Di tengah-tengah kehidupan kota besar yang bising, penuh tuntutan, dan kompetisi, nilai-nilai
kehidupan tradisional perlahan tergerus. Keramahan dan rasa saling percaya tidak lagi
terwujud secara nyata di dalam masyarakat. Sebagian keramahan dan kepercayaan yang ada
pun mungkin palsu. Manusia menjadi tertekan dan tidak lagi (atau tidak ada waktu lagi)
saling menghargai. Apakah dengan tidak adanya waktu menyebabkan manusia bebas dari
tuduhan tersebut, karena hati nurani dan pikirannya tidak sadar dirinya terbawa oleh arus
zaman ini? Manusia yang tertekan bisa menjadi depresi bahkan mengalami schizophrenia
secara real maupun tidak. Manusia menjadi memiliki kompartemen-kompartemen komunitas
yang beragam dan hidupnya terpecah-pecah. Bagaimana kita dapat melihat Tuhan Yesus
Kristus datang untuk menyembuhkan semuanya ini?
Tuhan Yesus datang…
memulihkan kepercayaan manusia yang rusak.
Tuhan Yesus datang…
memulihkan nilai manusia yang berharga di mata-Nya.
Tuhan Yesus datang…
memulihkan jiwa manusia yang terpecah-pecah.
Tuhan Yesus datang dengan sentuhan hangat dari surga…
untuk memulihkan kepercayaan manusia yang kesepian dan terasing.
Tuhan Yesus datang dengan tatapan mata yang tulus kepada kita…
untuk menunjukkan betapa berharganya kita yang hancur.
Tuhan Yesus datang dengan memberikan rangkulan…
untuk mendamaikan jiwa kita yang bingung.
Dan Tuhan Yesus melakukannya dengan mengorbankan diri-Nya bagi Anda dan saya. Amin.