Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

My Body Belongs To…

My body belongs to me… Banyak buku maupun video yang ditujukan untuk melindungi anak-anak kecil terhadap kejahatan seksualitas. Mereka diberi tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, karena itu tidak ada seorang pun yang boleh melihat ataupun menyentuh bagian tubuh mereka yang privat.

My body belongs to me, oleh karena itu aku menjaga dan merawat tubuhku. Aku merawatnya dengan berolahraga, memberikan asupan gizi yang baik, menjaga kebersihannya, menggunakannya untuk kesenanganku. Itu semua karena aku mengasihi tubuhku, tidak ingin tubuhku jatuh sakit dan akhirnya membuat diriku menderita.

My body belongs to me, oleh karena itu aku berkuasa menentukan apa yang aku lakukan dengan tubuhku. Saat marah atau perasaan negatif lain, aku akan makan terus (atau tidak mau makan). Aku akan makan apa saja, kapan saja, di mana saja. Tidak ada yang berkuasa melarang atau memerintahku karena tubuhku adalah milikku sendiri. Ketika aku merasa tubuhku kurang indah atau bahkan cacat, maka aku berhak membencinya, mengubahnya walau menyakiti, bahkan membunuh tubuhku sendiri.

My body belongs to…? Paulus mengatakan kepada jemaat di Korintus bahwa Your body belongs to God (1Kor. 6:19). Oleh karena itu, aku tidak berkuasa menentukan apa yang aku lakukan dengan tubuhku. Aku tidak boleh mencemarinya dengan dosa, karena tubuhku adalah tempat Roh Kudus berada. Paulus menambahkan Glorify God in your body (1Kor. 6:20). Dalam keadaan apa pun, aku harus menjaga, merawatnya, menggunakan setiap bagiannya dengan baik dan benar. Aku harus menjaga kekudusannya dan kondisinya agar siap digunakan untuk melakukan pekerjaan baik, dan dengan demikian tubuhku memuliakan Allah. Mata, hidung, mulut, telinga, tubuh, tangan, kaki, pikiran, perasaan, keinginan, kemampuan, dan segala yang lain, harus dikontrol oleh pertolongan Roh Kudus.

Marilah kita meminta pertolongan Tuhan untuk mengontrol tubuh kita dan segala keinginannya, agar kita tidak menjadi alat kebinasaan bagi sesama kita maupun diri sendiri. Kiranya tubuh kita dan segala kemampuannya menjadi terang yang menunjuk kepada Terang yang sesungguhnya.

Yana Valentina

Juli 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲