Mati

Semua orang pasti mati suatu hari. Ini adalah realitas pahit hidup manusia. Tetapi kapankah
waktunya, bagaimanakah keadaannya, dan apakah pengaruhnya terhadap orang-orang lain?
Apakah yang lebih menyedihkan daripada kematian? Keterpisahan untuk selama-lamanya,
dan tidak mengetahui apa-apa tentang keadaan kematian tersebut. Suatu misteri gelap
sehingga kematian menjadi sangat menakutkan dan tabu untuk dibicarakan.

Ada kebudayaan yang percaya bahwa hidup manusia bisa dipertahankan selama-lamanya
dengan makanan-makanan tertentu. Ada pula kebudayaan yang percaya bahwa setelah
kematian ada kehidupan di dunia lain yang ditopang dari dunia ini. Ada orang takut mati, ada
orang tidak takut mati, ada orang tidak mau mati, ada orang mau mati. Pandangan seseorang
tentang kematian ditentukan bagaimana ia memandang hidupnya saat ini.

Bagaimanakah Tuhan Yesus menghibur Marta ketika Lazarus meninggal? Marta percaya
bahwa manusia akan bangkit nanti pada akhir zaman. Tetapi Tuhan Yesus menunjukkan
bahwa Dialah Tuan atas hidup. Dia mengatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup;
barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang
yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yoh. 11:25).
Lalu Tuhan Yesus memanggil Lazarus yang sudah meninggal empat hari keluar dari
kuburnya, dan ia keluar, hidup kembali.

Yesus adalah manusia, ia mati di kayu salib dan dikuburkan. Yesus adalah Tuhan sehingga
kematian tidak dapat menguasainya, pada hari ketiga ia bangkit, dan 40 hari kemudian ia
kembali ke sorga. Dia menjanjikan kita tempat di sorga, dan siap menyambut kita pada hari
kematian kita. Apakah yang lebih bahagia bagi orang percaya selain melihat Juruselamatnya
muka dengan muka? Dan apakah yang lebih menyedihkan daripada hidup di dunia ini tetapi
sesungguhnya tidak memiliki hidup?

Barang siapa percaya kepada-Nya, ia memiliki hidup yang kekal (Yoh. 6:47). Marilah kita
memohon iman senantiasa kepada Tuhan yang memampukan kita untuk setia sampai akhir.
Di balik kematian Tuhan kita menunggu kita dengan anugerah kehidupan kekal-Nya, di mana
kita tidak akan lagi berhadapan dengan kematian itu selamanya. Selamat Paskah!