Permainan Dart

Suatu kali saya melihat ada pertandingan dart di televisi. Saya dahulu mengira permainan dart
hanyalah sekadar permainan. Tidak pernah terpikirkan permainan dart bisa dipertandingkan,
bahkan secara profesional sampai dipertontonkan di televisi. Dalam pertandingan dart,
setiap pemain diberikan waktu tertentu untuk menancapkan dart ke lingkaran terdalam
(inner bullseye) dari papan dart. Saya melihat setiap pemain mengambil satu dart, lalu
memfokuskan pandangannya ke papan dart, jarinya memegang dart dengan posisi tertentu,
tangannya diarahkan selurus mungkin di hadapan lingkaran terdalam, lalu dilemparkan
ke sasaran tersebut. Bila menancap tepat di inner bullseye, itulah kemenangannya. Setiap
pemain terlihat serius dan sungguh-sungguh memperhatikan segala aspek lalu menunggu
waktu yang tepat dengan kekuatan yang tepat untuk melempar dart tersebut.

Baik dimainkan secara profesional ataupun sekadar permainan, cara yang digunakan adalah
seperti itu. Saya tidak pernah berpikir ada pemain yang mengambil setiap dart lalu asal
melempar dengan harapan dari sekian banyak dart yang dia lemparkan, ada satu atau bahkan
beberapa yang secara kebetulan menancap di inner bullseye. Itu akan mempermalukan diri
sendiri.

Setiap orang diberikan waktu yang sama, tidak ada orang yang dalam sehari memiliki waktu
30 jam sedangkan yang lainnya 24 jam. Tetapi tidak semua orang diberikan waktu hidup
yang sama, ada yang 60 tahun, 40 tahun, bahkan 1 tahun. Ketika kita harus mengerjakan
banyak hal dalam kurun waktu tertentu, waktu terasa terbang, dan kita harus lari bahkan
terbang untuk bisa mengerjakan semuanya sesegera mungkin. Tetapi ketika tidak ada yang
bisa dikerjakan dalam dalam kurun waktu tertentu, waktu terasa merayap, kita memilih untuk
tidur saja. Hidup tidak berarti jika kita tidak melakukan apa-apa di dalamnya. Hidup menjadi
berarti jika kita bisa melakukan banyak hal di dalamnya bahkan dengan keberhasilan yang
kita inginkan.

Ingatkah kita untuk berdoa sebelum mengerjakan apa-apa? Doa sepertinya tidak melakukan
apa-apa. Pekerjaan tidak selesai dengan doa. Tidak ada magic wand di sini, bangunlah!
Dalam doa Musa, dikatakan “Ajarlah kami untuk menghitung hari-hari kami sedemikian,
hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Maz. 90:12). Dalam permainan dart, banyak
hal yang harus diperhitungkan seperti cara memegang, arah tangan, kekuatan melempar
dengan mata yang terus tertuju pada inner bullseye. Permainan dart tidak dimainkan secepat
mungkin, tetapi dengan perhitungan setepat mungkin. Itu hanyalah permainan.

Bagaimana dengan hidup kita hari ini? Apakah kita rela berdoa dahulu (mungkinkah terkesan
tidak melakukan apa-apa?) sampai kita siap membuka mata dan mulai mengerjakan apa yang
Tuhan mau kita kerjakan dengan cara-Nya? Atau kita secepat kilat mengambil apa saja yang
harus kita kerjakan dengan perhitungan kita sendiri dengan harapan semua yang kita lakukan
berhasil? Bahkan kita kesal dengan segala sesuatu yang tampaknya menghalangi rencana
kita, yang mungkin adalah campur tangan Tuhan untuk menyadarkan kita, “Hei, apakah yang
kamu rencanakan lebih penting daripada apa yang Aku inginkan?” Jangan-jangan kita sudah
melanggar perintah pertama dalam Sepuluh Hukum Taurat, yaitu: Jangan ada padamu allah
lain di hadapan-Ku.

Sebagaimana permainan dart dilakukan dengan perhitungan seakurat mungkin, marilah kita
menjalani hidup kita dengan perhitungan seakurat mungkin terhadap kehendak-Nya dan cara-Nya.