,

Raja

Ceritanya bermula ketika bangsa Israel meminta seorang raja untuk memimpin mereka,
seperti raja pada bangsa-bangsa lain, dengan alasan Samuel sudah tua dan anak-anaknya
tidak hidup seperti dia (1Sam. 8:5). Samuel, pemimpin masa itu sangat kesal lalu ia berdoa
kepada Tuhan, akan tetapi ternyata Tuhan menyuruh Samuel untuk mengabulkan permintaan
mereka yang sangat kurang ajar itu. Tuhan menyuruh bangsa itu untuk berpikir masak-masak
akan konsekuensi dari permintaan mereka, akan apa yang umumnya raja lakukan kepada
rakyatnya. Tetapi seperti seorang anak kecil yang akan menjawab ya terhadap syarat apa pun
demi keinginannya tercapai, begitu juga dengan bangsa Israel. Bukannya Tuhan tidak mau
bangsa Israel dipimpin oleh raja karena sesungguhnya Tuhan sudah menjanjikannya kepada
Abraham (Kej. 17:16) dan Yakub (Kej. 35:11). Lalu apa bedanya?

Raja yang berasal dari Tuhan haruslah seorang yang berkenan di hati Tuhan, melakukan
segala perintah Tuhan (Daud) sedangkan raja yang dari dunia menggunakan kuasa untuk
kepentingannya sendiri (Saul). Akan tetapi Daud pun nyaris menyalahgunakan kuasanya
dengan bertindak sendiri mencari keadilan (1Sam. 25:26), jikalau bukan Tuhan melalui
Abigail mencegahnya. Sangatlah sulit bagi manusia berdosa untuk menghindar dari
penyalahgunaan kekuasaan yang dimilikinya. John Acton mengatakan, “Power tends to
corrupt, and absolute power corrupts absolutely.
” Raja yang dari Tuhan dibatasi oleh
hukum-hukum Tuhan, sedangkan raja yang dari dunia tidak mau dibatasi oleh apa pun. Yesus
adalah Raja, yang adil dan jaya, lemah lembut, melenyapkan perang dan memberitakan
damai, dan kekuasaan-Nya sampai ke ujung bumi (Za. 9:9-10). Dialah Raja yang tidak
bercacat cela, hendaknya kita meneladani kerajaan-Nya.

Apakah kita menggunakan kekuasaan untuk memperkenan hati Tuhan dengan
memperhatikan hukum-hukum- Nya ataukah kita menciptakan hukum-hukum kita sendiri
untuk memuaskan nafsu kita sendiri? Hai para orang tua, guru, pemimpin/atasan, dan
pemerintah, bagaimanakah engkau menggunakan otoritasmu terhadap anak-anakmu, murid-
muridmu, pegawai/anak buahmu, dan rakyatmu? Ingatlah, penyalahgunaan kekuasaan oleh
Saul yang mengakibatkan dia ditolak Tuhan. Gentarlah karena bahkan Daud sekalipun nyaris
menyalahgunakan kekuasaannya kalau bukan Tuhan yang menolongnya. Marilah kita minta
pertolongan Tuhan untuk memampukan kita menjadi ‘raja’ yang berkenan di hati Tuhan.