Transkrip

Sepuluh Hukum - Hukum Kedelapan (Bagian 1)

Tidak ada satu pun agama, hukum, kebudayaan, dan adat istiadat dari negara manapun dan di zaman apa pun yang memandang pencuri sebagai orang bermoral. Namun terjadi satu peristiwa yang sangat mengejutkan saya, yaitu Mao Zedong tidak memandang para bandit, pembajak, perampok besar di dalam sejarah Tiongkok sebagai pendosa besar, tetapi justru sebagai pelopor revolusi. Hal ini banyak luput dari perhatian orang Tionghoa sampai seorang intelektual Jepang menjuluki Mao Zedong sebagai satu dari empat bandit terbesar dalam sejarah.

Mengapa seseorang tidak boleh mencuri? Siapa yang melarang dia mencuri? Apakah mencuri hanya sebatas tindakan seseorang menyelinap ke dalam rumah orang lain dan mengambil harta yang ada di situ? Bagaimana dengan orang yang meraup keuntungan besar melalui bisnis yang kotor, bisakah semua ini dikategorikan sebagai mencuri? Semua ini perlu kita bahas berkenaan dengan topik ini. Ketika definisi dari satu istilah yang berkaitan dengan moral diselewengkan dari definisi asli yang sesuai dengan Alkitab, maka suatu perbuatan dosa akan bisa diterima oleh masyarakat.

Ketika suatu pemerintahan cenderung mau menerima paham komunisme, para konglomerat segera lari dari negara itu; sebaliknya ketika pemerintah mau menerima kapitalisme, orang kaya akan datang dan orang miskin akan bertambah miskin. Di sini kita melihat campur tangan pemerintah dalam memindahkan harta milik seseorang atau suatu kelompok ke kelompok lainnya, karena ideologi yang dianut pemerintah itu akan berkaitan dengan hak milik kelompok masyarakat tertentu. Tetapi Tuhan tidak mengizinkan kita membela orang miskin maupun menjilat orang kaya. Kedua ekstrem ini dikatakan dengan jelas oleh para nabi. Inilah tugas Gerakan Reformed untuk mengajar jemaat agar memandang segala perkara dari sudut pandang takhta Tuhan sehingga semuanya proporsional.

Kitab Suci tidak mengizinkan orang Kristen untuk membela orang miskin atau menjilat orang kaya. Kaya atau miskin bukanlah substansi watak seseorang, juga bukan merupakan tanda orang itu pantas dihormati atau tidak. Ada orang yang memang pantas menjadi miskin karena malas, tidak menjalankan tugas, dan tidak bertanggung jawab. Ada juga yang menjadi kaya karena cara yang tidak jujur, tidak beres, merampas kekayaan yang sebenarnya bukan milik dia. Dengan kata lain, kekayaan yang diperoleh dengan cara yang hina dan kemiskinan yang datang karena kemalasan, keduanya tidak diperkenan Tuhan. Itu sebabnya, Alkitab tidak memperbolehkan kita menilai seseorang hanya dari pakaian, perhiasan, kedudukan rumah, atau harta yang dia miliki. Memang konsep nilai dunia amat berbeda dengan konsep nilai Tuhan. Kata Yesus, orang yang dipandang hormat sangat mungkin sebenarnya keji di mata Tuhan. Maka saya akan menaruh hormat kepada seseorang yang memiliki sesuatu yang membuatnya pantas dihormati. Kalau ada yang saya pandang rendah adalah karena perbuatannya memang rendah. Seorang yang tidak tahu apakah seseorang pantas dihormati atau tidak, tidak mungkin menjadi anak Tuhan yang baik. Seorang yang tidak menghormati orang menurut prinsip yang Tuhan berikan di dalam Alkitab, berarti dia belum mengerti firman Tuhan. Tuhan Yesus yang sebenarnya berada di tempat tertinggi, rela lahir di kandang, mengapa banyak orang tua yang tidak memberi kesempatan kepada anaknya untuk mengalami sedikit kesusahan? Kesusahan yang dia dapat sebenarnya sangat penting baginya sebagai modal melayani masyarakat kelak.

Seorang pendeta di Chicago mengirim anaknya untuk ikut pelayanan misi di Filipina selama beberapa bulan. Mereka menempatkan anak-anak itu di daerah kumuh. Orang tuanya segera menyusul anaknya ketika mendengar itu. Dia mendatangi kantor pusat badan misi itu. Ketika mereka menghantar ke tempat anaknya, hujan lebat sedang turun dan air menggenang sampai empat puluh sentimeter. Dia menangis ketika melihat keadaan anaknya. Ketika dia bertanya kepada anaknya, bagaimana perasaannya, anaknya menjawab bahwa mereka senang karena mereka merasa Tuhan sedang mendidik mereka. Mereka menjadi tahu bahwa ada orang yang hidup sedemikian susah, tidak senyaman mereka hidup di Amerika. Dua bulan kemudian anak-anak itu pulang. Ketika ayahnya bertanya, apa rencana mereka ke depan, mereka menjawab bahwa mereka mau menjadi pendeta yang khusus melayani orang-orang miskin. Tuhan sudah mengubah seluruh hidup mereka lewat pengalaman mengikuti pelayanan misi itu.

Ada orang yang jatuh miskin karena hidupnya tidak beres. Di dalam Taurat Musa dituliskan “Jangan membela orang miskin”. Kita perlu meneliti terlebih dahulu mengapa seseorang menjadi miskin. Apabila seseorang miskin karena ditindas, ditipu oleh kalangan yang berkuasa, mungkin dia menjadi minder, mungkin bisa bunuh diri, atau setiap hari susah payah mencari sesuap nasi untuk mempertahankan hidupnya. Ada orang yang tadinya baik, tetapi karena tidak mempunyai uang menjadi perampok, dan kemudian dimasukkan ke dalam penjara. Ketika orang-orang miskin bersatu dan melawan pemerintah, timbullah revolusi. Ini yang membuat Mao Zedong mengganti istilah perampok menjadi pahlawan revolusi.

Di dalam sejarah ada seorang budak yang sangat pandai. Dia berhasil menghasut seratus ribu budak yang seumur hidup tidak mungkin bisa bebas. Ia adalah Spartacus. Bahkan ketika dia mau ditangkap, tentara Roma bertanya kepada ribuan budak siapa yang bernama Spartacus, maka semua orang mengaku bernama Spartacus dan rela mati. Akhirnya ketahuan juga, Spartacus disalib dengan ratusan pengikutnya, istrinya yang cantik dirampas oleh serdadu Romawi. Ada orang-orang miskin yang nasibnya sangat mengenaskan, tetapi jiwa kepemimpinannya yang besar mengharuskan kita menghormatinya. Sebaliknya, ada orang sangat kaya yang begitu rakus dan arogan, suka menghina orang lain, dan menghina orang miskin.

Kemiskinan, Kekayaan, Harta, dan Hukum
Hukum kedelapan berkata “Jangan mencuri”. Mana yang pantas disebut pencuri besar: pencopet jalanan atau orang yang menipu milik orang lain dengan cara licik? Apakah Tuhan memihak pada pejabat yang tidak menjalankan keadilan? Mengapa orang mencuri? Apakah karena penghasilannya begitu kecil hingga tidak cukup untuk hidup atau kebutuhannya lebih besar dari pendapatannya? Pengertian kebutuhan sering kali dicemari dengan ambisi, kerakusan, ketamakan yang tidak kenal batas. Sering kali istilah kebutuhan membuat seseorang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia dapat dan mendorongnya untuk merebut sesuatu yang bukan miliknya. Hal ini bukan hanya terjadi pada pencopet jalanan, tetapi pada semua lapisan masyarakat, termasuk para penguasa, bahkan seorang presiden sekalipun. Seorang presiden yang menyalahgunakan hak dan kekuasaannya untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya adalah seorang pencuri. Ini yang Theologi Refomed katakan, “Pemerintah dapat menjadi perampok yang sah.” Menurut seorang filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, ada dua sumber hukum, yaitu: 1) Orang kuat, yang jumlahnya sedikit, takut orang miskin akan merampas miliknya sehingga mereka menetapkan hukum untuk menekan kaum mayoritas. Dalam hal ini, hukum hanya merupakan alat kaum minoritas yang kaya dan berkuasa besar untuk menekan orang miskin. 2) Orang miskin, yang jumlahnya banyak, menetapkan hukum guna membatasi kekuasaan orang kaya yang minoritas.

Di dunia yang relatif ini tidak ada kebenaran mutlak. Hukum yang berlaku di suatu negara mungkin ditolak di negara lain. Hal yang dilarang di suatu negara, mungkin diperbolehkan di negara lain, karena sistem nilai dan filsafat yang dianut berbeda di setiap negara. Di abad pertengahan, seorang homoseks yang ketahuan melakukan hubungan homo akan diumumkan di depan umum dan dijatuhi hukuman mati, dipukul sampai mati, atau dipenggal kepalanya. Hukuman ini membuat orang takut mengakui dirinya homo dan tidak berani melakukan hubungan homoseks. Maka jumlah kaum homoseks kelihatannya sedikit. Tetapi apakah hukuman yang keras itu dapat mengubah seseorang atau mengurangi jumlah pelanggar hukum? Jawabnya adalah tidak. Saat ini, setelah ratusan tahun kemudian, hukuman mati bagi kaum homoseksual ditiadakan dan homoseks dipandang sebagai salah satu gaya hidup, di mana orang di sekelilingnya bisa menerima, menoleransi, dan dengan demikian jumlah kaum homoseks meningkat sangat tajam. Di Amerika Serikat, kota San Francisco adalah kota yang paling toleran kepada kaum homoseks. Kota ini adalah kota pendatang sehingga banyak orang dari berbagai bangsa, budaya, ras hidup bersama. Dari sekitar tiga juta penduduk, lebih dari 350 ribu orang adalah pendatang dari Filipina, Taiwan, Indonesia, Thailand, Cina, dan lain-lain. Hal ini membuat mereka sangat toleran terhadap perbedaan. Pada saat minoritas sudah menjadi mayoritas, mereka mulai berani menekan minoritas. Sekarang ini, seluruh Eropa mengalami problem yang sama, yang dahulu tidak pernah mereka pikirkan.

Pada tahun 1453, kota Konstantinopel jatuh ke tangan orang Islam dan orang Kristen tidak dapat berbuat banyak. Tembok Konstantinopel yang begitu besar dan kokoh serta tempat-tempat terpenting lainnya berhasil dihancurkan dengan meriam yang besar. Padahal pembuat meriam adalah orang Kristen. Orang Islam membelinya dari orang Kristen lalu dipakai untuk menghancurkan kota-kota Kristen. Jadi, demi uang orang Kristen telah menghancurkan orang Kristen. Saat itu, orang Islam merajalela, sementara orang Kristen begitu bobrok, sibuk dengan organisasi, administrasi, uang, kedudukan, tetapi tidak lagi memikirkan dan mementingkan perjuangan kehidupan rohani dan iman, serta sama sekali tidak memedulikan kesucian. Maka Allah membiarkan kekristenan hancur. Orang Islam mulai merajalela dan menutup satu per satu gereja sehingga seluruh gereja yang tertulis di dalam Wahyu 2 dan 3, yaitu Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia dihancurkan satu per satu, tidak pernah ada lagi hingga saat ini. Oleh karena itu, ketika orang sudah menjadi mayoritas, mereka cenderung menindas minoritas. Itu sebabnya negara yang bisa memelihara dan melindungi minoritas adalah negara yang memiliki pemerintah yang agung sekali. Di sini kita melihat seperti Nietzsche yaitu hukum dunia adalah hukum yang relatif, yang cenderung tidak beres.

Hak Kepemilikan
Jadi jangan mengira hanya pencuri dompet di pasar saja yang melanggar hukum kedelapan, karena sebenarnya banyak pencuri lain. Ada pencuri di gereja, seperti orang yang tidak memberikan perpuluhan pada Tuhan tetapi dipakai untuk dirinya sendiri. Demikian pula ada pencuri di pemerintah, di mana orang-orang mengandalkan kuasanya yang besar dan merampas milik orang. Bisa jadi para pejabat mengambil uang yang bukan miliknya dan itu pun adalah pencuri. Maka kita perlu mengerti istilah “mencuri” dalam arti luas sehingga tidak salah mengerti apa yang sebenarnya dimaksud oleh Alkitab. Intinya adalah Tuhan tidak mengizinkan kita mengganggu gugat milik orang lain yang sah.

Setiap orang yang mengambil milik orang lain dan menjadikannya miliknya telah melanggar hukum kedelapan. Ketika orang itu belum bertindak dan sudah mengingini milik orang lain maka ia telah melanggar hukum kesepuluh. Di sini kita melihat kedua hukum ini saling terkait secara organik, seperti yang dikatakan oleh Yakobus, “Melanggar satu hukum adalah sama dengan melanggar semua hukum.” Hukum kedelapan dan kesepuluh adalah dasar untuk melakukan pembelaan hak asasi seseorang atas miliknya. Saya boleh tidak mau meminjamkan pakaian saya kepada orang lain atau tidak memberikan uang kepada seseorang. Itu karena setiap orang memiliki hak dan penilaian sendiri. Hak ini Tuhan karuniakan kepada manusia agar setiap orang dapat memiliki hak untuk menggunakan uang yang telah dia dapatkan dengan cara yang sah. Inilah dasar yang digunakan oleh PBB di dalam deklarasi hak asasi manusia. Hak asasi manusia mencakup juga hak milik atas harta bendanya sehingga tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain. Barangsiapa mengganggu kepemilikan orang lain, dia adalah pelanggar hukum. Bahkan pemerintah, militer, orang yang kuat fisiknya, tidak berhak mengganggu atau merampas milik mereka yang lemah. Semua ini sudah tertulis 3.500 tahun yang lalu di dalam Sepuluh Hukum.

Sepuluh Hukum adalah dasar dari hukum dunia dari zaman ke zaman, yang tidak dibatasi oleh sistem politik atau teritori negara karena manusia harus menghargai sesamanya, termasuk menghargai hak milik yang sah.

Paham komunisme yang berawal dari kebencian memiliki pemikiran yang berbeda, yaitu masyarakat lapisan bawah berpikir bahwa merampas milik orang kaya adalah tindakan yang sah. Mao Zedong menghapus label para bandit sejarah dan memberinya julukan sebagai pahlawan rakyat. Bandit-bandit itu telah menyita harta orang lain dan Mao Zedong menjuluki mereka sebagai pahlawan revolusi, yang berjasa menciptakan masyarakat yang sama rata karena semua harta benda adalah milik bersama untuk membahagiakan semua rakyat. Saya tidak mengatakan bahwa semua orang kaya mendapatkan kekayaannya dengan cara yang sah. Tetapi saya tetap tidak setuju dengan kebijakan yang mengesahkan perbuatan merampas milik orang kaya dengan sesuka hati. Itu sebabnya komunisme tidak dapat bertahan lama. Selama tujuh puluh tahun mereka berusaha menerapkan teori dari Karl Marx namun mengakibatkan Tiongkok mengalami penderitaan yang luar biasa. Akhirnya komunisme sekarang hanya menjadi slogan sementara seluruh kebijakan sudah lebih mirip kapitalisme. Teori Karl Marx memang terlihat paling rumit, paling besar, paling dalam, dan paling agung di sepanjang sejarah, tetapi pada kenyataannya, begitu dangkal dan tidak mungkin membahagiakan umat manusia. Semua negara yang mengadopsi ajaran komunisme dari Karl Marx mengalami kebangkrutan ekonomi. Hal ini terbukti pada tahun 1917-1989, tidak ada satu negara pun yang terkecuali.

Di tahun 1989, Deng Xiaoping membelot dari Mao Zedong yang sudah meninggal empat belas tahun sebelumnya. Dia mengelilingi bagian Selatan Tiongkok dan kembali ke Beijing, ia menyatakan, “Ternyata kebenaran bukan hanya satu teori, melainkan eksperimental. Maka satu-satunya kunci untuk menguji kebenaran dari suatu teori adalah eksperimen.” Pernyataan ini dijunjung tinggi oleh rakyat Tiongkok. Tetapi bagi saya, kalimat itu tetap dangkal. Eksperimen (pengujian atau uji coba) bukanlah cara terbaik untuk mengerti kebenaran karena eksperimen hanyalah interpretasi manusia secara subjektif, yang memengaruhi pikirannya dan yang dijadikan kunci olehnya untuk upaya spekulasinya. Ketika itu diterapkan di zaman yang berbeda maka hasilnya akan berantakan.

Manusia harus sungguh-sungguh menyadari bahwa kebenaran mutlak berasal dari Tuhan. Tetapi hal ini baru terjadi jika Roh Kudus membukakan mata rohani orang itu. Karena itu, Tuhan Yesus mengatakan bahwa tanpa petunjuk dari Bapa tidak seorang pun dapat mengenal Anak; dan tanpa petunjuk dari Anak, tidak seorang pun dapat mengenal Bapa. Jadi bersyukurlah kepada Tuhan untuk iman yang Dia beri. Betapa bahagianya orang-orang yang pengertian imannya diteguhkan lewat menaati firman Tuhan dengan sungguh. Kebenaran bukan diperoleh melalui studi atau eksperimen, melainkan melalui ketaatan akan firman Tuhan dan pimpinan-Nya karena hanya Dialah yang tidak pernah bersalah.

Setelah Mao Zedong menghapus julukan bandit atas diri para penjahat dalam sejarah, mereka mulai mengumandangkan slogan “Berani melawan tradisi adalah suatu perkara yang rasional”. Dengan pernyataan ini, dia membuka jalan bagi dirinya untuk menumbangkan semua tradisi. Perlu kita akui bahwa Mao Zedong adalah seorang yang sangat inovatif, kreatif, piawai dalam sastra, syair, filsafat yang rumit. Salah satu syair yang ia tulis, “Anda ingin melihat pahlawan di sepanjang sejarah? Lihatlah hari ini.” Maksudnya, kita tidak perlu memandang ke tokoh-tokoh masa lampau, seperti Guan Gong atau yang lain yang dianggap hebat, tetapi yang paling hebat adalah yang sekarang sedang hadir, yaitu Mao Zedong.

Mao pernah mengatakan tiga pernyataan yang sangat kurang ajar: 1) Bertarunglah dengan bumi, sukacitamu tak terhingga; 2) Bertarunglah dengan manusia, sukacitamu tak terhingga; 3) Bertarunglah dengan langit (Tuhan), sukacitamu tak terhingga. Jadi, kita melihat bahwa dia memang suka bertarung bahkan berani bertarung melawan alam, manusia, dan Allah. Sepuluh tahun sebelum dia meninggal, dia berulang kali mengucapkan pernyataan yang terdiri dari empat huruf mandarin: rén dìng shèng tiān (manusia pasti dapat mengalahkan langit). Asal kita berani, kita pasti menang. Tetapi jika kita mempelajari sejarah negara Tiongkok, kita akan sangat heran dan terkesiap. Setiap kali Mao Zedong mengatakan pernyataan itu, maka tidak lama kemudian Tiongkok dilanda bencana alam yang sangat hebat sehingga mereka harus bekerja keras untuk mengatasi bencana alam itu. Benarkah manusia bisa mengenyahkan bencana alam?

Beberapa waktu yang lalu, saya menyinggung tentang gempa bumi dahsyat yang terjadi di provinsi Sichuan (terjadi pada 21 Mei 2008). Provinsi Sichuan memiliki lapisan bumi yang paling tebal di seluruh dunia. Menurut statistik, ketebalan lapisan bumi yang tebal dapat mencapai dua puluh delapan sampai tiga puluh kilometer. Ketebalan ini cukup untuk menopang bangunan beratus tingkat tingginya. Di Sichuan, ketebalan bisa mencapai enam puluh kilometer. Tetapi anehnya, justru di tempat seperti ini terjadi gempa bumi yang begitu dahsyat sampai menggeser seluruh kota Nanjing sejauh satu meter dan Himalaya naik sepuluh meter. Hal itu menegaskan bahwa dunia bukan tempat yang kekal. Tempat yang dianggap paling aman oleh komunis dijadikan basis komando militer dan ditempati oleh tujuh ribu ahli ilmu pengetahuan untuk mengembangkan bom atom dan nuklir, justru menjadi salah satu tempat gempa terbesar di dunia. Beijing mengutus tiga belas ribu penyelamat untuk menyelamatkan mereka karena kalau mereka semua mati maka Tiongkok secara militer dan teknologi akan menjadi ketinggalan.

Di sini kita melihat bahwa kalau Tuhan bergurau dengan manusia, tidak ada seorang pun yang sanggup meloloskan diri. Akhirnya komunisme beralih ke sistem yang mirip kapitalisme karena mereka mengakui bahwa sistem komunisme sudah gagal. Saat itu, Deng Xiaoping mengeluarkan pernyataan, “Tidak peduli kucing hitam atau kucing putih, yang penting dia bisa menangkap tikus.” Maksudnya, tidak peduli komunisme atau kapitalisme, yang penting sistem itu dapat memperbaiki ekonomi Tiongkok. Sebenarnya sejak tahun 1920-an, Dr. Sun Yat-sen sudah mengutarakan konsep Tiga Kerakyatan, yang mengarahkan Tiongkok kepada demokrasi yang didasarkan atas konsep kristiani, yaitu menghargai rakyat. Tetapi dua puluh enam tahun kemudian, Mao Zedong membentuk Partai Komunis, menyingkirkan revolusi yang dirintis oleh Dr. Sun Yat-sen, sehingga Tiongkok kembali ke sistem diktator dan otoritarian. Orang di negara itu berpikir merampas kekayaan orang kaya bukanlah sebuah kejahatan. Kita menentang komunisme bukan berarti kita menyatakan bahwa sistem kapitalisme sesuai Alkitab.

Amerika Serikat yang populasi penduduknya hanya tujuh persen dari penduduk dunia telah mengonsumsi 65% sumber daya bumi yang Tuhan berikan. Ini merupakan perampokan terselubung yang telah merampas hak generasi penerus kita.

Demikian juga ketika seseorang melayani Tuhan kemudian dipuji dan merasa senang, dia tidak mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan maka dia sedang mencuri kemuliaan Tuhan. Mencuri harus dimengerti secara luas. Di dalam Alkitab ada dua raja yang dihukum Tuhan, yaitu: 1) Raja Nebukadnezar. Ia dihukum sepuluh masa, hidup bagai sapi yang makan rumput. Dia dihukum seperti itu karena dia menyombongkan diri di atas istananya yang tinggi, megah, dan besar di Babel. Dia berkata, “Bukankah aku yang menjadikan kota ini begitu mulia?” Dia lupa bahwa ada Allah di atasnya. Dia lupa pernah mengangkat Daniel yang Allahnya ada di atas takhta manusia. Inilah mandat budaya orang Kristen. Setiap orang Kristen yang diletakkan di dalam pemerintahan harus ingat bahwa tugasnya adalah mengingatkan pemerintah bahwa di atas mereka ada Allah yang kuasa-Nya jauh lebih tinggi dari mereka. Makna mandat budaya adalah meletakkan takhta Tuhan di atas takhta manusia. Itu sebabnya, musik orang Kristen harus memimpin arah dari musik dunia, politik yang orang Kristen mengerti harus memengaruhi politik dunia. Maka, Nebukadnezar yang berani bersumbar seperti itu telah mencuri kemuliaan Allah. Tuhan langsung menghukum dia. Ada orang-orang yang mencuri waktu dengan tidak setia melakukan tugasnya. Ada yang mencuri hormat yang seharusnya bukan miliknya. John Sung sangat suka menyanyikan lagu Mulia bagi Tuhan karena dia merasa dirinya terlalu banyak dipuji oleh manusia. Dia juga tahu bahwa Tuhan tidak berkenan manusia dikultuskan. Maka dia senantiasa mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan. Ada banyak versi di mana manusia mencuri kemuliaan Tuhan, menyombongkan diri secara tidak wajar, yang telah menjadi kebencian bagi Tuhan. Akibatnya, Allah menurunkan Nebukadnezar dari takhtanya. Barulah setelah selesai masanya, dia dikembalikan menjadi raja. 2) Raja Herodes (bukan Herodes Agung). Ia dipuji bahwa dia berkata-kata seperti Allah dan dia senang menerima pujian itu. Malam itu juga Allah mengutus seekor ulat untuk menggigit dia dan dia pun mati. Oleh karena itu, jangan lupa mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan dan memberikan hormat kepada orang yang pantas menerimanya. Orang yang tidak memiliki kesadaran seperti itu dan terus membiasakan diri mencuri, entah mencuri kebijaksanaan atau hak orang atas kebijaksanaannya, mencuri otoritas seseorang, tidak akan diperkenan oleh Tuhan.

Tiga puluh tahun yang lalu, ada seseorang yang sekarang sudah menyandang gelar Doktor Theologi mendatangi saya. Dia mengejutkan saya dengan perkataan, “Pak Tong, ampuni saya yang sudah berbuat salah kepadamu.” Saya tidak merasa dia pernah berbuat salah kepada saya. Dia mengatakan bahwa dia sudah mencuri. Ternyata dia mencuri bahan khotbah saya dan dimasukkan ke dalam skripsinya. Akibatnya dia tidak sejahtera karena kalimat-kalimatnya yang rumit tetapi ringkas dan lengkap sekali dipuji oleh profesor pembimbingnya. Saya katakan, “Lebih baik bukan hanya mengaku dosa kepada saya, tetapi engkau juga menulis surat minta nilaimu diturunkan.” Inilah bedanya orang Asia dan orang Barat. Orang Barat menghormati orang yang patut dihormati dan mengakuinya dengan jujur. Tetapi orang Timur tidak. Banyak pendeta Karismatik yang melarang anggotanya kebaktian di GRII, tetapi dia sendiri secara diam-diam membeli kaset dan rekaman khotbah saya, lalu mencurinya dan memakainya di dalam khotbahnya, seolah-olah itu adalah hasil pikirannya. Ketika saya mengatakan hal ini, ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang kemudian mengaku, “Itulah saya.” Kalau mau mengutip khotbah orang lain, engkau harus mengatakan dan memberitahu jemaat dari mana asal kalimat itu, seperti yang saya lakukan di dalam khotbah saya. Kalau saya mengutip Immanuel Kant, Hume, Agustinus, John Calvin, dan lain-lain. Dengan demikian kita tidak mencuri.

Di dunia ada banyak tokoh besar seperti Aristoteles, Plato, Confusius, dan lain-lain. Confusius mengaku dengan jujur, “Aku mengajarkan kalimat-kalimat penting dari orang kuno, tetapi aku sendiri tidak menulis buku.” Tetapi ia tidak memberitahukan siapa orang-orang yang kalimatnya ia kutip dan pakai itu. Ini sikap yang kurang bagus. Tidak demikian dengan Plato. Ketika ia berusia dua puluh tahun, ia berguru kepada Socrates, seorang guru yang begitu agung, yang saat itu berusia enam puluh tahun. Delapan tahun kemudian, pemerintah menuduh Socrates bersalah dalam dua hal: 1) menghasut para pemuda dan 2) dia atheis. Maka ia diperintahkan untuk meminum racun Hemlock, salah satu racun paling keras di Gerika saat itu, yang membuat seseorang mati rasa dari kaki, terus naik sampai ke jantung, dan membuat orang meninggal dalam waktu kira-kira dua jam. Malam sebelum dia dieksekusi, seorang penjaga penjara menghampiri dia dengan cucuran air mata dan berkata, “Mana boleh orang sebaik engkau mati? Aku memiliki kunci dan pergilah, biar saya yang mati menggantikan engkau besok karena dunia membutuhkanmu.” Socrates menjawab, “Tidak. Karena bagiku kematian hanyalah sebuah pintu yang membawaku ke dunia lain (dia percaya reinkarnasi). Lagipula, jika aku melarikan diri, mana mungkin aku yang takut mati ini bisa mengajar murid-muridku lagi?”

Sebelum dia mati, dia mengatakan banyak hal kepada murid-muridnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa kepada Plato karena Plato adalah muridnya yang paling muda. Plato mau terus berguru kepada Socrates karena dia merasa masih ada banyak pengajaran gurunya yang belum dia dapat. Dia belajar delapan tahun sampai Socrates mati, baru ia pergi dengan sangat sedih. Dia pergi tiga belas tahun, mengelilingi Mesir, Turki, Arab, India, Israel, baru kemudian kembali ke Athena dan mendirikan sekolah yang diberi nama Academie. Inilah cikal bakal adanya akademi di seluruh dunia. Di sekolah itu dia menerima seorang murid yang sangat pandai, sampai dia berkata, “Sekolahku terdiri dari tubuh semua muridku dengan hanya satu kepala, yaitu Aristoteles.” Ketika ia menulis buku, Plato selalu memberitahu jika ia mengutip kata-kata Socrates. Inilah bedanya Plato dari Confusius. Confusius ketika menulis tidak menyebutkan sumbernya, sehingga ketika murid-muridnya mengutip, mereka mengatakan, “Confusius berkata…” Inilah tradisi Timur. Di Barat, di dalam salah satu buku Plato yang penting, The Great Dialogue of Plato, ia banyak mengutip Socrates dengan menulis, “Socrates berkata…,” sehingga sekalipun Socrates tidak menulis buku, ajarannya tidak dicuri oleh Plato. Jadi kita melihat ada orang-orang kafir yang lebih etis dari pendeta. Kita harus belajar untuk tidak mencuri khotbah orang lain. Kalau kita mengutip maka kita harus memberi tahu sumbernya. Kita harus menghargai pemikiran orisinal seseorang yang telah menggumulinya dengan susah payah. Jangan mencuri. Inilah perintah Tuhan di dalam Sepuluh Hukum.

Seiko adalah pabrik arloji yang pertama memproduksi arloji quartz dan berhasil membuat seluruh dunia kagum. Ketepatannya luar biasa, tidak sampai satu detik per tahun. Ini memecahkan rekor sejarah. Ketika arloji itu dijual pada tahun 1970, orang-orang Swiss terkejut. Mereka yang sudah bertahun-tahun meneliti quartz, tiba-tiba bisa didahului oleh Jepang yang memproduksinya. Mereka sangat curiga bahwa Jepang berhasil mencuri hasil riset mereka karena riset itu dikerjakan sangat panjang.

Alkitab mengatakan “Jangan mencuri” karena mencuri adalah hal yang tidak etis. Jangan mencuri perpuluhan karena itu milik Tuhan, jangan mencuri uang yang seharusnya engkau berikan kepada orang lain yang pantas menerimanya. Kalau engkau sanggup membayar uang sekolah, jangan minta keringanan karena itu pun suatu bentuk pencurian. Guru yang mengajar dan yayasan yang mengelola juga membutuhkan dana. Ada seorang berkata kepada dokter, “Aku miskin, tidak sanggup bayar biaya dokter.” Dokter itu berkata, “Bayar lima puluh ribu rupiah.” Pasien itu mengatakan bahwa dia sangat miskin dan tidak punya uang, hanya punya sepuluh ribu rupiah. Dokter itu berkata, “Ketika tadi di-rontgen, saya melihat di kantongmu ada paling sedikit dua ratus ribu rupiah.” Pasien itu berpikir bahwa dia bisa menipu dokter tersebut. Ingatlah bahwa Tuhan melihat sampai ke hati sanubari seseorang. Amin.

Pdt. Dr. Stephen Tong

Agustus 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi yang telah menjangkau 17 kota di Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲