Natal Dan Lidah

Kita sering mendengar tentang adanya empat macam temperamen pada manusia. Menurut
mereka, bahkan sejak bayi, pembawaan dasar ini sudah terlihat. Jika mukanya riang mudah
tertawa, maka sanguin. Jika mukanya tegas seperti pemimpin, maka kolerik. Jika mukanya
muram, maka melankolik. Jika mukanya tenang dan santai, maka plegmatik. Dari keempat
tipe ini, tipe melankolik paling besar kemungkinan untuk merasa depresi dan tidak bahagia.
Tetapi Alkitab mengatakan bahwa orang yang memandang Tuhan, mukanya akan berseri-seri,
dan tidak pernah menjadi malu (Mzm. 34:6). Ternyata… Bukan tergantung pada tipe
temperamen apakah Anda.

Alkitab membedakan manusia menjadi orang benar dan orang fasik. Orang benar seperti
pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang
tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mzm. 1:3). Tidak ada yang sia-sia
bagi orang benar. Tetapi orang fasik seperti sekam yang ditiupkan angin, tidak akan tahan
dalam penghakiman, dan menuju kebinasaan (Mzm. 1:4-6). Segala sesuatu sia-sia bagi orang
fasik.

Bagaimana caranya menjadi orang benar? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu
terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah
perdamaian dan berusahalah mendapatkannya (Mzm. 34:14-15). Lidah adalah bagian yang
kecil dari tubuh, tetapi seperti setir kapal yang kecil mengemudikan seluruh kapal, maka
lidah mengemudikan seluruh hidup.

Siapa yang dapat mengendalikan lidahnya sendiri? Yakobus mengatakan bahwa manusia
dapat menjinakkan semua jenis binatang liar tetapi tidak dapat menjinakkan lidahnya (Yak.
3:7-8). Lalu siapakah yang dapat menolong kita dari kecelakaan ini? Bagaimana kita dapat
berkata-kata kepada orang lain, diri sendiri, maupun kepada Tuhan dengan benar?

Sesungguhnya, keselamatan kita sudah datang! Kristus telah datang! Ya, Kristus telah
datang! Kemenangan kita sudah dijamin. Kemenangan kita datangnya dari Dia yang telah
datang yang memimpin kita melalui Roh Kudus-Nya. Relakanlah diri dipimpin oleh Roh
Kudus dalam setiap perkataan kita! Melalui pimpinan-Nya kita dapat berjalan di atas jalan
yang benar, baik perkataan maupun perbuatan kita. Kiranya Natal tahun ini – kelahiran
Tuhan Yesus – mengubah hidup kita dan Kristus boleh hadir sepenuhnya menjadi Juru
Selamat atas lidah kita – atas perkataan kita.