Hanya di dalam waktu satu minggu, Jakarta diguncang oleh dua kasus pembunuhan
berencana yang menimpa warganya. Pembunuhan oleh racun sianida dan pembunuhan oleh
bom teroris. Dengan semakin kompleksnya keadaan kota besar, segala sesuatu menjadi tidak
menentu dan tidak bisa dikontrol. Inilah realitas urbanisasi besar-besaran yang dirasakan di
berbagai kota besar dunia, tidak hanya di Jakarta. Arus perubahan yang sangat cepat
membuat batasan-batasan tradisional, institusi, kekuatan kontrol otoritas tidak lagi seperti
dulu dengan munculnya internet dan transportasi. Maka, globalisasi terjadi tidak hanya di
dunia nyata dengan budget airlines dan super train tetapi juga di dunia digital dengan
munculnya sosial media. Kesempatan dan peluang kewiraswastaan di tengah-tengah himpitan
organisasi yang korup dan impersonal juga semakin nyata dan mendesak untuk dikerjakan
menghadapi tantangan kota besar dengan polusi, sampah, kemacetan, banjir, dan kesenjangan
sosial.
Di tengah-tengah kehidupan kota besar yang sulit ini, kita menjadi sulit melihat karya tangan
Tuhan di dalam dunia ciptaan ini, karena semua yang kita lihat dan amati adalah struktur-
struktur buatan manusia mulai dari beton, pipa, drainase, aspal, knalpot, kaca, roda, dan lain-
lain. Kota yang seharusnya membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, pasti, bisa
diprediksi karena kemajuan sains dan teknologi di dalam kontrol manusia justru sekarang
memasuki masa ketidakpastian. Apakah kita masih bisa melihat Tuhan berkarya di tengah-
tengah segala struktur buatan manusia ini? Ataukah kita justru baru mencari Tuhan setelah
kepastian yang kita harapkan dari kota besar malah membawa ketidakpastian?
Mazmur 147:7-11 berisi:
Sing to the LORD with grateful praise; make music to our God on the harp.
He covers the sky with clouds; he supplies the earth with rain and makes grass grow on the hills.
He provides food for the cattle and for the young ravens when they call.
His pleasure is not in the strength of the horse, nor his delight in the legs of the warrior;
the LORD delights in those who fear him, who put their hope in his unfailing love.
Dia yang memberi awan, hujan, dan menumbuhkan rumput.
Dia yang menyediakan makanan bagi hewan.
Dia tidak suka kepada kegagahan kuda maupun kepada kaki pahlawan.
Tetapi Dia suka kepada orang yang takut akan Dia dan berharap kepada kasih setia-Nya yang tidak pernah gagal.
Apakah kita masih bisa melihat orkestra tangan Tuhan di dalam pergumulan kota besar?
Apakah kita masih bisa senantiasa takut kepada-Nya dan berharap kepada-Nya? Apakah kita
bisa melihat Dia yang memberi manusia hikmat termasuk yang jahat sekalipun? Hikmat
untuk membangun gedung tempat kita berlindung, hikmat untuk membuat kendaraan bagi
kita untuk bergerak, dan hikmat untuk membuat makanan tersedia dengan bervariasi di kota
besar. Apakah kita masih bisa melihat secercah harapan akan kebaikan Tuhan terlepas
banyaknya ketidakadilan di masyarakat? Sesungguhnya Tuhanlah yang memberikan hujan
kepada orang baik dan jahat. Sesungguhnya Tuhanlah Bapa yang kasih setia-Nya tidak
pernah gagal meskipun manusia merancang yang jahat. Dan sesungguhnya, di tengah-tengah
ketidakpastian kegagahan dan konfiden manusia, inilah kepastian pengharapan yang kita
miliki, yaitu kasih setia-Nya yang tidak pernah gagal.