,

Nilai Manusia

Harga BBM baru saja naik dan menimbulkan gejolak di banyak tempat. Mahasiswa juga
melakukan protes. Sebelum harga BBM dinaikkan, di banyak daerah pun sudah terjadi
kelangkaan BBM. Apa yang terjadi dengan bangsa kita?

Pasal 33 UUD 1945 mengatakan bahwa bumi, energi, dan kekayaan alam lainnya yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Negara Indonesia adalah negara
yang kaya. Negara Indonesia adalah negara yang makmur. Negara Indonesia adalah negara
yang luas. Berlaksa-laksa kilometer garis pantai serta ribuan hektar hutan hujan tropis ada
di pesisir dan pedalaman Indonesia. Emas dan Uranium ada di Timika, Papua, dekat salju
abadi di pegunungan Jayawijaya dari negara tropis ini. Alor di NTT dan Raja Ampat di Papua
Barat memiliki taman laut yang terindah di dunia. Samosir di Sumatera Utara merupakan
salah satu danau terbesar dan terindah di dunia dengan kombinasi wisata air dan pegunungan.
Belum lagi Indonesia memiliki reptil komodo atau dalam bahasa Inggris disebut Komodo
Dragon
(naga Komodo) yang menjadi salah satu nominasi 7 keajaiban dunia yang baru.
Indonesia adalah negara yang kaya, negara yang makmur, dan negara yang luas. Tetapi
mengapa Indonesia masih miskin? Karena kekayaan Indonesia yang paling penting telah
rusak. Sumber daya Indonesia yang paling bernilai telah hancur. Apakah kekayaan Indonesia
yang paling berharga itu? Manusia.

Allah menciptakan manusia mirip Tuhan, segambar dan serupa dengan Tuhan. Manusia
bernilai karena mirip Sumber Nilai. Manusia bernilai karena dicipta dengan diberi nilai oleh
Sumber Nilai. Manusia bernilai karena manusia mampu mengenal Sumber Nilai. Manusia
bernilai karena hidup bertanggung jawab untuk dinilai oleh Sumber Nilai. Kita mengetahui
Indonesia adalah negara paling kaya sumber daya dan paling besar secara ekonomi di
Asia Tenggara tetapi Indonesia terus dibelenggu oleh korupsi yang mendarah daging,
berakar, beranak pinak, menggurita, dan berdinasti turun temurun. Soekarno mengatakan:
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit
karena melawan bangsamu sendiri.” Apabila manusia Indonesia tidak sadar akan nilai yang
sejati dari Sumber Nilai, hidupnya itu tidak bernilai.

Manusia bernilai karena manusia merupakan satu-satunya makhluk yang dicipta dengan akal
budi untuk menilai dan mengenal Sang Nilai. Manusia bernilai karena diberi nilai oleh Sang
Nilai untuk memuliakan-Nya di dalam hubungannya dengan sesama dan alam semesta. Tidak
ada binatang seperti semut yang kecil, gajah yang besar, jerapah yang tinggi, burung yang
terbang, ikan yang menyelam, atau singa yang garang yang dapat membuat roket mendarat
di bulan atau membuat teleskop menyelidiki bintang raksasa Sirius atau membuat mikroskop
menyelidiki bakteri dan molekul-molekul. Dan juga hanya manusia bukan binatang yang
memiliki sifat kekudusan, keadilan, dan kebaikan (Rm. 7:12) karena manusia memiliki hati
nurani untuk mengenal hukum Allah. Di dalam ketiga sifat ini, terkandung nilai Allah yang
ditanamkan pada manusia. Di dalam kekudusan, manusia bertanggung jawab kepada Tuhan;
di dalam keadilan, manusia bertanggung jawab kepada sesama dan alam semesta; di dalam
kebaikan, manusia memuliakan Tuhan dan mengusahakan kesejahteraan bagi sesama.

Kiranya kita sebagai manusia Indonesia sadar akan nilai diri kita agar hidup kita bernilai.
Kita bernilai karena kita dicipta dan diberi nilai oleh Sang Nilai. Kita bernilai karena kita
dapat menilai nilai dan dapat mengenal dan dikenal Sang Nilai, yaitu: Nilai yang Tertinggi.
Kita bernilai karena kita mau hidup bernilai untuk dinilai oleh Sang Nilai.