Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Waduh! Salah...

Tidak ada seorang pun yang menyukai melakukan kesalahan. Sejak bayi kita diajar untuk melakukan segala sesuatu dengan benar. Mulai dari makan, berbicara, berjalan, kemudian belajar dengan benar. Tidak ada satu pun orang tua yang sengaja mengajarkan hal-hal yang salah kepada anaknya. Mengapa demikian? Karena kita diciptakan untuk melakukan hal-hal yang benar. Ada kesalahan yang dapat kita prediksi, misalnya saat mengerjakan soal matematika yang kita tidak tahu solusinya. Ada kesalahan yang sengaja kita lakukan demi mencapai tujuan tertentu yang kita anggap lebih penting. Ada kesalahan yang tidak sengaja kita lakukan tetapi kita masih dapat memperbaikinya. Namun ada yang tidak dapat diperbaiki seperti pepatah nasi sudah menjadi bubur. Bubur tidak bisa kembali menjadi nasi, tetapi bubur dapat dijadikan bubur yang enak. Ada kesalahan yang diteruskan dengan kesalahan lain dengan dalih sekalian mandi karena kepalang basah. Ada juga kesalahan yang sampai akhir tidak disadari, inilah yang sangat berbahaya.

Allah mengatakan, “Tidak baik kalau itu manusia seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kej. 2:18). Hawa dijadikan Tuhan untuk menjadi penolong bagi Adam. Memang awalnya demikian dan Adam bersukacita untuk Hawa. Tetapi di akhir hubungan mesra mereka, Adam menuding Hawa yang mengakibatkan Adam melakukan kesalahan kepada Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 14:16, 17, 26). Kita di dalam Kristus memiliki seorang Penolong yang akan membuat kita melakukan kebenaran.

Kita mungkin menggunakan Google Maps atau Waze untuk mencari jalan terdekat atau tercepat agar dapat tiba di tujuan. Saat kita mengikutinya, mungkin kita pernah mengalami ternyata jalan tersebut tidak mungkin kita lewati. Namun demikian, kita masih tetap menggunakannya. Salah ambil jalan, jurusan, pekerjaan, pasangan dapat membuat hidup seperti mencicipi neraka. Tetapi salah jalan kepada Bapa, akan menuju ke neraka yang tidak ada belas kasihan. Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Jika kita tidak memiliki keinginan untuk datang kepada Bapa, maka kita tidak akan peduli dengan jalan ke sana. Tetapi jika kita mengasihi jiwa kita sendiri, maka kita akan mencari kebenaran dan kehidupan bagi jiwa kita.

Marilah kita belajar mengatakan, “Ujikah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku, sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu” (Mzm. 26:2-3).

Yana Valentina

November 2021

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Seminar Reformasi dengan tema “What if No Reformation?” yang telah diadakan pada tanggal 30 Oktober 2021. Bersyukur untuk setiap firman yang telah dibagikan, kiranya melalui seminar ini setiap kita makin mengerti dan menghargai arti Reformasi yang telah dikerjakan oleh para reformator yang telah memengaruhi segala aspek kehidupan kita, dan kiranya Gereja Tuhan tetap dapat mereformasi diri untuk selalu kembali kepada pengertian akan firman Tuhan yang sejati. 

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2021 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲