Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kehormatan Sebuah Nama

Yesus Kristus pernah mengajar murid-murid-Nya untuk berdoa dalam nama-Nya, karena jika mereka berdoa dalam nama-Nya, permintaan mereka akan dikabulkan oleh Bapa. Sejak saat itu, orang Kristen selalu menutup doa mereka dengan nama Tuhan Yesus. Cara berdoa demikian dari kecil sudah ditanamkan dan menjadi kebiasaan terutama bagi yang lahir di dalam keluarga Kristen.

Namun, kebiasaan yang baik ini dapat menjadi kehilangan artinya jika tidak dilakukan dengan penuh kesadaran. Maksudnya, kebiasaan yang baik berbeda dengan repetisi yang baik. Jika kebiasaan untuk menutup doa dalam nama Yesus sudah tidak dilakukan dengan segenap pengertian dan kesadaran, itu akan menjadi repetisi yang tak berarti saja. Tidak heran dalam persekutuan doa di mana kita dapat mendengar doa yang satu dengan yang lain, mungkin kita dapat mendengar doa-doa seperti berikut ini, baik yang diucapkan oleh orang lain ataupun diri kita sendiri.

Ba-pa di Sor-ga, ka-mi ber-syu-kur
Un-tuk a-nu-ge-rah yang kau bri
Ha-ri i-ni ka-mi i-ngin ber-do-a
Ki-ra-nya Eng-kau mem-ber-kat-i
K-K-R yang a-kan ka-mi la-ku-kan
Te-ri-ma ka-sih Tu-han
DalmnmYsususmi bdoa, Amin

Ya Tu-han, ber-kat-i-lah ke-bak-ti-an ka-mi
E-sok ha-ri, ka-mi da-tang ke ha-di-rat-Mu
Per-si-ap-kan ha-ti ka-mi un-tuk me-mu-ji
Men-de-ngar-kan fir-man-Mu
Dlamnmasususmibdoa’min.

Ketika suatu kebiasaan dilakukan tanpa pengertian dan kegentaran, pengulangan pekerjaan itu hanya menjadi repetisi yang dilakukan dengan pikiran asal sudah dilakukan sesuai dengan yang disuruh. Melihat pada doa di atas, terdapat kesan bahwa isi doa lebih penting daripada nama Tuhan Yesus yang di dalamnya kita berdoa. Isi permintaan dilafalkan dengan kejelasan kristal, sedangkan nama Yesus asal disebut, seperti goresan tanda tangan yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan pokoknya ada.

Hal ini tentulah tidak menyenangkan hati Tuhan Yesus. Sulit membayangkan orang yang berdoa demikian sadar sepenuh-penuhnya bahwa mereka sedang mengucapkan sebuah Nama yang ditakuti oleh seisi sorga, satu-satunya Nama yang berkenan kepada Allah Bapa. Sulit juga memercayai bahwa pelafalan yang malas seperti itu keluar dari hati yang benar-benar menghormati nama Allah sebagaimana yang diperintahkan oleh perintah ketiga di Gunung Sinai: “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.”

Hendaklah doa kita ditutup dengan sungguh-sungguh seperti ini.

Ya Tuhan, berkatilah kebaktian kami
Esok hari, kami datang ke hadirat-Mu
Persiapkan hati kami untuk memuji
Mendengarkan firman-Mu
Di da-lam na-ma Yesus Kristus ka-mi ber-do-a. Amin.

Erwan

Maret 2012

3 tanggapan.

1. edgar doktersepedamagelang dari magelang berkata pada 26 March 2012:

Sangat setuju. Puji Tuhan saya telah di ingatkan.

2. liem thoan hong dari solo berkata pada 5 April 2012:

Puji Tuhan, jikalau ada renungan atau artikel semacam ini, yang memberikan kepada kita pencerahan2 yang bersifat praktis dan sering diabaikan orang Kristen, memang kita butuh pembenahan banyak hal untuk hidup secara benar dihadapan Tuhan Yesus, thank's , GBU

3. Eddy Soewito dari Surabaya berkata pada 14 April 2012:

Terima kasih atas artikelnya yang mengingatkan saya agar jangan menyebut nama Tuhan Yesus sembarangan.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Witness Lee tdk menyatakan firman itu ciptaan. Tdk tau kalau dulu. Tp dalam rilis resminya yg diajarkan ttg Yoh. 1:1,...

Selengkapnya...

Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲