Mazmur 23

TUHAN adalah Gembalaku. Ini adalah mazmur yang sangat terkenal dan diketahui oleh
banyak sekali orang Kristen. Mazmur yang dinaikkan Daud kepada Tuhannya yang
disadarinya betul bahwa Tuhannya akan membela dirinya di dalam masa-masa yang paling
sulit sekalipun. Daud yang dirinya juga sebagai seorang gembala mengerti betul ikatan batin
antara gembala dengan kawanan domba yang digembalakannya. Dan dia menghidupi hal itu
dengan penuh kesadaran dan perasaan bersyukur karena Tuhan merupakan Gembalanya yang
akan melepaskannya dari mulut singa dan cakar beruang. Tuhan adalah Tuhan yang
memperhatikan dan menyayangi kita sepenuhnya seperti Gembala yang kita kenal di dalam
Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya untuk melepaskan kita dari mulut
maut dan cakar si jahat. 

Menarik untuk diperhatikan bahwa theolog abad ke-16 yang bernama John Calvin
mengatakan bahwa mazmur ini bukanlah lagu yang dicampuri dengan doa atau permohonan
dilepaskan dari kesulitan hidup tetapi mazmur ini murni berisi ucapan syukur dari
seorang Daud. Sering kali mazmur ini dinyanyikan atau dibacakan kepada orang yang terbaring
sakit untuk memberikan penghiburan kepadanya agar dia mengingat kepada Tuhan dan senantiasa
mengucap syukur di tengah-tengah kesulitan dan derita yang dihadapi. Ini adalah hal yang
baik. Tetapi apabila kita melihat konteks dari Mazmur 23 ini, mazmur ini ditulis oleh Daud
ketika dia sudah dilepaskan oleh Tuhan dan hidup di dalam kedamaian kerajaan yang sudah
Tuhan tegakkan untuknya yaitu para musuhnya tidak berkutik di hadapannya bahkan ketika
dia sedang makan dan menikmati hidup. Di sini kita belajar dari Daud bahwa dalam kondisi
yang paling puncak sekalipun, kita tidak bisa lupa Tuhan dan senantiasa mengingat-Nya
karena sosok-Nya sebagai seorang Gembala itu hanyalah nyata ketika kita bergantung
kepada-Nya dan senantiasa melihat kemiskinan, kelemahan, ketidakberdayaan kita di
hadapan-Nya, tidak peduli seberapa pandai, lancar, sukses, kaya, dan baiknya kehidupan kita
saat itu. Justru Daud menyadari betul dan mengakui dan mengembalikan kemuliaan kepada
Tuhan dengan ucapan syukurnya karena memang Tuhanlah yang membawanya sampai pada
posisi dan situasi seperti demikian. Jadi, baik sehat maupun sakit, senang maupun susah, kaya
maupun miskin, biarlah kita mengucap syukur. Rasul Paulus berkata: bersyukurlah senantiasa
dan pemazmur berkata: bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Sudahkah kita
mengucap syukur hari ini?