Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Meninggalkan Jejak

Hampir setiap orang Kristen mempunyai kerinduan untuk mengunjungi dan melihat sendiri situs-situs yang menjadi latar belakang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pengamatan langsung yang dicampur dengan sedikit imajinasi akan membawa kita kembali ke zaman nabi-nabi, Yesus Kristus, dan rasul-rasul.

Sampai saat ini, masih terdapat banyak tempat yang dapat kita kunjungi untuk mengenang sejarah yang dicatat dalam Kitab Suci. Di Israel, kita masih dapat melihat Danau Galilea, Sungai Yordan, pohon-pohon ara, sampai pada bekas tempat Bait Suci yang dibangun oleh Herodes. Turki juga masih mempertahankan kota-kota bersejarah yang sering disebut dalam Perjanjian Baru, seperti Efesus, Antiokia, dan lain-lain.

Sekarang, tempat-tempat tersebut hanya tinggal sejarah. Mereka menunjukkan jejak-jejak kehidupan umat Tuhan di masa silam. Jejak-jejak tersebut memperlihatkan bagaimana orang Kristen zaman dulu dipakai oleh Tuhan untuk menggenapkan rencana-Nya. Apa yang sudah dijejakkan akan menjadi rekaman untuk disaksikan oleh generasi yang akan datang.

Kali ini, marilah kita renungkan, jejak seperti apa yang akan kita tinggalkan bagi generasi masa depan kekristenan. Seribu tahun yang akan datang (jika ada hari itu), ketika orang-orang Kristen mengunjungi situs-situs di mana kita pernah hidup dan berkarya, apa yang akan mereka lihat? Ingat, sepasti hari ini akan menjadi kemarin dari besok, demikian pula abad ini akan menjadi abad-abad silam dari abad-abad yang akan datang. Akankah anak cucu kita melihat jejak pekerjaan Tuhan melalui kita?

Sebelum terlambat, mintalah Tuhan memakai kita sehingga hidup kita dapat menjadi kesaksian bukan saja bagi orang-orang yang hidup sezaman dengan kita, tetapi juga bagi masyarakat di masa yang akan datang. Selama masih ada waktu, kita masih dapat membentuk jejak itu dengan penuh kesadaran. Setelah waktu kita habis, jejak itu akan tertinggal selama-lamanya.

Erwan

Januari 2012

1 tanggapan.

1. marcilia christy dari jakarta berkata pada 5 February 2012:

Pengertian kepedulian terhadap generasi sekarang dan yang akan datang baru saya dapati di Gereja Reformed. saya yakin gereja-gereja di luar dari Reformed belum sampai dalam pengertian ini atau tidak peduli. Karena saya bukan dari Reformed tapi saya mendapat banyak berkat melalui gerekan ini. saya berharap gerekan Reformed terus menjadi berkat buat gereja-gereja lainnya.Maju terus

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲