Where is Your Home?

Di mana hartamu berada di situlah hatimu. Di mana hatimu berada di situlah rumahmu. Hati
kita akan melekat pada apa yang kita pandang berharga bagi kita. Kita akan berdiam di mana
hati kita merasakan kepuasan.

Apakah yang menjadi kepuasan hati kita? Apakah kepuasan kita tergantung pada apa yang
menjadi kepuasan mayoritas? Apakah dengan memperoleh apa yang menjadi kepuasan
mayoritas maka kita pasti merasa puas? Apakah standar kepuasan mayoritas adalah
kebenaran?

Apakah Stefanus, murid Kristus yang menjadi martir pertama, merasa puas pada akhir
hidupnya? Dia mati dirajam batu oleh para pemuka agama dengan tuduhan menghujat Allah!
Apakah Paulus merasa puas dengan hidupnya yang keluar masuk penjara, dikejar-kejar,
dihukum cambuk, dilempari batu dengan tuduhan menghujat Allah? Apakah Petrus puas
ketika ia dihukum mati secara terbalik di kayu salib? Apakah Yohanes puas dengan hidupnya
ketika ia dibuang?

Stefanus, pada saat dirajam batu, melihat langit terbuka dan Tuhan Yesus berdiri di sebelah
kanan Allah Bapa. Paulus melihat cahaya yang super terang dan mendengar suara Tuhan
yang menyadarkan kebutaannya yang disangkanya kecelikannya. Petrus menyadari anugerah
Tuhan ketika ia mengatakan, “Pergilah daripadaku, karena aku ini orang berdosa”. Yohanes
melihat tujuan akhir dari rencana Allah yang kekal atas gereja-Nya.

Stefanus, Paulus, Petrus, Yohanes, rumah mereka bukan di dunia ini. Kepuasaan mereka
bukan dari dunia ini. Bahkan menurut ukuran dunia, mereka adalah orang-orang bodoh,
orang-orang yang gagal, dan orang-orang yang miskin. Tapi sesungguhnya mereka melihat
apa yang tidak dilihat orang dunia, yang sesungguhnya adalah kepuasan sejati. Hati mereka
berpaut pada apa yang ada di sorga. Tempat yang diperuntukkan bagi mereka. Tempat yang
disiapkan oleh Tuhan Yesus bagi mereka ketika Ia kembali ke sorga pada hari kenaikan-Nya.

Suatu saat ketika umat-Nya meninggalkan dunia ini, mereka akan disambut di rumah
sesungguhnya dalam suatu perjamuan makan yang memberikan kepenuhan kepuasan yang
sesungguhnya. Jangan pernah tukarkan harta ini demi memperoleh penerimaan orang dunia.
Jangan bodoh untuk itu! Selamat merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus, jaminan rumah kita
yang sesungguhnya. Our home is where our God is, and to be with Him forever.