Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

My Food is …

Jean Anthelme Brillat-Savarin mengatakan, “Tell me what you eat, and I will tell you what you are.” Masih ingat Ishak yang sangat menikmati daging buruan sampai-sampai ia tertipu oleh anaknya sendiri? Daniel yang minta sayur dan air dan terbukti ia lebih gemuk daripada mereka yang makan santapan raja dan minum anggur? Nabi Elia yang makan roti dan minum air yang disediakan malaikat TUHAN, lalu beroleh kekuatan untuk berjalan 40 hari 40 malam? Bangsa Israel yang makan roti sorga (manna) dan bertahan hidup di padang gurun selama 40 tahun, namun masih menggerutu?

Makan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas”, tetapi Tuhan menuntut identitas kita sebagai image-Nya “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej. 2:16-17).

Tuhan Yesus memperkenalkan Diri-Nya sebagai Roti Hidup (Yoh. 6:35) dan Air Hidup (Yoh. 7:37). Dia juga menyuruh kita untuk makan daging-Nya dan minum darah-Nya, supaya kita mempunyai hidup yang kekal (Yoh. 6:54). Ini mungkin mirip dengan cerita Sun Go Kong yang mengawal pendeta Tong Sam Cong dari incaran siluman, yang hendak memakan dagingnya karena dipercaya dapat memberikan hidup abadi. Manusia sejati bukan hidup dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat. 4:4). Yesuslah Sang Firman itu. Seperti halnya kita perlu makan dan minum setiap hari, demikian juga kita perlu merenungkan firman Tuhan siang dan malam, dan firman menjadi kesukaan kita (Mzm. 1:2). Tuhan Yesus memberikan teladan-Nya dengan mengatakan, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4:34).

Your food is what you are. Marilah kita memeriksa apa yang kita berikan sebagai makanan bagi tubuh dan jiwa kita. Kiranya kita makan dan minum untuk kemuliaan Tuhan, serta menggunakan tubuh kita untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Yana Valentina

Juli 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲