Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Alien dalam Tubuh Kristus?

Saya teringat pada film Alien yang saya tonton berkali-kali di televisi ketika masih kecil. Saya rasa, tidak ada media lain yang lebih berjasa memopulerkan kata alien daripada film ini. Setiap kali mendengar kata alien, pikiran kita langsung mengelana ke pesawat antariksa dengan seorang kru perempuan bernama Ripley. Imajinasi kita segera memproyeksikan makhluk berkepala panjang, berdarah super asam (dapat menjebol lantai baja pesawat), dan di dalam lidahnya terdapat mulut yang lebih kecil lagi (fungsinya untuk menjebol kepala manusia).

Mungkin kita juga masih ingat bagaimana alien-alien tersebut bermetamorfosa menjadi dewasa. Telur-telur alien tidak akan menetas jika tidak ada manusia. Setelah keluar dari telurnya, seekor bayi alien harus segera hinggap di kepala manusia, membungkus wajahnya, dan sambil mencengkeram leher orang tersebut, memasukkan sebuah saluran ke dalam tenggorokannya. Lalu bayi alien akan meninggalkan tubuh lamanya dan hidup berparasit di dalam tubuh korbannya, menyerap nutrisi dari tuan rumahnya. Tubuh lamanya akan mati dan melepaskan korbannya yang saat itu sudah menjadi rumah barunya. Korbannya kemudian bangun dan merasa sehat-sehat saja, tetapi dengan kelaparan yang ekstrim. Sesudah mendapatkan nutrisi yang cukup dari tubuh manusia, alien akan menghancurkan tulang dada manusia dengan mendobrak keluar, meninggalkan tubuh manusia yang kejang-kejang kesakitan dalam ambang ajal.

Setelah memikirkan ulang proses ini, saya baru menyadari bahwa makhluk kejam itu disebut alien bukan karena sekadar berasal dari planet lain. Film ini menunjukkan suatu gambaran yang unik. Di antara masa sesudah tubuh lama alien mati dan sebelum alien melubangi dada manusia, “makhluk asing” itu hidup di dalam tubuh manusia bersama anggota-anggota tubuh lainnya. Alien itu tidak berada di planet lain, tetapi hidup berparasit dalam tubuh manusia sendiri.

Mari kita tilik hidup kita. Apakah kita sedang menjadi alien dalam tubuh Kristus? Apakah pola keberadaan kita dalam tubuh Kristus menyerupai pola parasit “yang asing” itu dalam tubuh manusia? Dalam sebuah gereja yang memberikan nutrisi pertumbuhan yang sejati kepada kita, apakah “karir” kita menanjak atau kita menjadi terkenal karena kita memborbardir gereja dengan menggunakan kata-kata destruktif? Renungkanlah baik-baik dengan jujur di hadapan Kristus.

Erwan Zhang
Redaksi Umum PILLAR

Erwan

Agustus 2011

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲