Mazmur 47

Allah, Raja Seluruh Bumi

Apa yang menjadi gambaran kerajaan Allah bagi kita di dalam hidup di dunia ini? Kerajaan
yang dipenuhi dengan kemakmuran susu dan madu atau kerajaan yang dipenuhi dengan
aturan-aturan hukum yang mengikat atau apa? Kerajaan Allah berbicara bukan mengenai
makan dan minum tetapi kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Hal ini
dimulai dengan pertobatan yang sungguh untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya dan yang
terutama adalah mengenal “Objek” kasih dari kerajaan tersebut yaitu Sang Raja itu sendiri.
Bagaimana sikap kita untuk memuji Sang Raja? Hal ini dapat kita pelajari dan hayati dari
Mazmur 47 untuk refleksi ibadah kita setiap minggu menyambut Sang Raja.

Siapakah Allah kita, Raja Seluruh Bumi? Dia adalah Allah yang Mahatinggi dan dahsyat, Dia
besar dan menjangkau keseluruhan bumi. Inilah alasan mengapa segala bangsa diundang
untuk bertepuk tangan dan mengelu-elukan Dia dengan sorak-sorai. Tidak ada satu bangsa
pun yang terluput dari jangkauan kebesaran-Nya dan tidak ada satu bangsa pun yang lebih
tinggi dan dahsyat daripada Allah. Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air
dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca (Yes. 40:15). Demikianlah
keadaan kita yang menjadi bagian dari bangsa-bangsa itu. Ini adalah suatu undangan untuk
mengakui keluhuran Allah Yakub yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dialah
yang menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah Kerajaan Daud dan Tuhan yang sama di dalam
Perjanjian Baru yang memanggil bangsa-bangsa untuk percaya kepada nama Anak-Nya yang
kudus dan masuk ke dalam kerajaan Allah. Dia mengaruniakan agar Anak-Nya itu
mendapatkan Nama-Nya yang kudus dan terhormat dan Anak-Nya itu dijadikan Raja. Raja
kita, Anak-Nya itu, Raja seluruh bumi sekarang bertakhta di sorga di sebelah kanan Allah
Bapa.

Gambaran Allah seperti apakah yang kita sembah? Allah yang naik ke takhta-Nya dengan
diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala. Dan respons kita di dalam kewajiban dan kesukaan
(duty and delight) adalah dengan bermazmur bagi Allah, bagi Sang Raja. Menyanyikan lagu
pujian dan menulis syair dan puisi untuk keagungan nama-Nya. Lagu dan syair atau puisi
yang kita tulis itu juga sekaligus untuk mengajar kepada umat dan warga kerajaan Allah
terlebih lagi bangsa-bangsa untuk melihat pemerintahan Allah kita dari takhta-Nya yang
tertinggi dan persemayaman-Nya yang kudus. Tulisan ini mengajak setiap kita merindukan
dan mendambakan untuk melihat Allah yang bertakhta di tempat yang tertinggi di dalam
kesucian hati dan menaati pemerintahan Allah yang kudus, hukum-hukum- Nya yang
berlandaskan kasih setia-Nya. Mengajak kita semua untuk berbakti kepada Allah yang tinggi
luhur. Sungguh agung dan mulia ketika melihat para pemuka dari berbagai bangsa (yang juga
terkadang disebut perisai bumi) itu datang menyembah Allah dan dimiliki oleh Allah. Ketika
yang paling tinggi dari berbagai suku, bangsa, dan bahasa itu datang menyembah kepada
Allah, Allahlah yang akhirnya sangat dimuliakan dan ditinggikan. Sungguh suatu visi
kerajaan Allah yang teramat agung dan besar dan mulia dan tinggi luhur. Segala kemuliaan
bagi Allah di tempat yang Mahatinggi. Soli Deo Gloria.