Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

You Hide It, God Reveals It

Apa rasanya ketika apa yang kamu sembunyikan ternyata diketahui oleh orang lain? Ketika kita merasa tidak ada seorang pun yang melihat apa yang kita lakukan, tetapi kemudian ada seseorang yang mengatakan “I know what you did.” Apakah yang Anda lakukan?

Kain membunuh Habel, dan menyembunyikannya dari Tuhan. Tuhan mengumumkan dosanya dengan memberikan tanda pada diri Kain yang dapat dilihat oleh semua orang. Akhan mencuri harta milik Tuhan dan menyembunyikannya di dalam rumahnya. Tuhan mengumumkannya melalui undi sampai dia ketahuan di hadapan semua bangsa Israel. Ananias dan Safira menyembunyikan sebagian uang hasil penjualan tanah dan dengan demikian berbohong kepada Allah. Tuhan melalui Petrus menghukum mereka dan kematian mereka sangat menakutkan bagi semua orang yang mendengarnya. Kain, Akhan, Ananias, dan Safira binasa dalam dosanya.

Musa membunuh satu orang Mesir dan menyembunyikannya di dalam pasir. Musa mengira tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, tetapi hal itu diketahui bahkan oleh orang Israel yang ia bela. Daud melakukan dosanya di malam hari secara tersembunyi, namun Tuhan membuka dosanya di siang hari depan seluruh Israel secara terang-terangan. (2 Sam. 12:12) Petrus takut ketahuan sebagai murid Tuhan Yesus sehingga dia berbohong, tetapi suara kokokan ayam mengumumkannya. Musa, Daud, Petrus diampuni dari dosanya dan sebaliknya dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Banyak hal dapat kita sembunyikan dari hadapan manusia, tetapi tidak ada satu titik pun yang dapat kita sembunyikan dari hadapan Tuhan. Bahkan pertimbangan maupun pikiran hati kita diketahui-Nya. “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.” (Luk. 8:17)

Kita semua adalah manusia yang sangat rapuh dan lemah, yang mudah sekali tergelincir ke dalam dosa. Jika bukan karena tangan Tuhan yang menopang kita, kita sudah binasa. Tetapi ketika belas kasihan Tuhan sudah diberikan kepada kita, bagaimanakah respons kita? Kiranya kita tidak seperti hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta dan memiliki piutang seratus dinar saja.

Allah sudah mengampuni dosa-dosa kita. Anak Domba Allah itu sudah mati menggantikan kita. Dahulu kita adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Marilah kita hidup sebagai anak-anak terang yang berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran (Ef. 5:8-9).

Yana Valentina

Februari 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲