,

Hidup adalah Kristus

Filipi 1:21 – Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Ayat ini terus terngiang-ngiang di dalam benak saya selama dua minggu terakhir ini karena
saya menonton dan merasakan kisah hidup dua orang yang meninggal secara sangat berbeda:
yang satu seorang profesor berumur 79 tahun dan satunya seorang pemuda berumur 22 tahun;
Yang satu mati secara perlahan tapi pasti, yang satunya tiba-tiba tanpa disangka-sangka.
Kesamaan dari keduanya adalah kematian (dan tentunya kehidupan) mereka menjadi berkat
besar. Keduanya sangat dicintai dan ditangisi banyak orang.

Kalau hidup adalah Kristus, mengapa kita harus beranggapan bahwa hidup kita harus
berumur panjang. Kristus mati pada umur 33,5 tahun, pendiri agama yang mati sangat muda
jika dibandingkan dengan yang lainnya. Makna hidup tidak ditemukan dari panjangnya usia
kita, tetapi dengan apa hidup tersebut diisi dalam usia yang terbatas.

Kalau hidup adalah Kristus, mengapa kita harus beranggapan bahwa hidup kita harus bebas
dari masalah dan penderitaan. Kristus dikenal sebagai “man of sorrow”, siapakah yang lebih
memahami penderitaan dari Kristus? Tidak ada.

Kalau hidup adalah Kristus, mengapa kita mencari-cari penerimaan dan pujian tanpa henti?
Kristus datang kepada ciptaan-Nya namun mereka tidak mengenal dan tidak menerima-Nya.

Kalau hidup adalah Kristus, mengapa kita sangat terfokus pada kepentingan diri tanpa
memikirkan Kerajaan Allah? Kristus melakukan segala sesuatu terfokus pada hati Bapa dan
Kerajaan-Nya. Tidak ada satu mujizat, satu hal yang dilakukan Yesus untuk kenikmatan dan
kepentingan diri.

Kalau hidup adalah Kristus, mengapa kita berusaha menempatkan diri sendiri sebagai yang
terutama? Kristus datang untuk menjadi tebusan bagi banyak orang. Bahkan di malam
terakhir Ia masih rela mencuci kaki orang yang akan mengkhianati dan menjual-Nya.

Kalau hidup adalah Kristus, mengapa kita tidak bisa memaafkan sesama kita? Kristus di
kayu salib mengucapkan satu kalimat teragung yang begitu tidak masuk akal: “Ampunilah
mereka!” Ia memohonkan pengampunan Bapa bagi mereka yang menyesah dan
menyalibkan-Nya.

Kalau hidup adalah Kristus, maka mati benar-benar adalah keuntungan.