Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pandemi dan Kedatangan Tuhan Yesus

Pada waktu kita menghadapi pandemi seperti ini, apa yang seharusnya dapat kita renungkan? Apabila kita hidup pada awal abad ke-20, suatu masa dipenuhi kecelakaan demi kecelakaan: Flu Spanyol pada tahun 1918-1920 sesudah Perang Dunia I (1914-1918) dan diikuti Great Depression (1929-1933) di Amerika dengan resesi sampai tahun 1938, lalu tahun 1939-1945 adalah Perang Dunia II. 

Total kematian Perang Dunia I adalah 15-19 juta, total kematian flu spanyol adalah 50 juta, dan total kematian Perang Dunia II adalah 70-85 juta orang. Apabila kita hidup di negara yang paling terdampak Perang Dunia dan Flu Spanyol serta kesulitan ekonomi pada waktu itu, kita pasti mengira bahwa kiamat sudah dekat dan kedatangan Tuhan sudah segera terjadi. Saat itu, kekuatan ekonomi, kekuatan politik, dan kekuatan sosial dihantam baik oleh depresi ekonomi, perang dunia, dan wabah penyakit. Dan pada waktu itu, tidak sedikit yang mati. Tetapi sesungguhnya Alkitab menyatakan, bahwa kedatangan Tuhan akan lebih dahsyat dengan jumlah korban jiwa yang lebih besar disertai gempa bumi, kelaparan, dan lain-lain.

Karena itu, marilah kita dengan takut dan gentar, selagi Tuhan masih memberikan kesempatan, kita bergiat untuk Tuhan, mengabarkan Injil, agar kita boleh mempersembahkan jiwa kepada Tuhan sebelum kita bertemu dengan-Nya. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan sepertiga umat manusia pada saat ini hidup di dalam karantina dan/atau lockdown. Marilah kita berdoa agar Tuhan memberikan kita kesempatan menggenapkan rencana Allah di dunia.

Pada waktu raja Hizkia, Yesaya, dan Mikha berdoa bersama-sama ketika Yerusalem menghadapi kepungan raja Asyur, dan Tuhan menyelamatkan Yerusalem. Samaria waktu itu sudah jatuh ke tangan raja Asyur (721 SM) dan banyak kota dari kerajaan Yehuda sudah ditaklukkan oleh Asyur. Yerusalem tersendiri dan raja Hizkia, nabi Yesaya, dan nabi Mikha berdoa bersama-sama merendahkan diri di hadapan Tuhan (701 SM) dan Tuhan menyelamatkan Yerusalem selama kurang lebih 115 tahun lagi sebelum dibuang ke Babel (586 SM). Masih ada generasi-generasi sesudah Hizkia yaitu Yosia yang boleh mengembalikan ibadah yang sejati kepada Tuhan. Hizkia memberikan kebangunan rohani kepada bangsa Israel dan demikian pula Yosia juga memberikan kebangunan rohani. Tetapi tahukah Saudara bahwa ketika Alkitab mencatat malaikat TUHAN memukul mundur bangsa Asyur, para ahli dalam sejarah mengamati bahwa bentuk dari tulah malaikat TUHAN itu adalah wabah tikus (bubonic plague), yang dicatat oleh Herodotus. Dan bubonic plague inilah yang merupakan penyakit dari pandemi Black Death (1350 M) yang membunuh 25 juta manusia (ada yang mengatakan 75-200 juta) atau lebih dari sepertiga penduduk dunia pada waktu itu. 

Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan datang, tetapi tugas kita adalah berdoa dan bekerja selama hari masih siang, mari kita bergiat mengabarkan Injil. Agar Tuhan berbelas kasihan, memberikan kesempatan bagi orang-orang yang belum bertobat untuk percaya kepada Tuhan. Sama seperti Rasul Paulus dan para rasul yang lain di Kisah Para Rasul, surat-surat Paulus, dan Wahyu, mengenai waktu dan masa kita tidak tahu, tetapi orang Kristen akan dipenuhi Roh Kudus untuk mengabarkan Injil dan Tuhan menyertai kita sampai kesudahan zaman; dengan mental Tuhan akan segera datang. Amin.

Lukas Yuan Utomo

Mei 2020

1 tanggapan.

1. Kokok dari Malang berkata pada 12 May 2020:

Terimakasih...renungan/artikel ini menjadi pengingat sekaligus teguran di kala pandemic ini. Bukan hanya pengobral harapan palsu. Terimakasih..terus berkarya bagi Tuhan Yesus

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲