Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Membasuh Mata

Bagaimana rasanya hidup sebagai orang buta di zaman Yesus? Seorang buta biasanya hidup sebagai pengemis karena itulah satu-satunya pekerjaan yang dapat mereka kerjakan. Apalagi, dengan adanya kepercayaan bahwa mereka lahir dalam dosa, tidak ada yang ingin mengusahakan sekolah bagi kaum tuna netra (seperti yang terjadi pada zaman sekarang), mengurus mereka, dan memberikan pekerjaan yang lebih layak bagi mereka. Orang buta waktu itu hidup dalam ketidakberdayaan dan hanya dapat mengharapkan belas kasihan dari orang yang lewat.

Ada yang ingin Allah Bapa nyatakan ketika Dia mempertemukan seorang yang buta sejak lahir dengan Yesus, Sang Terang dunia itu. Di hadapan orang yang buta sejak lahir itu, Yesus berkata bahwa diri-Nya adalah terang dunia. Orang buta tersebut menyimak pembicaraan Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya, dan menantikan aksi dari Tuhan Yesus.

Setelah Yesus mengoleskan adukan tanah ke mata orang yang buta sejak lahir itu, Dia menyuruhnya untuk pergi ke kolam Siloam untuk membasuh dirinya. Ini bukanlah hal yang mudah untuk seorang buta. Dia harus mencari jalan ke kolam Siloam tanpa dapat melihat apa-apa. Namun, tanpa keraguan sedikit pun, dia pergi dengan taat. Dia harus meraba-raba, melewati lorong-lorong, dan jalan-jalan. Perjalanannya sangat mungkin tertolong karena pada hari Sabat seperti ini, orang Israel lebih memilih berdiam di rumah. Jalanan di Yerusalem sangat mungkin sedang sepi. Namun, ini juga berarti tidak ada orang yang akan menolong dia dalam perjalanan.

Orang buta itu akhirnya sampai di kolam Siloam dan membasuh matanya. Dia mulai membuka matanya dan sangat mungkin hal pertama yang dia lihat adalah dirinya sendiri, yang terpantul oleh air kolam. Dia kemudian melihat ke sekelilingnya. Melihat langit yang biru, awan yang putih, daun yang hijau, dan warna-warni pakaian manusia. Pada saat itu, saya percaya, dalam kepalanya terngiang-ngiang perkataan Yesus, “Akulah terang dunia … Akulah terang dunia.”

Yesus adalah terang dunia, yang membuat kita celik dari kebutaan kita. Dia adalah terang yang membuat kita dapat melihat keindahan dunia dan kehidupan yang Tuhan ciptakan. Penyembuhan orang buta adalah aksi simbolis dari Tuhan Yesus untuk memberikan harapan kepada manusia berdosa, yang seperti pengemis buta, terbuang, tak berdaya, dan hanya dapat mengharapkan belas kasihan orang.

Apakah pandangan Anda terhadap masa depan Anda begitu suram? Apakah ada teman atau rekan Anda yang melihat hidup ini dengan pandangan yang begitu gelap? Datanglah kepada Tuhan Yesus. Hanya melalui dan di dalam Dia, kita dapat melihat dunia ini dengan terang Tuhan. Visi terhadap dunia yang sejati hanya dinyatakan melalui Tuhan Yesus.

Erwan
Redaksi Umum PILLAR

Erwan

Juni 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲