menanti-nantikan kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan (Rm.
8:19), yaitu kemuliaan Anda dan saya, maukah kita lebih sungguh-sungguh lagi bertolong-
tolongan dengan orang di sekitar kita dan menjaga lingkungan kita lebih lagi? Kiranya kita
makin melihat visi Allah di dalam pemulihan ciptaan secara utuh..