Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pohon

Jika Anda bertanya kepadaku, “Dari manakah asalmu? Apakah tujuan kamu hidup?”, maka aku akan bercerita. Aku berasal dari sebuah biji kecil, disembunyikan di dalam tanah yang lembab dan gelap. Aku bukan apa-apa dan tidak melihat apa-apa. Sampai suatu hari aku merasakan sesuatu yang berbeda dalam diriku, sesuatu berubah, sesuatu keluar dari biji bulat itu. Makin lama makin besar, panjang, dan kuat lalu mendobrak tanah di atas dan aku melihat cahaya untuk pertama kalinya. Aku menikmati hangatnya matahari, indahnya terang yang membuat segala sesuatu menjadi terlihat. Aku mendengar merdunya nyanyian burung. Aku menyadari ternyata di sebelah kanan dan kiri, bahkan depan dan belakang aku, ada banyak yang menyerupai aku. Bahkan di tengah gelapnya malam, aku mengagumi manisnya bulan dan mantapnya bintang-bintang. Aku merasa makin kuat dan besar setiap hari, batangku makin tinggi dan daunku makin lebat. Aku makan dan minum dengan rakus, tetapi ada sesuatu yang menggelitik. Ada ulat kecil yang memakan daun-daunku, membuat lubang di sana sini. Aku merasa menjadi buruk rupa dan perih, tetapi aku tidak dapat menyuruhnya pergi. Suatu hari ulat itu menghilang entah ke mana, lalu ada seekor kupu-kupu cantik yang mengucapkan terima kasih padaku dan sering menyapaku. Aku terus bertumbuh dan memunculkan bunga-bunga yang indah. Orang-orang yang berjalan di taman sering berhenti di depanku, menatap bunga-bunga yang ada padaku. Sebagian memetiknya lalu dibawanya pulang, sebagian membiarkannya menempel padaku. Aku menikmati suara yang merdu dari kicauan burung yang bersarang di antara dahanku. Aku melihat bagaimana anak burung belajar terbang sampai dia akhirnya meninggalkan sarang. Tetapi aku tetap merindukan sesuatu, sesuatu yang membuatku merasa penuh. Pemilikku sering datang untuk memelihara aku, tetapi sekarang dia memotong banyak dari ranting dan daunku. Aku tidak mengerti, tetapi aku tidak dapat protes apa-apa. Aku adalah pohon yang tidak dapat berbicara apalagi bergerak pergi. Aku pikir dia pasti tahu apa yang dia lakukan. Masakan dia akan menghancurkan apa yang dia tanam, itu tidak mungkin. Suatu hari dia datang tanpa membawa gunting dan sapu melainkan keranjang. Apakah yang akan diperbuatnya kini? Dia menepuk batangku dan berkata “Kamu pohon yang baik” dan aku melihat isi keranjang yang penuh dengan buah. Buah-buah yang melimpah, sehat, cantik, dan manis. Saat itulah aku merasa penuh dan puas. Aku adalah pohon, engkau adalah manusia. Dari manakah engkau berasal dan ke manakah engkau pergi? Siapakah pemilikmu?

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yoh. 15:16)

Yana Valentina

Desember 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Bible Camp Nasional 2022 yang telah diadakan pada tanggal 20-23 Juni 2022. Bersyukur untuk anak-anak yang telah mengikuti BCN 2022 ini. Bersyukur untuk firman Tuhan yang telah diberitakan. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dan komitmen dari setiap anak serta mengobarkan api penginjilan di dalam hati mereka sejak masa muda mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Syalom... Saya sangat percaya bahwa semua orang yang sedang membicarakan Firman dengan segala doktrin itu semua baik...

Selengkapnya...

Bagus dan bisa bantu me mahaminya

Selengkapnya...

Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲